|
Bagaimana Jaksa
Menyelidiki Dugaan Korupsi MBG Nanik Deyang Lani Diana : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 05
Juli 2026
|
· Jaksa sudah menerima laporan Sony
Sonjaya soal dugaan peran pejabat dalam pembangunan dapur MBG. · Penyidik masih berfokus menelusuri
proyek pengadaan sepeda motor listrik dan ompreng. · Jaksa masih menghitung kerugian negara
dalam kasus korupsi MBG. KEJAKSAAN
Agung terus menambah panjang daftar tersangka korupsi program makan bergizi
gratis (MBG). Terakhir, penyidik menetapkan Brigadir Jenderal Lalu Muhammad
Iwan Mahardan, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan
Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai tersangka ketujuh. Jaksa
juga menerima laporan dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, yang lebih
dulu menjadi tersangka. Dalam pemeriksaan, Sony mengungkap puluhan pejabat
yang meminta jatah titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) lewat jalur
belakang. Dalam laporan ini, nama Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang ikut
terseret. Kepala
Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membenarkan kabar
bahwa penyidik sudah menerima laporan tersebut. Laporan Sony juga menyebutkan
seseorang berinisial NSD. Anang
mengklaim penyidik masih berfokus pada pembuktian perkara proyek sepeda motor
listrik dan ompreng yang bermasalah di BGN. Berikut ini kutipan wawancara
Anang dengan wartawan Tempo, Lani Diana dan Febriyan, di kantornya pada
Kamis, 2 Juli 2026. Apakah
benar penyidik sudah mengantongi nama pejabat yang diduga menitipkan titik
SPPG? Menurut
penyidik, tersangka Sony Sonjaya sudah menyebutkan 41 nama. Tapi kami belum
bisa memastikan apakah mereka hanya berhubungan—dalam konteks ini
berkomunikasi—atau memang ada deal khusus. Siapa
saja nama pejabat yang dilaporkan Sony? Salah
satu nama yang paling ditekankan adalah seseorang berinisial NSD. Kalau nama
lain hanya disebut pernah berkomunikasi. Tapi ada stressing kepada NSD.
Katanya ada perubahan yayasan, tapi ini baru informasi sepihak. Apakah
penyidik akan mendalami informasi tersebut? Setiap
keterangan yang dikemukakan tentu akan didalami sepanjang didukung alat
bukti. Faktor lain yang kami pertimbangkan adalah apakah informasi tersebut
mempunyai nilai manfaat untuk pembuktian. Misalnya memang benar ada permainan
di balik komunikasi itu atau tidak. Berarti
penyidikan akan berkembang menelusuri keterlibatan pihak lain dalam perkara
korupsi MBG? Untuk
saat ini, kami akan berfokus dulu dalam pengadaan ompreng dan sepeda motor
listrik. Kalau berkembang ke kasus lain, seperti yang sudah diungkap salah
seorang tersangka soal pengadaan CCTV (closed circuit television), jadinya
tidak terfokus. Apakah
penyidik sudah mengantongi bukti aliran dana penjualan titik dapur kepada
tiga mantan pemimpin BGN? Ketika
penyidik menetapkan seseorang menjadi tersangka, pasti sudah ada lebih dari
dua alat bukti untuk membuktikan perbuatan mereka. Bagaimana
dana tersebut mengalir kepada para tersangka? Kami
tidak bisa menyampaikannya karena sudah masuk materi penyidikan. Tunggu saja
dalam persidangan nanti. Apakah
penyidik sudah menemukan yayasan yang diduga terafiliasi dengan Dadan
Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung? Yang
jelas sampai saat ini penyidik masih berfokus melakukan pendalaman untuk
mengungkap aliran dana dan pengamanan aset. Salah satu yang utama adalah
pengembalian kerugian negara. Buat apa memenjarakan banyak orang tapi tidak
bisa mengutamakan asetnya? Jadi harus paralel. Jadi
berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini? Kami
masih menghitung totalnya. Bagaimana
dengan dugaan dapur fiktif dan alamat SPPG yang ditengarai dipakai lebih dari
satu dapur? Penyidik
akan mendalami informasi yang sifatnya memperkuat pembuktian. Program ini kan
bagus, tapi dalam implementasinya ada oknum yang menyalahgunakan. ● Sumber :
https://www.tempo.co/hukum/nanik-deyang-terseret-korupsi-mbg-2273593 |