Minggu, 08 Mei 2016

Kesejahteraan Guru Meningkat Integritas Harus Naik

Kesejahteraan Guru Meningkat Integritas Harus Naik

Bambang Sudibyo ;   Mantan Menteri Pendidikan Nasional;
Ketua Badan Amil Zakat Nasional
                                               MEDIA INDONESIA, 04 Mei 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

MOMEN peringatan Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kembali pentingnya untuk terus meningkatkan kualitas salah satu pilar penting pembangunan itu. Pendidikan yang ideal memiliki tiga kunci, yaitu bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan merata. Bermutu ialah pendidikan yang mengantarkan peserta didik kepada keimanan dan ketakwaan, memiliki kepribadian tangguh, dan memiliki kompetensi yang tinggi. Tidak kalah penting ialah relevansi, yaitu pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, dan merata. Artinya bahwa pendidikan harus memberikan akses merata kepada seluruh warga negara.

Apalagi saat ini kondisi pendidikan masih jauh dari ideal karena kebutuhan masyarakat terus bergerak sehingga relevansinya juga harus dinamis. Salah satu masalah penting dalam dunia pendidikan terletak pada guru. Saat ini kesejahteraan guru besertifikasi sudah jauh lebih baik, tetapi secara idealisme masih perlu ditingkatkan.

Dedikasi guru sekarang ini menurun sekali. Mereka mudah melakukan komersialisasi pendidikan. Biaya sekolah sekarang gratis dengan adanya dana bantuan operasional sekolah (BOS), tetapi sekolah terus memungut biaya ini itu. Di sinilah muncul peran zakat.

Bagi seorang guru yang beragama muslim, membersihkan hartanya dengan mengeluarkan zakat minimal 2,5% tiap bulan dari penghasilan akan membentuk karakter yang kuat dan berintegritas tinggi. Karakter yang membangun jiwa pengabdian sehingga tahan godaan terhadap segala bentuk penyelewengan dan permainan yang mempersulit masyarakat, terutama kaum tak mampu memperoleh pendidikan yang layak.

Buat investasi

Selain bermanfaat terhadap para pembayarnya, zakat membantu kalangan marginal mendapatkan pendidikan. Zakat meningkatkan akses keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan melalui berbagai program produktif di bidang pendidikan. Ini sebuah investasi jangka panjang untuk pembangunan generasi penerus bangsa.

Dengan dana zakat yang ditunaikan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah berhasil membuat 386 keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki anak yang menjadi sarjana dari berbagai universitas di Indonesia melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Selain itu, sebanyak 45 siswa dibiayai gratis untuk mengenyam pendidikan setara SMP di Sekolah Yatim Baznas Ah Baabullah Center di Bogor, Jawa Barat. Program kerja sama dengan Qatar Charity itu juga memberikan fasilitas asrama gratis dengan fasilitas yang baik.

Ada juga program Kaderisasi Seribu Ulama yang memberikan pendidikan S-2 dan S-3 di bidang agama Islam kepada 324 orang, serta program DINAR yang hingga saat ini telah memberikan beasiswa kepada 1.317 siswa SD hingga SMA. Selain itu, ada pula santunan pendidikan yang telah diberikan kepada ribuan warga yang terbelit kesulitan biaya dengan urgensi tinggi. Seluruhnya dibiayai dengan dana zakat.

Jika zakat dikelola dengan baik dan dibayarkan melalui amil resmi, akan terjadi agregasi sehingga zakat akan terkumpul dan dapat menjadi instrumen keuangan negara. Otomatis itu dapat mengatasi masalah pendidikan.