Selasa, 31 Mei 2016

Kualitas

Kualitas

Samuel Mulia ;    Penulis Kolom PARODI Kompas Minggu
                                                         KOMPAS, 29 Mei 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

Satu minggu yang lalu berita dukacita berturut-turut datang memenuhi hari-hari saya. Peristiwa itu membawa lamunan pada peristiwa kematian dua orangtua saya dan terutama mengembalikan kenangan bagaimana kualitas manusia itu tidak hanya diuji, tetapi terlihat keasliannya setelah upacara pemakaman selesai.

KW

Salah satu senjata ampuh untuk menelanjangi manusia agar tampak keasliannya adalah warisan. Warisan itu mampu meruntuhkan topeng, membongkar kebusukan, atau menunjukkan kecantikan hati dan jiwa manusia. Itu seperti menguji barang asli atau KW.

Maka, kalau melihat foto-foto indah sebuah keluarga yang diunggah di media sosial dengan penjelasan yang menggambarkan kerukunan sebuah hubungan keluarga, ruang di hati saya selalu bersuara sendu tapi menohok. "Lihat aja nanti."

Kebaikan yang ditunjukkan seseorang bisa jadi sebuah agenda tersembunyi untuk mendapatkan sesuatu setelahnya atau memang benar kebaikan yang sesungguhnya. Atau mungkin yang kelihatan sama sekali tak meluangkan waktu untuk hadir, bahkan tak membantu sama sekali, karena mungkin saja tak kuat menghadapi kesedihan akan kehilangan.

Meski ada saja kemungkinan yang lemah waktu pemakaman, akan sangat mampu bertahan sampai mendapatkan bagiannya, bahkan kalau perlu menjadi makhluk yang sangat kuat dan super sabar menghadapi jalan panjang pembagian itu, dan kemudian menghilang setelah semua ada di tangan.

Sudah banyak peristiwa yang saya lihat dan saya dengar bahwa harta bisa membuat manusia kehilangan akal. Maka, saya pernah mendengar ungkapan bahwa cinta uang itu adalah akar dari segala kejahatan.

Sampai saya pernah berpikir bahwa sebaiknya orang tak perlu kaya raya, yang penting cukup untuk membiayai anak sekolah. Jadi, yang ditinggalkan bukan harta berupa uang atau tanah atau aset lain, tetapi aset berupa pengetahuan yang tak bisa diambil oleh siapa pun dan tak bisa dituntut oleh seorang pengacara.

Beberapa hari setelah berita dukacita yang berturut-turut itu, terpikirkan oleh saya untuk menguji kualitas saya sebagai manusia, tepatnya sebagai anggota keluarga. KW atau tidak KW. Kalau KW, apakah KW satu atau dua? Kalau KW satu itu nyaris sempurna kemunafikan yang saya buat, sampai secara kasatmata orang lain tak akan tahu bahwa saya ini penuh kepalsuan.

Berlian

Menilai kualitas yang paling mudah adalah setelah upacara pemakaman selesai. Ketika ada beberapa surat yang harus diselesaikan, ketika ada tagihan kartu kredit atau utang yang harus dilunasi, ketika mendengar warisan dibacakan.

Apakah saya akan merongrong untuk menjual rumah peninggalan karena saya bisa menghitung dan nilainya tinggi dan lumayan untuk bisa dibagikan tanpa memedulikan bahwa itu sebuah aset keluarga yang punya nilai emosional dan bukan hanya nilai kalkulator?

Kemudian setelah pemakaman selesai, setelah tak ada lagi manusia yang menjenguk, dan tersedia waktu yang cukup untuk berpikir ulang, apakah saya benar-benar telah mencintai mereka yang meninggal dengan benar selama ini?

Apakah unggahan saya di media sosial dengan foto-foto dan keterangan yang begitu mesra dilakukan dengan sepenuh hati? Atau hanya sebagai sebuah tindakan menjaga image dan bagian dari agenda yang tersembunyi yang sudah saya rancang dari saat saya mengetahui orangtua saya bertambah kaya?

Apakah saya memang benar manusia yang kualitasnya seperti berlian nomor satu. Sabar, menerima apa pun yang didapat dan hanya berpikir yang baik tentang mereka yang meninggal. Dan berpikir apalah artinya harta berlimpah kalau itu didapat dengan akhlak dan cara yang jauh dari baik.

Kemudian saya dan Anda bisa mengajukan pertanyaan macam ini. Apakah ada korelasinya kualitas saya yang KW atau berlian asli itu dengan tingkat kerajinan hadir di rumah ibadah, berdoa siang dan malam berpuluh tahun lamanya, dan pandai menasihati orang untuk hidup di jalan yang penuh dengan kebenaran?

Kalaupun Anda yang membaca belum pernah mengalami peristiwa seperti yang saya alami, saya juga mengajak Anda untuk menilai kualitas kemanusiaan Anda sekarang ini. Saat Anda menjalani hidup, bekerja, bertetangga, berorganisasi, dan berbisnis.

Agar di suatu hari, kalau peristiwa di atas datang ke hadapan Anda, Anda melakukan semuanya untuk yang meninggal dengan kualitas berlian nomor satu. Menabur bunga dengan air mata yang tidak palsu, perasaan kehilangan yang sesungguhnya dan bukan karena kehilangan pegangan karena tak ada lagi yang bisa membelikan barang duniawi.

Dan terakhir Anda bisa menikmati kenangan dengan tenteram di dalam rumah yang tidak didapat dari menggeser hak orang lain hanya karena warisan yang Anda dapati ternyata tidak sesuai dengan agenda tersembunyi yang belasan tahun telah Anda rancang.