Senin, 10 Agustus 2026

 

Berita Sepekan

Siapa Penyebar Narasi Demonstrasi Agustus di Media Sosial

Hussein Abri Dongoran :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026

 

 

                                                           

·      Nama Presiden Prabowo Subianto muncul dalam makalah yang memuat usulan makan bergizi gratis menjadi nomine Hadiah Nobel Perdamaian.

 

·      KPK menghentikan penanganan enam kasus korupsi dengan alasan tersangka sudah meninggal dan kalah di praperadilan.

 

·      Kabar penggantian Kepala Polri muncul, tapi Istana mengatakan Presiden Prabowo belum mengirim surat presiden ke DPR.

 

SEJUMLAH akun media sosial menyebarkan konten berupa video unjuk rasa yang diberi keterangan bahwa terjadi unjuk rasa yang tak diliput media massa. Menuliskan bahwa aksi massa terjadi di ruas jalan protokol di Jakarta dan depan gedung Mahkamah Konstitusi, pemilik akun menyatakan pemerintah akan memutus sinyal Internet di tengah demonstrasi. Akun yang membagikan konten di media sosial X itu adalah akun bercentang biru alias terverifikasi.

 

Pengajar dari Monash University Indonesia yang menekuni analisis media sosial, Ika Idris, mengatakan hasil riset institusinya menemukan bahwa akun-akun yang mengunggah konten itu membagikan berita bohong. “Terindikasi diedit dengan akal imitasi,” kata Ika pada Rabu, 5 Agustus 2026.

 

Ika dan timnya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pemuatan narasi demonstrasi. Menurut dia, ada sebuah akun di X yang mengunggah ulang sembilan konten dalam waktu 105 milidetik. Selain itu, ada pola ketika akun kecil pertama kali menayangkan video atau gambar, akun lain yang punya pengikut banyak lantas melakukan retweet. “Akun bercentang biru akan mengambil alih dengan memberi komentar, menyukai, atau membagikan ulang,” tuturnya.

 

Penyebaran konten unjuk rasa di media sosial bersamaan dengan pembangunan pagar di sejumlah pusat belanja di Jakarta dan Surabaya. Di antaranya Plaza Blok M dan mal Kota Kasablanka di Jakarta serta Pakuwon City, Tunjungan Plaza, dan Royal Plaza di Surabaya. Pengelola menyebutkan pemasangan pembatas itu tak terkait dengan alasan keamanan. “Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” ujar Alexander Tedja, pendiri Pakuwon Group.

 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola pusat belanja membongkar pagar. Menurut Pramono, manajemen memutuskan membangun pagar tinggi di mal karena kepanikan yang berlebihan setelah peristiwa demonstrasi Agustus 2025. “Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat gembira,” tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

 

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan situasi keamanan dalam negeri masih terkendali. Ia menyebutkan berita hoaks tentang unjuk rasa telah menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. “Saya menyatakan video itu tak benar,” ujar purnawirawan jenderal tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026. ●

 

Seratusan Hakim Diberi Sanksi Komisi Yudisial

 

KOMISI Yudisial merekomendasikan sanksi berupa teguran hingga pembebasan jabatan kepada 121 hakim karena terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim. Keputusan itu merupakan hasil sidang pleno Komisi Yudisial. “Pemeriksaan berlangsung selama Januari-Juni 2026,” kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Abhan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

 

Abhan menuturkan, jumlah hakim yang direkomendasikan mendapat sanksi ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 49 orang. Pelanggaran yang dilakukan para hakim ini beragam, dari menerima uang, melecehkan pegawai pengadilan, hingga memanipulasi presensi. “Ada seorang hakim yang terlibat judi online,” tuturnya. ●

 

Polemik Makalah Nobel Perdamaian

 

MAKALAH yang mengusulkan program makan bergizi gratis masuk sebagai salah satu nomine Hadiah Nobel Perdamaian beredar di media sosial. Nama Presiden Prabowo Subianto tertera sebagai salah satu penulis dokumen tersebut.

 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengatakan tim internal tengah menginvestigasi karya tulis tersebut. Tim juga sudah meminta keterangan dari sejumlah nama yang tercantum sebagai penulis makalah. “Mereka mengaku tak mengetahui, tak pernah dimintai persetujuan, dan tak terlibat penyusunan,” tulis Kementerian dalam rilis pers pada Jumat, 7 Agustus 2026.

 

Makalah berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth” itu dapat ditemukan di situs Ssrn.com. Prabowo merupakan satu dari sepuluh penulis karya tulis tersebut. ●

 

KPK Stop Penyidikan Enam Kasus Korupsi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap penanganan enam kasus rasuah. Keputusan itu diambil karena sejumlah alasan, seperti tersangka kasus korupsi meninggal dan kekalahan komisi antikorupsi dalam proses praperadilan. “Proses penyidikan tak dapat dilanjutkan,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Senin, 3 Agustus 2026.

 

Perkara yang dihentikan KPK antara lain korupsi yang melibatkan bekas Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono, yang meninggal pada 2024. Sementara itu, perkara yang disetop karena praperadilan adalah kasus yang menjerat Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej.

 

Koordinator Indonesia Corruption Watch Almas Sjafrina menyebutkan KPK bisa membuka penyelidikan dan penyidikan kasus itu jika menemukan bukti baru. Menurut Almas, penerbitan SP3 menggerus kredibilitas lembaga tersebut dalam menangani kasus. ●

 

Ide Penggantian Kepala Polri Menggelinding

 

GAGASAN penggantian Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo muncul setelah beredar kabar Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan surat presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto meminta publik menunggu. “Jabatan di dunia ini pasti akan diganti,” kata Aris di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026.

 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden Prabowo belum mengirim surat presiden untuk mengganti Kepala Polri. Menurut Prasetyo, kabar itu tak dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak benar,” ujar Prasetyo.

 

Adapun Listyo mengatakan keputusan penggantian Kepala Polri merupakan hak prerogatif Presiden. “Kami prajurit, apa pun dilaksanakan,” tuturnya.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/politik/demonstrasi-agustus-media-sosial-2280948

 

 

Raffi Ahmad Makelar dari Mana Saya Hanya Menghubungkan...

Friski Riana :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026

 

 

                                                           

·      Raffi Ahmad membantu mengkampanyekan program pemerintahan Prabowo di kalangan anak muda.

 

·      Ia membantah tudingan menjadi makelar jabatan dan tempat penitipan pencucian uang.

 

·      Raffi menjelaskan asal-usul kekayaannya yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

 

TELEPON pintar Raffi Ahmad tak pernah lepas dari bank daya yang mampu mengisi baterai dengan cepat. Tanpa suntikan bank daya itu, telepon tersebut akan mati dalam waktu satu setengah jam karena notifikasi dari akun media sosialnya tak pernah berhenti. Di Instagram, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu punya 75 juta pengikut.

 

Dalam satu jam, bisa sekitar 100 ribu pesan masuk ke akun Raffi. “Kalau ada satu hal, bisa jutaan DM (direct message),” kata pendiri RANS Entertainment —perusahaan yang membuka penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026—itu di kafe Dion, Senayan Park, Jakarta Pusat, Kamis sore, 6 Agustus 2026.

 

Semula Raffi tak menjawab permohonan wawancara yang diajukan pada awal Juli 2026. Atas saran orang dekat Presiden Prabowo Subianto , triliuner 39 tahun itu bersedia menerima jurnalis Tempo, Daniel A. Fajri, Friski Riana, Francisca Christy Rosana, dan Hussein Abri Dongoran. Ia menyambut kami dengan ramah dan berkali-kali melemparkan humor.

 

Memesan segelas es kopi, aktor sekaligus presenter itu mengaku kian sibuk setelah berada di lingkaran dekat Presiden. Jadwal syutingnya berkurang drastis. Paling banyak ia menjalani syuting lima hari dalam sebulan dari semula tiga-lima kali sehari. Ia terbiasa tidur pukul 4 pagi dan bangun tiga jam kemudian. Dalam satu pekan, ia menyisakan satu hari untuk beristirahat.

 

Dalam wawancara selama sekitar dua jam, Raffi bercerita soal awal mula dia masuk dunia politik dan hubungannya dengan berbagai tokoh. Ia juga menjawab tudingan menjadi makelar jabatan dan terlibat dalam pencucian uang. Suami Nagita Slavina itu pun menjelaskan asal muasal kekayaannya.

 

Apa yang sudah Anda kerjakan sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP)?

 

Saya membantu di segala lini. Tahun pertama, semua kementerian sudah saya datangi. Saya membuka komunikasi duluan. Sebagai junior, saya tidak mau ada batasan. Kami membantu mensosialisasi program kementerian. Hal-hal yang baik kami publikasikan dengan cara lebih santuy. Saya juga membikin acara UKP Mendengar yang mengumpulkan anak muda.

 

Apa enaknya menjadi Utusan Khusus Presiden?

 

Saya bisa masuk ke mana-mana. Apalagi ke generasi muda dan pekerja seni. Entah dari kementerian, kepolisian, kejaksaan, entah Dewan Perwakilan Rakyat, saya bisa masuk ke semuanya karena mensosialisasi program pemerintah kepada generasi muda. Dengan kehadiran di Threads, Instagram, saya coba amplifikasi di situ.

 

Ada laporan rutinnya?

 

Saya memberi laporan rutin pasti ke Pak Seskab (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Sebulan sekali ketemu. Sebatas itu.

 

Kebijakan makan bergizi gratis (MBG) banyak dikritik. Anda diminta mempopulerkan juga?

 

Program Pak Prabowo itu bagus. Tapi memang MBG dan koperasi desa merah putih belum ada prototipenya. Ini baru dua tahun. Kalau terlalu cepat, pasti ada erornya. Kasih waktu, lah, saya bilang. Pemerintah tidak akan bisa berjalan sendirian tanpa didukung dan didoakan masyarakat. Tugas saya, kalau pada masa perang zaman dulu, pakai senjata. Sekarang perang di media sosial. Semampu saya untuk bisa mengimbangi. Tapi saya termasuk kuat mental juga. Akun Instagram saya diserang, tidak jadi masalah buat saya.

 

Bagaimana Anda bisa menjadi Utusan Khusus Presiden? Kami dengar ada peran Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di balik penunjukan Anda….

 

Tahun 2010, saya sudah kenal Pak Sufmi Dasco Ahmad . Suatu hari saya dipanggil ke Kertanegara (rumah Presiden Prabowo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan). Pak Prabowo minta tolong dibantu. Ya, sudah, saya jadi UKP.

 

Ada permintaan khusus dari Prabowo?

 

Pesan paling utama, saya dipercaya bisa mempengaruhi generasi muda di dunia digital. Segala kelebihan, kekurangan, prestasi, dan aset yang saya punya, saya kerahkan untuk menjaga generasi muda melawan hoaks. Terutama saya ingin mengajarkan mental itu penting.

 

Mengapa?

 

Anak zaman sekarang apa-apa marah, ngantuk, pengin cepet-cepet dapat uang. Kita harus kasih tahu bahwa semua ada prosesnya. Saya bekerja 25 tahun, Bos! Juga jangan lupa bahwa karakter, adab kepada orang tua, sopan santun, itu yang terpenting.

 

Apa alasan Anda masuk dunia politik dan pemerintahan?

 

Saya suka tantangan dan sesuatu yang baru. Dulu saya bukannya antipolitik, tapi lagi senang di entertainment. Saya enggak pernah terjun ke politik, tapi dari dulu membantu siapa pun. Saya kenal presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono , Pak Boediono (mantan wakil presiden), Bu Megawati Soekarnoputri , dan Pak Prabowo. Saya senang berkenalan sama siapa pun. Dengan semua ketua umum partai, hubungan saya baik.

 

Seperti apa dunia politik menurut Anda?

 

Menantang. Orang dari entertainment lalu disuruh ke politik, tentu menantang. Hidup itu cuma sekali. Kita ditantang, menantang, dan menaklukkan tantangan.

 

Anda dinilai mampu memetakan tokoh-tokoh yang bisa mendulang suara untuk pemilihan umum?

 

Ilmu saya belum sampai sana. Saya hanya membantu. Kalau dulu secara profesional, ketika ada acara partai dan dibayar, tentu senang. Makin ke sini, memilih pakai hati dan pilihan sendiri.

 

Tidak tertarik masuk partai? Mungkin ke Gerindra….

 

Dulu pernah ditawari masuk salah satu partai pada 2010. Saya enggak mau. Orang pikir Raffi Ahmad pasti ke Partai Amanat Nasional atau Gerindra. Memang adik saya masuk PAN. Tapi sampai detik ini saya bukan politikus. Dengan segala kekurangan, saya hanya membantu tugas Presiden dan politikus sambil belajar. Saya ini membantu menghubungkan, penyambung lidah.

 

Di media sosial, Anda dianggap marjab, makelar jabatan….

 

Makelar dari mana? Ha-ha-ha.... Saya hanya menawarkan. Ada beberapa teman artis yang memang bilang begini, “Fi, kalau ada kesempatan untuk belajar jadi politikus, gue mau, ya.” Itu ada. Saya hanya menyambungkan. Sebatas itu.

 

Adik dan ipar Anda, Nisya Ahmad (Annisa Saadia Ifat) dan “Jeje” Ritchie Ismail, menjadi pejabat di Jawa Barat....

 

Pertama, PAN datang ke saya karena saya dekat dengan Pak Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN). Anaknya itu teman sekelas Nagita. Pada waktu itu mereka tanya apakah adik saya tertarik politik. Ya, saya serahkan kepada adik saya. Saya tidak pernah mendorong orang masuk politik. Adik saya di dewan perwakilan rakyat daerah dipilih rakyat. Jeje kalah dulu di pemilihan DPRD, lalu menang dalam pemilihan Bupati Bandung Barat.

 

Orang-orang terdekat Anda juga menjadi komisaris badan usaha milik negara....

 

Semuanya melewati proses. Komisaris itu kan lewat fit and proper test. Saya tidak pernah cawe-cawe apa pun. Mufli Budi Ananda (Komisaris Krakatau Posco) bukan asisten saya. Dia teman baik saya dan sudah jadi komisaris tahun lalu. Kenapa tak dipermasalahkan dari tahun lalu?

 

Mengapa Anda sampai dituding jadi makelar?

 

Seolah-olah saya makelar jabatan karena mau membuka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) RANS Entertainment. Itu mah jalan hidup orang. Ada lagi nanti netizen bilang Mbak Lala (pengasuh anak pertama Raffi dan Nagita, Rafathar) jadi Kepala Badan Gizi Nasional. Saya bilang, amin.

 

Anda juga dituding terlibat dalam kasus pencucian uang karena terkoneksi dengan Rafael Alun (mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang divonis 14 tahun penjara)....

 

Saya punya pegawai di RANS Basketball, namanya Jeremy Imanuel Santoso. Saya enggak pernah tahu bahwa istri Jeremy ternyata anak Rafael Alun. Saya menggaji Jeremy. Karyawan saya 200-500 orang. Gua harus tahu gitu satu-satu, ini anaknya siapa? Saya bahkan tidak pernah ketemu dengan Rafael Alun .

 

Dari mana saja sumber kekayaan Anda?

 

Saya sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Dari 2020, honor syuting Rp 25 juta per jam. Sehari saya pegang empat program. Pada 2013 itu puncak karier saya, pernah dibayar sampai Rp 50 juta per jam untuk satu acara. Setiap hari ada tiga acara, hampir Rp 100 juta sehari. Dari situ saja, saya bisa dapat Rp 3-5 miliar sebulan.

 

Bagaimana angka kekayaan Anda bisa melonjak?

 

Saya dapat uang besar saat RANS pre-IPO (masa persiapan sebelum penerbitan perdana saham) pada 2021. Emtek Group masuk, valuasi RANS Rp 2,7 triliun. Waktu itu Emtek berinvestasi sekitar 20 persen, terus 10 persen masuk ke saldo pribadi saya. Saya mendapat Rp 270 miliar sendiri. Itu terbuka, kok. Mau ngomong pencucian apa lagi? Apa perlu saya akuisisi usaha laundry beneran?

 

Anda berencana buka usaha laundry?

 

Kalau ada, saya akuisisi, ha-ha-ha.... Jadi orang mau ngomong apa, saya tidak perlu khawatir. Santai saja. Selama tidak melakukan hal yang jahat, saya sih takut karena Allah SWT. Tapi ini kan risiko. Namanya juga dinamika politik. Buzzer nyerang, saya tidak pernah reaktif membalas. Apa pun itu, saya cuma diem. Saya pasti akan menjawab suatu hal dengan elegan.

 

Anda masih terlibat dalam pengelolaan RANS Entertainment?

 

Sebagai founder, saya sudah keluar dari struktur RANS Entertainment. Saya nanya sama Gigi (panggilan Nagita), mau hamil lagi apa tidak? Dia bilang, sehabis olahraga, sudah langsing. “Ya, sudah kamu jadi CEO, ya. RANS ini kan baru. Daripada rekrut orang, kita butuh yang bisa dipercaya. Mendingan kamu dulu, biar merasakan soul-nya jadi Raffi Ahmad. Biar tahu rasanya capek. Kita berdua sama-sama menjaga.” Buat saya, RANS itu legasi.

 

Legasi seperti apa?

 

Saya punya visi, kalau saya sudah mati, anak enggak mau lanjutin, RANS tetap hidup. Saya punya cita-cita jadi kayak Walt Disney. Dia sudah mati, tapi ada Disneyland, Mickey Mouse. Namanya juga mimpi. Saya orangnya tidak bisa diam. Kalau diam cuma ada dua penyebab, lagi bete atau dimarahin istri.

 

Mengapa Anda mengajak Kaesang Pangarep , anak mantan presiden Joko Widodo, bergabung dengan RANS Entertainment?

 

Namanya juga anak muda, ingin bikin suatu hal. Saya berbisnis dengan Mas Kaesang pure sebagai pekerja swasta. Kami bersama Sinar Mas bikin RANS Nusantara. Belajar selama setahun, akhirnya belum rezeki. Setelah saya mempelajari, berbisnis itu, entah sama anak presiden entah orang biasa, pasti ada dinamikanya.

 

RANS Nusantara kenapa tutup?

 

Nama RANS ibaratnya cuma jadi brand ambassador yang dibayar setahun. Saya mah senang-senang saja jadi brand ambassador, tapi nama RANS dibayar. Kegiatan operasionalnya bukan saya yang menangani.

 

Kaesang membeli saham RANS?

 

Naruh duit. Dulu kan valuasinya enggak segitu.

 

Ada efek ketika Kaesang bergabung?

 

Setiap orang yang membantu RANS memberi kontribusi berbeda-beda. Dengan kehadiran Mas Kaesang, ada warna baru. Saya dan dia gap umurnya delapan tahun. Saya butuh tenaga, pikirannya. Bayangkan ada Mas Kaesang, saya, dan Pak Dony Oskaria (Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, adik ibu Nagita Slavina, dan pemegang saham RANS). Itu kan perpaduan yang bagus.

 

Bagaimana hubungan Anda dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ?

 

Kadang sebulan sekali pasti ketemu dengan Mas Wapres. Kami berkomunikasi kadang di WhatsApp. Kami jaga hubungan baik.

 

Bagaimana Anda melihat sosok Gibran?

 

Saya dan Mas Gibran ber-shio kelinci. Umur kami sama. Saya banyak belajar. Dia pintar, tapi orang tidak tahu bahwa dia pintar. Buat saya, Mas Gibran adabnya luar biasa.

 

Anda melihat pengikut di media sosial sebagai investasi terbesar?

 

Followers itu investasi terbesar. IPO RANS dimulai dari saya cuma mengabadikan istri sedang hamil sampai Rafathar lahir. Beroperasi dari garasi, cuma empat pegawai. Eh, malah dapat rezeki dan akhirnya saya mencoba membangun bisnis RANS dari followers. Sekarang yang mau membeli saham RANS 1,5 juta investor. Antre. Boleh dicek turnover saya. Bagus. Saya enggak goreng-goreng. Yang penting harganya enggak di bawah harga pertama kali.

 

Lebih enak di luar pemerintahan atau di dalam?

 

Sama saja, tergantung niat, kesiapan. Hati nuraninya sudah siap atau belum. Kalau memang belum siap, jangan. Misalnya, lu mau masuk kampus, lu mampu-enggak masuk universitas ini? Kalau enggak, ya udah jangan masuk ke sini. Seperti itu saja, kita siap atau enggak, lahir-batin atau enggak. Yang sudah kita pilih, konsekuensinya harus kita terima.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/wawancara/raffi-ahmad-makelar-jabatan-utusan-khusus-2280906