Selasa, 29 Maret 2016

Taliban, Sejarah Kelam Pakistan

Taliban, Sejarah Kelam Pakistan

Musthafa Abd Rahman ;  Wartawan Kompas
                                                       KOMPAS, 29 Maret 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

Pakistan kembali bersimbah darah. Sedikitnya 70 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan bom bunuh diri di sebuah taman di kota Lahore, Pakistan, Minggu (27/3) malam. Faksi pecahan dari Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar, menyatakan bertanggung jawab. Bagi Pakistan, kehadiran milisi ekstrem itu jadi awal kelam sejarah negeri tersebut.

Cerita Taliban Pakistan adalah cerita musibah negeri Pakistan. Lahir dan kemunculan faksi Taliban Pakistan jadi awal kelam sejarah modern negeri yang didirikan Muhammad Ali Jinnah pada 1947.

Faksi Taliban Pakistan tercatat didirikan pada 14 Desember 2007. Namun, embrio kelahiran Taliban Pakistan itu sudah mulai terpantul sejak invasi Amerika Serikat (AS) ke Afganistan pada 2001 untuk menumbangkan rezim Taliban di Kabul.

Tak lama setelah invasi AS ke Afganistan, muncul gerakan bersenjata menolak invasi AS. Sebagian besar anggota gerakan bersenjata itu berasal dari wilayah barat laut Pakistan yang berbatasan dengan Afganistan, persisnya dari area federal Tribal dan North-West Frontier Province (NWFP). Sebagian besar mereka berasal dari suku Pashtun di wilayah sepanjang perbatasan Pakistan-Afganistan.

Kemunculan gerakan bersenjata yang terkesan secara spontanitas itu sebagai solidaritas terhadap Taliban di Afganistan. Kebetulan sebagian besar anggota gerakan bersenjata tersebut dan anggota Taliban di Afganistan berasal dari satu suku, yakni Pashtun, dan menganut mazhab sama, yakni Abu Hanifah.

Gerakan bersenjata itu mengarahkan serangan pada sasaran pemerintah dan militer Pakistan yang dituduh berkolaborasi dengan AS dalam penggulingan rezim Taliban di Afganistan.

Gerakan bersenjata itu terus berkembang seiring dengan pendudukan AS di Afganistan dan diizinkannya pesawat tempur AS menggunakan pangkalan udara militer di Pakistan untuk menggempur sisa-sisa gerilyawan Taliban di Afganistan. Aksi anti AS dan pemerintah Pakistan pun semakin kuat di NWFP dan area federal Tribal.

Militer Pakistan, dibantu pesawat tanpa awak AS, sejak tahun 2003 hingga 2005, terlibat pertempuran sengit dengan gerakan bersenjata tersebut. Namun, militer Pakistan gagal menumpas gerakan bersenjata tersebut. Gerakan bersenjata itu bukannya melemah akibat operasi militer Pakistan tersebut, melainkan malah kian kuat.

13 faksi anggota

Akhirnya sebuah gerakan didirikan secara resmi yang diberi nama Gerakan Taliban Pakistan atau dalam bahasa Urdu dinamakan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) pada 14 Desember 2007 dipimpin Baitullah Mehsud.

Baitullah Mehsud wafat pada Agustus 2009. Posisinya digantikan Hakimullah Mehsud. Setelah Hakimullah Mehsud tewas dalam serangan udara AS, November 2013, TTP kini dipimpin Maulana Fazlullah.

TTP beranggotakan 13 faksi bersenjata yang sebagian besar berasal dari suku Pashtun dan beroperasi di NWFP dan area federal Tribal. Diperkirakan, TTP kini memiliki sekitar 30.000 personel pasukan bersenjata ringan dan menengah.

Sesuai dengan faktor kemunculannya, TTP menganut doktrin jihad bersenjata untuk melawan Barat dan militer Pakistan. Selama hampir 10 tahun terakhir ini, sejak berdirinya TTP tahun 2007, Pakistan sarat cerita pertumpahan darah.

Berbagai serangan TTP terhadap sasaran Pemerintah Pakistan meluas ke wilayah lain seperti Islamabad, Karachi, dan Lahore. TTP terlibat pembunuhan mantan PM Pakistan Benazir Bhutto pada 2007, serangan Hotel Marriott di Islamabad tahun 2008, serangan sekolah angkatan darat di Peshawar tahun 2014, dan serangan lainnya.

Pemerintah Pakistan pada 25 Agustus 2008 menetapkan TTP sebagai organisasi teroris. Hal serupa dilakukan AS pada September 2010. Namun, TTP sudah terlalu kuat di Pakistan.

Militer Pakistan akhirnya realistis, yakni sering terlibat berunding dengan TTP dan sering pula mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, pelaksanaan gencatan senjata itu selalu tidak berlangsung lama.

Dalam dua tahun terakhir ini, TTP sering terdesak dalam pertempuran dengan militer Pakistan. Bahkan, pada Mei 2014, lebih dari 50 anggota dan pimpinan TTP tewas dalam serangan udara militer Pakistan atas tempat persembunyian mereka di wilayah Waziristan.

Hal itu memaksa sejumlah petinggi TTP mengajak berunding dengan militer Pakistan. Sejak itu pula, TTP mulai pecah antara pro dan kontra berunding dengan militer.

Pada Februari 2014, muncul sempalan dari TTP bernama Jamaat-ul-Hind yang dipimpin Maulana Umar Qasmi. Pada Agustus 2014, sejumlah pemimpin TTP memisahkan diri dan mendeklarasikan faksi baru bernama Jamaat-ul-Ahrar yang dipimpin Maulana Qasim Khorasani. Ada pula sempalan lain, TTP Waziristan selatan, yang dipimpin Khalid Mehsud.

Faksi-faksi sempalan itu lebih keras ketimbang TTP induk, membuat cerita pertumpahan darah di Pakistan akan terus berlanjut. ●