Minggu, 31 Desember 2017

Resolusi Tahun Depan

Resolusi Tahun Depan
M Subhan SD ;  Wartawan Senior Kompas
                                                    KOMPAS, 28 Desember 2017



                                                           
Politik itu memang cair. Seperti air mancur yang menciprat ke mana-mana. Tidak seperti es batu yang kaku dan keras. Buktinya, ”Koalisi Zaman Now” di Jawa Barat bubar. Koalisi Zaman Now itu terdiri dari Partai Demokrat, PKS, dan PAN. Mereka membangun koalisi untuk mengusung calon gubernur-wakil gubernur dalam Pilkada Jawa Barat. Koalisi itu diteken pada 23 November 2017. Koalisi Zaman Now mengusung pasangan Deddy Mizwar (Wakil Gubernur Jabar petahana) dan Ahmad Syaikhu (Wakil Wali Kota Bekasi).

Usia Koalisi Zaman Now cuma sebulan lewat. Rabu (27/12) kemarin, PKS dan PAN ganti haluan. Kedua partai bergabung dengan Partai Gerindra. Mereka mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. Minggu (24/12) malam, petinggi ketiga partai bertemu dan sepakat untuk membentuk koalisi dalam Pilkada Jabar 2018. Mereka pun tetap bergandengan di lima daerah. Selain Jabar, para bakal calon lain adalah pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumatera Utara), Isran Noor-Hadi Mulyadi (Kalimantan Timur), Muhammad Kasuba-Madjid Husen (Maluku Utara), dan Sudirman Said yang belum dapat calon wakil gubernur (Jawa Tengah).

Posisi Gerindra rupanya begitu diperhitungkan. Daya magnet Partai Prabowo ini bahkan mampu membalikkan arah. Dulu, ketika terbentuknya Koalisi Zaman Now, Gerindra juga hadir. Namun, kehadiran Gerindra tak memengaruhi lagi karena dari syarat pencalonan, suara tiga partai (Demokrat, PKS, dan PAN) sudah cukup untuk mengusung calon. Kini justru sebaliknya, Gerindra tampaknya pegang kemudi yang mengendalikan koalisi baru tersebut.

Koalisi ini tampaknya lebih siap. Setidaknya telah mengambil ancang-ancang lebih awal. Koalisi ini sama dengan peta koalisi di tingkat nasional. Setidaknya mengingatkan awal-awal terbentuknya Koalisi Merah Putih yang bikin DPR heboh. Koalisi itulah yang menyingkirkan Koalisi Indonesia Hebat dari posisi-posisi kunci di DPR, bahkan sampai mengubah Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Kalau menilik gayanya, kemungkinan pertarungan di pilkada akan alot, terutama di Jawa.

Pemanasan sudah dilakukan. PDI-P bersama PKB sudah lebih dulu mendeklarasikan pasangan bakal calon Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas di Pilkada Jawa Timur. Golkar juga sudah mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Di Jawa Tengah, meski gubernur petahana Ganjar Pranowo, PDI-P belum membuat deklarasi. Di Jawa Barat, pengusungan Ridwan Kamil dicabut Golkar, seiring lengsernya Setya Novanto dari kursi ketua umum yang digantikan Airlangga Hartarto. Sejak awal, pengusungan bakal calon oleh Golkar di Jabar kisruh. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi yang sempat tersingkir kini kembali naik.

Begitulah politik, selalu cair. Namun, dalam politik harus lincah dan jeli. Politikus boleh jadi akan licik jika tak mampu melakoni peran positif untuk mengabdi kepada rakyat. Hal itu terjadi jikalau politikus lebih banyak berpikir mengatur siasat untuk kemenangan dalam pilkada ketimbang memikirkan apa yang harus dilakukan setelah terpilih. Kemenangan sejati seorang politikus bukanlah ketika ia memenangi perolehan suara dalam pemilihan, melainkan memenangi hati rakyat dengan pengabdian dan kerja yang tanpa pamrih.

Kalau cuma target memenangi pemilihan, itu sih cerita usang. Tipikal politikus seperti itu sudah basi, tidak cocok lagi dengan era baru tahun 2018 nanti. Kalau seperti itu pas dengan guyonan komedian Amerika Serikat, Groucho Marx (1890-1977) bahwa ”Politik adalah seni mencari masalah, menemukannya di mana-mana, mendiagnosisnya secara tidak benar, dan menerapkan solusi keliru.”

Jadi, para politikus yang bakal bertarung di 171 pilkada nanti seharusnya membuat resolusi tahun 2018, yaitu janji (ini benar-benar janji, bukan janji kampanye) untuk membenahi panggung politik: membuang bedak palsu di wajah politikus, menyapu lantai panggung yang kotor, dan menolak lakon penuh kebohongan. Rakyat penonton itu butuh hiburan bermutu, bukan cuma sekadar sandiwara politik. ●

1 komentar:

  1. ||Satu Akun semua jenis Game ||

    Game Populer:
    =>>Sabung Ayam S1288, SV388
    =>>Sportsbook,
    =>>Casino Online,
    =>>Togel Online,
    =>>Bola Tangkas
    =>>Slots Games, Tembak Ikan, Casino
    Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang Tunai
    || Online Membantu 24 Jam
    || 100% Bebas dari BOT
    || Kemudahan Melakukan Transaksi di Bank Besar Suluruh INDONESIA

    Pakai Pulsa Tanpa Potongan
    Juga Pakai(OVO, Dana, LinkAja, GoPay)
    Support Semua Bank Lokal & Daerah Indonesia

    WhastApp : 0852-2255-5128

    BalasHapus