Kamis, 05 Mei 2016

Kecelakaan Lalu Lintas Merenggut Nyawa dan Merugikan Ekonomi

Kecelakaan Lalu Lintas Merenggut Nyawa

dan Merugikan Ekonomi

Douglas Broderick;   United Nations Resident Coordinator
                                              MEDIA INDONESIA, 30 April 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

SETIAP tahunnya, kecelakaan lalu lintas tidak hanya merenggut nyawa 1,25 juta orang, tetapi juga merugikan perekonomian dunia lebih dari US$500 miliar. Selama 20 tahun ke depan, fakta itu diperkirakan terus menanjak bahkan hingga 65% jika keselamatan lalu lintas tidak ditingkatkan. Kecelakaan lalu lintas telah menjadi penyebab utama kematian di kalangan pemuda. Setiap pagi, sekitar 1,8 miliar anak keluar dari rumahnya untuk belajar, tapi kecelakaan membuat 500 dari mereka tidak akan tiba di sekolah atau bahkan kehilangan nyawa.

Sebanyak 26.802 warga Indonesia menjadi korban jiwa dan lebih dari 125 ribu lainnya menderita luka-luka karena kecelakaan per tahun. Kenyataannya, angka itu mungkin lebih tinggi karena banyak kasus di lapangan yang tidak dilaporkan. Kecelakaan lalu lintas merugikan produk domestik bruto Indonesia sebesar 3,1%. Sekitar 90% kecelakaan lalu lintas terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah maupun menengah, seperti Indonesia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 2011 hingga 2020 sebagai Decade of Action for Road Safety. Presiden RI Jokowi telah membuat kebijakan-kebijakan penting demi meningkatkan keselamatan lalu lintas, bahkan ketika beliau menjabat Gubernur DKI Jakarta. Kecelakaan lalu lintas di Indonesia pun sudah berkurang sejak 2009 berkat implementasi strategi nasional yang menargetkan penurunan tingkat kematian hingga 50% pada 2020.

Benar bahwa kecelakaan lalu lintas ialah masalah besar, tetapi solusinya pun cukup sederhana: kualitas jalan yang lebih baik, kendaraan yang lebih aman, pemakaian helm dan seat belt yang lebih sering, pengawasan pelanggaran peraturan yang lebih ketat, dan kampanye keselamatan yang lebih berdampak.

Kualitas jalan yang baik dapat mengurangi jumlah kecelakaan. Di Indonesia, infrastruktur transportasi telah ditingkatkan sebagai upaya mencegah tabrakan, termasuk di dalamnya audit formal di tahap prakonstruksi untuk proyek-proyek jalan baru dan inspeksi rutin terhadap infrastruktur jalan lama. Investasi sektor swasta berperan untuk pengembangan jalan dan transportasi publik.

Indonesia membutuhkan kontribusi sektor swasta untuk memenuhi 70% kebutuhan dana infrastruktur. Sekitar Rp500 triliun dapat diinvestasikan sektor swasta untuk jalan tol, tetapi memerlukan mekanisme pembiayaan multitahun berbasis performa yang efektif. Dengan kerja sama sektor swasta dengan pemerintah Indonesia, skema risiko proyek-proyek infrastruktur menjadi lebih merata, terlaksana tepat waktu, dan sesuai anggaran, serta berkualitas baik sehingga menurunkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ketika kecelakaan terjadi, kendaraan yang lebih aman dapat menurunkan kemungkinan adanya korban jiwa. Pada 2013, lebih dari 100 juta kendaraan terdaftar secara resmi di Indonesia. Hampir 90% di antaranya motor dan kendaraan roda tiga, lalu sisanya mobil, truk berat, dan bus.

Kendaraan yang aman memiliki standar pengamanan tabrakan langsung yang lebih baik, kontrol kestabilan elektronik, dan perlindungan bagi pejalan kaki. Peraturan pemerintah Indonesia yang mendukung keselamatan serta kebutuhan konsumen terhadap keamanan menjadi insentif bagi produsen kendaraan dan insinyurnya dalam membuat kendaraan yang lebih sesuai.

Risiko pengguna motor yang menjadi korban jiwa maupun luka-luka juga dapat diturunkan bila selalu mengenakan helm. Kenyataannya, dua dari tiga kecelakaan berdampak luka ringan bagi pengendara motor. Tindakan-tindakan penyelamatan seperti peraturan helm bagi pengendara dan penumpang motor telah diberlakukan. Namun, sayangnya, 20% pengendara dan 50% penumpang motor belum mematuhi peraturan itu.

Di sisi lain, peraturan seat belt baru diberlakukan pada pengguna mobil yang duduk di depan, tapi tidak di belakang. Peraturan lalu lintas perlu semakin diperketat demi mengurangi insiden kecelakaan. Peran polisi di lapangan sangatlah penting agar pengemudi selalu mematuhi marka jalan baru maupun yang diperbarui, serta tidak melanggar peraturan lalu lintas yang dibuat pemerintah.

Kampanye keselamatan pun dapat mengurangi kemungkinan jatuhnya korban. Kepolisian Republik Indonesia telah menjalankan program Police Goes to Campus yang menjadikan anak muda dan siswa sebagai agen perubahan untuk keselamatan lalu lintas. Tantangan dalam mengembangkan program itu ada pada upaya penyebarluasannya ke seantero negeri. Program-program lain pun telah dilaksanakan demi menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas, seperti pameran lalu lintas dan penyuluhan kesadaran bagi pengendara taksi motor atau ojek.

Namun, selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada siapa pun agar tidak menggunakan telepon seluler dan internet selagi mengemudi.
Tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan dapat berperan penting pula.

Institusi-institusi media nasional maupun regional di Indonesia kini mendukung penuh upaya The Federation Internationale De L'Automobile (FIA) dan aktris Michelle Yeoh sebagai juru bicaranya, dalam mengampanyekan program A Safe Road to School.

Dalam rangka memperingati Pekan Keselamatan di Jalan (Road Safety Week) yang digelar setiap tahun, kita harus terus menghargai tiap upaya Indonesia yang kian memperbaiki keselamatan lalu lintasnya. Meski tidak semua kecelakaan dapat dihindari, setiap orang dapat berperan memastikan keselamatan sesamanya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung penuh pemerintah Indonesia, sektor usaha, dan kelembagaan masyarakat dalam mengupayakan pengurangan setengah dari jumlah kematian akibat lalu lintas pada 2020.

Berita buruknya, sekitar 400 warga Indonesia akan menjadi korban jiwa atau luka-luka karena lalu lintas setiap harinya. Berita baiknya, kita sudah punya semua solusi yang dibutuhkan untuk menjadikan mobilitas lebih aman bagi masyarakat.

Marilah kita bekerja sama untuk semakin memperbaiki lalu lintas dan mengamankan kendaraan. Setiap dari kita dapat berperan penting dengan selalu mengenakan helm, mengencangkan seat belt, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengingatkan sesama agar tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara.