Senin, 19 Februari 2018

Opini Digital : Goes to Kampus, Goes to Perpus!

Opini Digital :
Goes to Kampus, Goes to Perpus!
                                                                             

                                                           
Sebenarnya sudah cukup lama ide “Opini Digital Goes to Kampus” ini muncul di kepala saya. Tapi entah mengapa baru saat ini saya bisa menuliskannya.  Ide ini bermula ketika saya hendak menghentikan kegiatan posting artikel-artikel Opini di blog pribadi saya. Maklum, saya ingin menikmati hari-hari tua saya dengan membaca dan menulis. Lalu muncul ide tersebut. Dan saya berniat sebelum saya benar-benar menghentikan kegiatan posting artikel Opini maka saya harus terlebih dahulu mempublikasikan ide tersebut. Terserah, apakah nantinya ide tersebut dapat diterima dan diwujudkan atau sebaliknya ia hanya masuk ke keranjang sampah.    

Idenya begini. Seperti terlihat pada judul tulisan ini saya ingin sekali kampus-kampus dan perpustakaan-perpustakaan umum di Indonesia mempunyai koleksi artikel-artikel opini digital, terutama yang terkait dengan kehidupan bangsa kita. Tujuannya adalah agar para dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan secara maksimal artikel-artikel opini tersebut untuk kepentingan pendidikan. Untuk kepentingan pembelajaran. Lalu, bagaimana kira-kira cara untuk mewujudkan gagasan tersebut?  Caranya kurang-lebih sama dengan yang saya lakukan saat ini. 

Saat ini saya menawarkan file koleksi artikel opini saya (2012 sd 2017) kepada otoritas kampus dan perpustakaan umum, dosen atau siapapun yang bisa meyakinkan saya bahwa file tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal sesuai tujuan untuk keperluan pendidikan, pembelajaran. Saya akan senang sekali seandainya pihak kampus atau perpustakaan umum penerima file opini tersebut bersedia memberikan biaya ongkir flashdisk kepada saya. Mungkin jumlahnya sekitar Rp 20 ribu saja untuk biaya ongkir bolak-balik. Satu hal yang membuat saya merasa bahagia adalah meskipun saya memberikan seluruh koleksi artikel opini kepada banyak kampus dan perpustakaan umum, namun koleksi artikel opini saya masih tetap utuh.

Salah satu kelemahan koleksi artikel saya adalah karena ia hanya merupakan hasil dari “proyek sampingan” saya. Saya membayangkan kalau “proyek” tersebut dikerjakan secara lebih serius (profesional) dan melibatkan banyak relawan komunitas pecinta artikel opini yang masih “fresh”.  Seandainya apa yang saya bayangkan tersebut menjadi kenyataan, dapat dipastikan hasilnya pasti akan sangat sangat memuaskan. Setiap artikel pasti memuat alamat URL sebagai rujukan. Jumlah artikel opini yang dikoleksi per hari pasti akan lebih banyak, termasuk artikel dengan referensi di luar negeri. Selain itu, selain judul dan penulis, nama file artikel pasti akan dilengkapi dengan indeks (tags) yang lebih teratur dan mampu memberikan kenyamanan akses bagi para penggunanya (users). Pun seandainya artikel opini nantinya akan disajikan secara online, pasti media online tersebut akan didesain dan dikelola secara professional. Contohnya, jadwal tayang online akan bisa disajikan secara on time.

Salah satu manfaat dari proyek opini digital adalah ia bisa menjadi arsip kumulatif yang terus-menerus bertambah dari tahun ke tahun. Sebagai arsip digital tentu saja ia dapat dimanfaatkan dengan mudah untuk keperluan penelitian. Seandainya proyek “Opini Digital” ini sudah ada sejak lama mungkin kita akan dengan sangat mudah mengakses artikel-artikel tentang pergulatan pemikiran dalam Polemik Kebudayaan (1930- an), Sekularisasi dan Pluralisme (1970-an), dan Ekonomi Pancasila (1980-an) yang sangat fenomenal di Indonesia.     

Tentu ada banyak jalan untuk mencapai sesuatu yang kita cita-citakan. Tulisan ini saya buat antara lain untuk mengundang siapa saja yang tertarik dengan proyek “Opini Digital : Goes to Kampus, Goes to Perpus!” untuk mendiskusikan beberapa pilihan “jalan terbaik”. Yang ada di kepala saya saat ini selain melibatkan mereka yang bekerja secara profesional untuk keperluan operasional, proyek juga semestinya melibatkan para pelanggan tetap artikel opini sebagai kontributor finansial dan juga relawan komunitas pecinta opini sebagai narasumber data dan informasi yang diperlukan untuk pengelolaan dan pengembangan proyek.  

Kalau harian Kompas menawarkan layanan akses “Kompas Digital Premium” dengan tarif 50 ribu rupiah per bulan, saya berharap para pelanggan “Opini Digital” yang memberikan donasi 50 ribu rupiah per bulan bisa menikmati koleksi artikel opini tiap hari selama satu bulan (diperkirakan akan tersedia ratusan file artikel opini per bulan). Selain donasi dari para pelanggan tentu ide tentang “monetisasi web resmi opini” bisa pula dipertimbangkan sebagai sumber finansial.  Keberadaan sumber finansial tersebut tentu sangat penting untuk menunjang kegiatan proyek. Dengan demikian diharapkan pelanggan bisa mendapatkan pelayanan terbaik dan paling tidak setelah tutup tahun perpustakaan kampus dan perpustakaan umum bisa mendapatkan tambahan koleksi tahunan artikel opini yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan di kampus dan juga untuk layanan publik.

Harus diakui bahwa ide proyek layanan opini digital tersebut masih sangat mentah dan lemah.  Justru karena itulah saya mengundang para pecinta artikel opini untuk mendiskusikan lebih lanjut proyek tersebut, mungkin nanti dalam sebuah grup whattsap.  Sebagai langkah awal, saya juga ingin mengundang para rektor dan otoritas di perguruan tinggi untuk membantu saya men-deliver koleksi artikel opini yang telah diposting di blog ini (http://budisansblog.blogspot.com/) untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal di perpustakaan kampus.

Proyek “Opini Digital : Goes to Kampus, Goes to Perpus” mungkin masih merupakan Mimpi. Tapi memenuhi keinginan agar setiap warga kampus bisa meng-copy dan memanfaatkan koleksi artikel opini saya (sekitar 30 ribuan artikel sejak 2012) dengan percuma mungkin hanya membutuhkan jawaban “Ya atau Tidak” dari pejabat atau otoritas di kampus.  Bila tertarik dengan undangan saya, silakan kirim pesan email ke budisan_2005@yahoo.com atau SMS/pesan Whatsapp ke 08156256550.  Anda bisa juga melempar komentar di laman ini.  ●

1 komentar: