Rabu, 22 Februari 2017

Karakter Bangsa dan Tanggung Jawab Partai Politik

Karakter Bangsa dan Tanggung Jawab Partai Politik
Ahmad Baedowi  ;    Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
                                           MEDIA INDONESIA, 20 Februari 2017

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

"TUGAS berat untuk mengisi kemerdekaan adalah membangun karakter bangsa," demikian diutarakan Soekarno, berpuluh tahun silam. Tak lekang oleh zaman, pernyataan itu relevan dengan situasi kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang senantiasa menghadapi tantangan sosial-budaya, politik, ekonomi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Karakter sebagai faktor penting keberhasilan harus senantiasa ditempa, salah satunya dengan pendidikan. Hal itu senada dengan visi nasional pembangunan SDM dalam rencana pembangunan jangka panjang Indonesia (2005-2025), yaitu terciptanya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia.

Sepanjang sejarah kemanusiaan, karakter selalu menjadi domain penting untuk ditelaah dan dikemukakan sebagai dasar terciptanya tatanan sosial yang beradab. Bahkan, hampir semua agama menitahkan para penganut untuk memiliki keadaban dalam perilaku dan memperlakukan sesama, serta didasari pandangan dan nilai-nilai yang positif. Semua nilai positif pasti berasal dari sikap jiwa atau karakter yang positif. Pertanyaannya kemudian, dari mana dan di mana muasal usaha penubuhan dan penumbuhan karakter yang positif pada diri manusia?

Pendidikan bela negara

Salah satu tugas kenegaraan partai politik (parpol) ialah menginisiasi kecerdasan masyarakat melalui pendidikan. Itulah mengapa pendidikan tidak bisa dipisahkan dari upaya mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Dan dalam konteks ini, partai politik dapat berperan signifikan dengan memfasilitasi proses pendidikan bisa disebut juga pengaderan yang bertujuan melahirkan insan-insan cerdas berwawasan dan berkarakter. Sebagai salah satu struktur sosial yang paling utama, parpol jelas memiliki tantangan yang tidak ringan dalam ikut membentuk karakter masyarakat.

Ini berarti setiap parpol sesungguhnya memiliki tanggung jawab dalam merancang pola perilaku masyarakat yang saling menghargai sesama, jujur, dan perilaku baik yang memang sudah ada di dalam diri setiap orang. Karena itu, menjadi tugas parpol dan para legislator yang mereka miliki untuk merancang skema pendidikan bela negara yang berorientasi pada penubuhan dan penumbuhan karakter dan nilai-nilai keadabaan para kadernya. Dalam pendidikan bela negara, parpol setidaknya bertanggung jawab terhadap tiga aspek kehidupan berpolitik yang sehat, yaitu memberikan wawasan yang memadai tentang pentingnya memperkuat kepribadian para kader dengan keterampilan mengelola emosi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Selain aspek kepribadian, parpol harus mau dan mampu meningkatkan aspek keilmuan kadernya dalam melihat aspek-aspek kepartaian dan kebangsaan. Wawasan kepartaian dan kebangsaan menjadi salah satu modal penting bagi individu dalam berproses dan berperan aktif menjalankan fungsinya sebagai kader partai yang patriotik membela kepentingan negara. Dengan wawasan kebangsaan yang memadai, kerangka parpol akan menjadi ajang pelatihan dan pembelajaran dalam berorganisasi dan berpolitik bagi para kader, alih-alih penguatan kepentingan kelompok tertentu. Dengan kata lain, kepentingan bangsa dan negara senantiasa menjadi rujukan utama dalam bersikap di dalam maupun di luar lingkungan partai.

Sistem kehidupan berpolitik di dalam partai kemudian juga menjadi ajang pembelajaran untuk mengambil peran sosial-politik yang lebih besar. Di sinilah parpol sebagai salah satu pilar demokrasi dapat menjadi agen perubahan yang berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa. Dalam kerangka itulah, Partai Nasional Demokrat (NasDem), misalnya, akan menginisiasi suatu wadah pendidikan kader yang disebut Akademi Bela Negara. Pendiriannya tidak lain bertujuan membekali para kader partai dengan pendidikan karakter, wawasan kepartaian, dan wawasan kebangsaan. Ketiga simpul itu diharapkan menghasilkan satu kesatuan yang kuat dalam kepribadian kader-kader Partai NasDem. Dengan kader-kader yang berkualitas, fungsi perubahan dapat berjalan maksimal membawa Indonesia menjadi bangsa mandiri dan makmur, terbebas dari belenggu kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

Inisiatif kedua

Akademi Bela Negara Nasional Demokrat (ABN-NasDem) yang akan dilakukan dalam waktu dekat sesungguhnya merupakan inisiatif kedua partai tersebut dalam melihat pentingnya melakukan perubahan melalui proses pendidikan yang baik dan benar. Inisiatif pertama yang dilakukan Partai NasDem ialah menyelenggarakan workshop terukur melalui program Sekolah Legislatif. Kata sekolah menyiratkan adanya kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang terhadap para legislator asal NasDem untuk terus belajar terhadap bukan hanya hal-hal baru, melainkan juga melakukan simulasi terhadap proses-proses yang akan berlangsung di gedung DPR selama mereka bertugas sebagai wakil rakyat.

Yang menarik dari Sekolah Legislatif NasDem ialah keragaman materi. Mulai gaya komunikasi efektif para legislator ketika nanti akan berhadapan dengan publik dan media hingga pengenalan materi table manner. Selain itu, peserta sekolah legislatif NasDem diberi pengayaan materi hasil riset beberapa lembaga kredibel dalam rangka memberikan bahan yang cukup dalam menganalisis situasi yang ada di tengah-tengah masyarakat. Jelas sekali ide dasar sekolah legislatif ialah keinginan untuk menjadikan para wakil rakyat asal NasDem memiliki sensitivitas terhadap seluruh isu yang berkembang di masyarakat.

Mengapa pendidikan bela negara dan sekolah legislatif penting? Bagi saya, membuat partai itu harus kurang lebih sama dengan membangun sebuah sekolah atau lembaga pendidikan. Dalam membuat sekolah, yang terpenting keyakinan apa yang kita buat hari ini adalah untuk kemenangan dan kesuksesan anak-cucu kita ke depan. Alangkah indahnya jika seluruh partai, tidak terkecuali NasDem, menjadikan parpol sebagai lembaga pendidikan yang akan menciptakan generasi penerus yang cerdas dan beriman serta membanggakan ibu pertiwi. Tentu kita ingin restorasi dan gerakan perubahan yang dikumandangkan Surya Paloh dengan Partai NasDem melihat persoalan pendidikan ini secara serius dengan membuat sayap kajian bidang pendidikan yang komprehensif.

Ini lantaran jika Partai NasDem dipilih dan dipercaya rakyat tidak akan mengulangi kesalahan yang sama telah dibuat banyak parpol yang memasukkan dan memasung isu pendidikan ke dalam ranah politik. Ini artinya jika niat membuat partai hanya untuk kekuasaan semata, malapetaka akan selalu setia mendampingi. Menyentuh pendidikan secara asasi hanya bisa dilakukan dengan keikhlasan. Karena itu, jika Partai NasDem ingin berumur panjang, keikhlasan harus menjadi bagian dari visi besar membangun masa depan yang lebih baik.