Senin, 23 Agustus 2021

 

Kemerdekaan dalam Hiburan

Garin Nugroho ;  Sutradara dan Budayawan

KOMPAS, 22 Agustus 2021

 

 

                                                           

Usia ke-76 kemerdekaan Indonesia membawa warga Indonesia dalam film-film di era layanan over the top (OTT) langsung ke dalam rumah, ketika protokoler Covid-19 tidak memungkinkan tontonan di luar rumah. Segalanya menjadi lewat internet tanpa melalui satelit ataupun broadcaster. Sebuah era ketika 50 persen demografi penduduk Indonesia merupakan usia produktif yang akrab dengan media digital, sebut saja era digital native, maka jangan heran apabila terjadi kenaikan penggunaan internet lebih dari 150 persen.

 

Era OTT alias platform digital menjadikan masyarakat mengalami kemerdekaan hiburan, yakni keleluasaan mengakses hiburan khususnya film dari rumah lewat televisi, laptop hingga smartphone. OTT menjadikan masyarakat mampu mengakses berbagai jenis tema, genre film dari berbagai negara. Dengan demikian, para pembuat film mampu belajar serta mengapresiasi sinema global, ketika pada era sebelumnya hal tersebut sulit terjangkau.

 

Pada sisi lain, produk-produk sinema Indonesia diberi ruang untuk memasarkan dalam wilayah global, seperti yang terjadi pada Guru Guru Gokil, Ali & Ratu Ratu Queens, dan A Perfect Fit. Data menunjukkan, ketika bioskop masih belum mampu hadir di tengah pandemi, lebih dari 60 persen produksi film cerita Indonesia ditayangkan di OTT global maupun lokal. OTT menjadi ruang apresiasi sekaligus ruang produktivitas bagi sinema Indonesia dalam standardisasi yang dituntut global.

 

Nilai lain yang sering terlupakan, terbukanya akses beragam film dengan beragam tema dari beragam negara, menjadikan masyarakat belajar demokratisasi dalam mengangkat tema serta karakter dalam film.

 

Simaklah, film-film dari negara dengan demokrasi yang matang, memberi kemerdekaan mengangkat tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang tanpa kekhawatiran dikritik oleh kelompok tertentu, bahkan tokoh-tokoh penting politik dari Presiden hingga DPR ataupun Partai, begitu leluasa menjadi bahan cerita. Sebuah era pendidikan merdeka lewat film.

 

Nilai penting lain dari kemampuan mengakses keberagaman film, menjadikan warga, meski berada di rumah, mampu belajar berbagai proses sejarah peradaban berbagai bangsa lewat cerita-cerita yang disuguhkan, simak film terkait sejarah awal Inggris yang dipenuhi kekerasan gangster dan konflik penuh kekerasan antar kelompok agama, simak dinamika sejarah Korea Selatan dengan Korea Utara ataupun sejarah era Shogun di Jepang.

 

Sesungguhnya, Era 76 tahun kemerdekaan Indonesia yang ditandai dengan platform digital dan tumbuhnya generasi usia produktif yang akrab digital, menjadikan OTT sebagai pustaka apresiasi film dunia dan ruang produktivitas sinema Indonesia ke dunia.

 

Pada akhirnya, haruslah dicatat lewat kemerdekaan mengakses film-film dunia, masyarakat Indonesia mampu berselancar membaca berbagai sejarah peradaban berbagai bangsa yang menjadi pustaka besar untuk dipelajari. ●

 

Sumber :  https://www.kompas.id/baca/opini/2021/08/22/kemerdekaan-dalam-hiburan/

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar