Selasa, 07 Juni 2016

Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal di Asia Tenggara

Asia Tenggara Eliminasi Tetanus

Maternal dan Neonatal

Poonam Khetrapal Singh ;   Direktur WHO untuk Kawasan Asia Tenggara
                                              MEDIA INDONESIA, 04 Juni 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

ELIMINASI tetanus maternal dan neonatal merupakan satu langkah menuju kesehatan yang lebih baik bagi bayi baru lahir dan para ibu. Di 11 negara anggota WHO kawasan Asia Tenggara (SEAR), tetanus pada ibu dan bayi baru lahir tak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Berikut bagaimana kita dapat mempertahankan keadaan ini.

Kawasan Asia Tenggara telah berhasil melakukan eliminasi terhadap tetanus maternal dan neonatal sebagai masalah kesehatan yang besar.
Dengan meningkatnya cakupan imunisasi dan akses terhadap layanan kesehatan, jumlah ibu dan bayi baru lahir yang mengalami kematian yang menyakitkan karena tetanus menurun hingga di bawah 1 kasus setiap 1.000 kelahiran hidup di setiap kabupaten/kota.

Ini suatu capaian besar. Di 1989, ketika dimulai perang terhadap tetanus neonatal (bayi berusia di bawah 28 hari), yang juga berarti tetanus pada ibu, setiap tahunnya sekitar 787 ribu bayi baru lahir di seluruh dunia meninggal karena racun tetanus. Sebagai dampak dari keadaan tak higienis pada saat persalinan dan penanganan pemotongan tali pusar, racun ini mengakibatkan infeksi, menyebabkan kejang saraf, rahang terkunci, dan hampir selalu berujung pada kematian.

Dengan keberhasilan eliminasi baru-baru ini di India dan Indonesia, kawasan WHO Asia Tenggara yang terdiri atas 11 negara (Bangladesh, Bhutan, DPR Korea, India, Indonesia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Langka, Thailand, dan Timor Leste) telah mencapai tahapan penting. Meskipun prosesnya memerlukan waktu lebih lama daripada yang diharapkan, eliminasi merupakan kemenangan yang harus kita hargai. Di saat yang sama, kemenangan tak berarti segalanya selesai.

Tak seperti polio atau cacar, risiko tetanus maternal dan neonatal tetap ada. Spora tetanus terdapat secara permanen di lingkungan kita, yang berarti jika terjadi kemunduran upaya kesehatan masyarakat, ibu dan bayi baru lahir tetap dapat menjadi korban tetanus. Eliminasi perlu dilihat sebagai upaya tak berkesudahan. Memperkuat upaya kesehatan yang memfasilitasi keberlanjutan eliminasi akan menjamin kelangsungan kesehatan ibu dan bayinya.

Menjaga kelangsungan dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bermutu bagi ibu dan bayi baru lahir amatlah penting. Dengan memastikan akses bagi ibu hamil untuk mendapatkan layanan kesehatan kehamilan dan persalinan yang aman, sistem kesehatan berarti dapat menekan risiko infeksi tetanus dan komplikasi fatal lainnya. Meskipun negara-negara di kawasan ini telah mencapai kemajuan, momentum ini perlu dipercepat. Strategi inovatif harus digunakan untuk menjangkau mereka yang tak terjangkau, seperti melatih pemberi layanan persalinan yang cakap dan menyediakan dana bagi ibu untuk melahirkan di fasilitas kesehatan.

Cakupan imunisasi juga harus dipertahankan dan ditingkatkan. Ibu hamil harus menerima vaksin tetanus-toxoid (TT) dan kombinasi vaksin lain sebagai suatu prioritas sesuai dengan tahap-tahap kehamilan. Sebagaimana diperlihatkan program imunisasi bagi calon pengantin di Indonesia, upaya terobosan tak terbatas diberikan kepada ibu hamil atau bayi baru lahir.

Imunisasi tetanus tak hanya menjadi bagian dari imunisasi rutin pada bayi baru lahir, imunisasi penguatan harus diberikan sesuai dengan usia anak-anak usia berikutnya. Tempat yang baik untuk upaya ini ialah di sekolah. Terlepas dari status validasi yang baru saja diperoleh kawasan ini, otoritas kesehatan harus memastikan tetanus maternal dan neonatal tetap berada dalam daftar penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dan kesempatan unt uk imunisasi tetanus tetap didapatkan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan. Masyarakat yang memiliki kesulitan mencapai akses layanan kesehatan atau tak memiliki pengalaman perlu didorong untuk bersemangat, bergerak, dan mengambil manfaat layanan bagi ibu dan bayi yang baru lahir. Pesan-pesan imunisasi dan persalinan aman harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan menjangkau masyarakat dan disebarkan ke kelompok rentan.

Praktik tradisional yang berisiko membahayakan keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi perlu dipertimbangkan untuk tidak dilakukan sembari upaya terus dilakukan guna membangun kepercayaan, rasa hormat, dan merengkuh seluruh bagian masyarakat. Pengalaman positif dalam berhubungan dengan petugas kesehatan berdampak luas, tak hanya bagi individu, tapi juga komunitas.

Sistem surveilans yang aktif dan efektif sangat vital untuk memantau kemajuan di area-area kunci di atas. Kegagalan di salah satu upaya dapat berarti kematian ibu dan bayi karena infeksi tetanus. Dengan pengawasan melekat terhadap kejadian tetanus pada ibu dan bayi, pemerintah dapat mengevaluasi dampak upayanya. Jika terdapat kekurangan, segera memperbaikinya. Jika terjadi kasus tetanus, perlu dikaji secara mendalam penyebabnya guna memastikan kejadian serupa tak berulang. Seberapa pun hebatnya pencapaian eliminasi, satu kematian ibu dan anak karena tetanus tetap tak layak terjadi.

Bersamaan dengan menyelenggarakan surveilans rutin terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, WHO berkomitmen mewujudkan Tujuan Pembangunan Milenium yang sebelumnya tak tercapai karena keterkaitannya dengan kesehatan ibu dan bayi, yang hilirnya menyumbang pemberantasan tetanus.

Kerja untuk mencapai cakupan kesehatan menyeluruh (universal health coverage) satu prioritas WHO Asia Tenggara akan meningkatkan keseteraan kesehatan dan memastikan lenyapnya kecenderungan terjadinya tetanus pada komunitas rentan.  Bukanlah suatu kebetulan bahwa negara-negara pertama yang berhasil melakukan eliminasi ialah negara bersistem kesehatan terkuat?

Eliminasi tetanus maternal dan neonatal sebagai masalah kesehatan yang besar di Asia Tenggara perlu dirayakan. Inilah waktu teraman dari ancaman tetanus, bagi bayi yang baru dilahirkan di kawasan ini. Namun, kita tak dapat lengah. Tetanus maternal dan neonatal tetaplah beban yang dapat kembali dalam jumlah besar.

Dengan meningkatkan jangkauan dan mutu layanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir, meningkatkan cakupan imunisasi, meraih dukungan lebih besar dari masyarakat, dan memastikan surveilans yang teliti, kita dapat meniadakan kemungkinan terjadinya kembali tetanus maternal dan neonatal. ●