Minggu, 31 Desember 2017

Asia Segera Melompati Barat

Asia Segera Melompati Barat
Simon Saragih ;  Wartawan Senior Kompas
                                                    KOMPAS, 29 Desember 2017



                                                           
Sejumlah negara di Asia akan melompati negara-negara maju atau Barat dalam peringkat perekonomian di tahun 2032. Pada tahun itu juga China akan menggeser posisi AS dan Indonesia menggeser posisi Kanada. Demikian prediksi sebuah lembaga think-tank independen yang berbasis di London, Centre for Economics and Business Research (CEBR).

CEBR mengumumkan perkiraan tersebut pada hari Senin (25/12) di London, Inggris.  CEBR yang sudah berusia 20 tahun terkenal dengan akurasi atas perkiraan ekonominya. CEBR didirikan Profesor Douglas McWilliams, salah satu ekonom terkemuka Inggris. Dia adalah penasihat bagi Konfederasi Industri Ingris (CBI).

McWilliams juga merupakan penasihat terkenal untuk partai-partai di Inggris dan untuk 25 besar perusahaan teratas Inggris yang menerbitkan saham di bursa London, FTSE. McWilliams tidak melihat efek buruk yang lebih besar akibat kebijakan perdagangan Presiden  AS Donald Trump yang proteksionis terhadap perekonomian AS.

Dia juga tidak melihat efek negatif yang besar atas Brexit (julukan bagi Inggris keluar dari Uni Eropa) terhadap perekonomian Inggris. Namun dia juga melihat geliat perekonomian India tidak akan terhambat walau ada gangguan sementara dalam proses pembangunan ekonominya. Hal itu juga berlaku bagi Asia yang terus disibukkan dengan deru pembangunan.

 “Perekonomian negara-negara utama di Asia akan semakin penting pada 2018 hingga tahun-tahun berikutnya. Berbagai data memperlihatkan kawasan  Asia akan  semakin mendominasi dalam satu dekade mendatang,” demikian siaran pers CEBR. Berdasarkan data Bank Dunia di tahun 2016, produksi domestik bruto (PDB) AS berdasarkan harga berlaku sebesar 18,624 triliun dollar AS dan PDB China sebesar 11,199 triliun dollar AS.

Dua negara ini menempati posisi nomor 1 dan nomor 2 di dunia berdasarkan PDB dengan harga berlaku (current prices). Akan tetapi berdasarkan keseimbangan daya beli (purchasing power parity/PPP), PDB China sudah sebesar 21,450 triliun dollar AS dan PDB AS sebesar 18.624 triliun dollar AS.

PDB berdasarkan PPP merujuk pada besaran unit barang yang mampu dibeli dengan jumlah uang yang sama. Sebagai contoh, uang sejuta rupiah di AS tidak akan bisa membeli jumlah unit barang yang sama dengan uang sejuta rupiah yang dibelanjakan di Indonesia. Ini disebabkan harga-harga barang di AS lebih mahal ketimbang di Indonesia. Dengan demikian pemilik uang sejuta rupiah di Indonesia lebih kaya ketimbang pemilik uang sejuta rupiah di AS.

Akan tetapi ukuran PDB berdasarkan PPP masih diperdebatkan dan banyak negara tidak menerima kenyataan bahwa PDB China berdasarkan PPP sudah mengalahkan AS. Meski demikian memang besaran pendapatan per kapita di AS masih  jauh lebih besar dari PDB per kapita di China.

Kembali pada perkiraan CEBR, berdasarkan harga berlaku,  disebutkan perekonomian India akan melompati posisi PDB Inggris dan Perancis pada tahun 2018. Berdasarkan data 2016, PDB India sebesar 2,263 triliun dollar AS, PDB Inggris 2,647 triliun dollar AS, dan PDB Perancis 2,465 triliun dollar AS. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di India akan mampu membuat negara ini menggeser posisi Ingris dan Perancis dari segi besaran ekonomi pada 2018.

Berdasarkan peringkat di tahun  2016 posisi PDB Inggris adalah nomor 5 setelah AS, China, Jepang, dan  Jerman. Posisi PDB Perancis sekarang ini nomor 6 dan PDB India nomor 7.

Menurut CEBR, PDB India juga akan menggeser besaran PDB Jerman pada 2027. India pada tahun itu akan menempati urutan ketiga sebagai pemilik PDB terbesar di dunia. PDB Jerman berdasarkan harga berlaku pada tahun 2016 adalah 3,477 triliun dollar AS.

Pada tahun 2032 PDB China akan menggeser besaran PDB AS. Disebutkan, dari empat pemilik ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2032, tiga negara ada di  Asia yakni China, India dan Jepang. Posisi India tidak berhenti di situ saja dan akan menjadi nomor 1 dari segi besaran PDB di separuh akhir abad ini atau setelah 2050.

Melompati Kanada

Masih berdasarkan prediksi CEBR, pada 2032 PDB Korea Selatan dan Indonesia akan masuk dalam kelompok 10 besar teratas di seluruh dunia. Dua negara Asia ini akan menggeser posisi Italia dan Kanada. Berdasarkan data 2016, PDB Italia sebesar 1,858 triliun dollar AS atau di posisi ke-8. PDB Kanada sebesar 1,529 triliun dollar AS atau di posisi ke-10.

Pada tahun 2016 PDB Korea Selatan sebesar 1,411 triliun dollar AS atau di posisi ke-11. PDB Indonesia sebesar 932 miliar dollar AS atau di posisi ke-16.

Perkiraan CEBR ini semakin menguatkan perkiraan yang sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir yang menyimpulkan Asia akan menggeser Barat dalam besaran perekonomian. Sekarang ini saja  secara keseluruhan, perekonomian Asia memberi kontribusi lebih dari 60 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi global.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde sudah sering menyebutkan bahwa Asia sekarang ini adalah mesin utama perekonomian dunia. Jika Asia berhasil mengeluarkan kebijakan ekonomi yang tepat maka posisi perekonomian Asia akan jauh lebih dahsyat. Pertumbuhan ekonomi didorong penduduk berusia di bawah 50 tahun. Ini menjadi salah satu alasan di balik kebangkitan ekonomi Asia pada dekade-dekade berikut. ●

1 komentar:

  1. ||Satu Akun semua jenis Game ||

    Game Populer:
    =>>Sabung Ayam S1288, SV388
    =>>Sportsbook,
    =>>Casino Online,
    =>>Togel Online,
    =>>Bola Tangkas
    =>>Slots Games, Tembak Ikan, Casino
    Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang Tunai
    || Online Membantu 24 Jam
    || 100% Bebas dari BOT
    || Kemudahan Melakukan Transaksi di Bank Besar Suluruh INDONESIA

    Pakai Pulsa Tanpa Potongan
    Juga Pakai(OVO, Dana, LinkAja, GoPay)
    Support Semua Bank Lokal & Daerah Indonesia

    WhastApp : 0852-2255-5128

    BalasHapus