Di akhir periode pertama dan menjelang awal periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan pentingnya investasi asing dan ekspor bagi perekonomian nasional. Hal ini diharapkan jadi jawaban atas persoalan defisit transaksi berjalan (neraca perdagangan barang, neraca perdagangan jasa, neraca pendapatan primer, dan neraca pendapatan sekunder) yang terus terjadi.