Sabtu, 01 April 2017

60 Tahun Uni Eropa

60 Tahun Uni Eropa
Vincent GuÉrend  ;   Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia
                                                        KOMPAS, 30 Maret 2017

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

Enam puluh tahun lalu, pada 25 Maret 1957, enam negara Eropa menandatangani Traktat Roma yang dinamai sesuai dengan ibu kota Italia tempat mereka bertemu.

Aspirasi bersama warga Eropa untuk membangun perdamaian dan kemakmuran melalui suatu tujuan bersama menjadi kenyataan. Proyek integrasi Eropa menjadi suatu magnet yang kuat, secara bertahap meluas dan mendalam menjadi suatu kesatuan yang terdiri atas 28 negara anggota. Setelah melalui banyak perang dan konflik, 510 juta penduduk Eropa memasuki periode damai terpanjang dalam sejarah.

Kini, 60 tahun kemudian, saya merupakan bagian dari jutaan penduduk Eropa yang merayakan. Perdamaian, kemakmuran, kebebasan, dan solidaritas merupakan inti dari proyek integrasi Eropa. Sebuah warisan penting untuk masa depan kami bersama. Sebuah keistimewaan, dibandingkan dengan kakek-nenek dan orangtua kami yang mengalami Perang Dunia I dan II, menjadi yatim piatu dan menderita pada masa Depresi Besar, serta hidup dalam kesulitan dengan situasi masyarakat pasca perang yang hancur dan melarat! Kesempatan tersedia untuk kami ketimbang mereka yang mengalami masa penindasan komunis di Eropa Tengah dan Timur.

Pertama kali dalam sejarah, sebuah benua berupaya untuk menciptakan ”persatuan yang makin mendekatkan warganya” atas dasar nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum. Uni Eropa terus mengembangkan standar tertinggi dalam hal hak asasi manusia bagi warganya dan akuntabilitas bagi lembaga-lembaganya.

Saat ini, Uni Eropa merupakan donatur bantuan pembangunan dan bantuan kemanusiaan terbesar di dunia. Kami bangga atas diberikannya penghargaan Nobel Perdamaian kepada Uni Eropa pada 2012. Penghargaan ini adalah pengakuan atas upaya yang kami lakukan dalam bidang perdamaian dan pembangunan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada saat bersamaan, Uni Eropa menghadapi tantangan-tantangan besar. Uni Eropa dikritik sebagian orang karena dianggap kurang memiliki arah politik yang jelas dan kurang memiliki akuntabilitas serta kian terfokus pada aspek internal. Kenyataannya, Uni Eropa telah mampu memimpin dalam isu-isu seperti perang melawan perubahan iklim, transisi menuju ekonomi rendah karbon, memerangi proliferasi senjata pemusnah massal, ataupun perihal definisi 17 ”Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” yang diadopsi dua tahun lalu di PBB. Uni Eropa adalah pendukung kuat multilateralisme efektif yang didasarkan aturan PBB dan hukum internasional.

Di dunia yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian, Uni Eropa harus berevolusi dan beradaptasi untuk terus melayani aspirasi warganya sebaik mungkin. Beberapa skenario tengah dibincangkan dan tentunya akan menjadi inti dari perdebatan politik nanti saat pemilihan Parlemen Eropa tahun 2019.

Sampai saat itu tiba, Uni Eropa masih memiliki banyak tugas, juga untuk mengatasi tantangan- tantangan internasional. Sebagai pemain aktif dalam G-20, Uni Eropa sudah berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran global, berkat keterlibatan internasional yang konsisten, agenda perdagangan bebas yang ambisius, serta pertumbuhan ekonomi. Merupakan ambisi kami untuk meneruskan hal-hal tersebut di masa mendatang.

Uni Eropa dan Indonesia

Didasari latar belakang ini, Uni Eropa bangga menganggap Indonesia sebagai kawan. Kita berbagi banyak hal serupa dan ada begitu banyak yang ingin kita bangun bersama-sama secara bilateral, secara regional dalam kerangka ASEAN serta forum yang dipimpin ASEAN, dan secara internasional melalui G-20 serta dalam kerangka PBB. Kita terlibat aktif dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Perjanjian ini, jika disepakati, akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan pertumbuhan bagi kedua belah pihak. Kita menginvestasikan dana yang besar untuk pendidikan.

Kita berjuang bersama untuk lingkungan yang lebih bersih di pantai dan di lautan. Uni Eropa akan menjadi tuan rumah konferensi besar ”Our Ocean” pada Oktober—sebelumnya diselenggarakan Amerika Serikat pada 2016 dan akan diselenggarakan Indonesia pada 2018.

Kini, dengan adanya peluang-peluang yang ditawarkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan serta banyaknya tantangan global ke depan, saya percaya bahwa Uni Eropa memiliki peran penting untuk masa depan Eropa dan dunia. Selamat ulang tahun ke-60 Uni Eropa! Hidup Uni Eropa! Hidup kemitraan Uni Eropa dan Indonesia!