Sabtu, 26 Maret 2016

Pro-Kontra Transportasi Berbasis Aplikasi

Pro-Kontra Transportasi Berbasis Aplikasi

Nety Nurda ;  Fellow pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)
Republik Indonesia
                                             MEDIA INDONESIA, 24 Maret 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

KEADILAN ekonomi telah diamanatkan dalam Pasal 33 UUD Tahun 1945. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa ekonomi kerakyatan adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi. Kegiatan ekonomi timbul karena adanya kebutuhan dan keinginan manusia, yang pemenuhannya ada yang memiliki cara-cara dan filosofi yang berbeda sehingga menghasilkan berbagai bentuk sistem dan praktik ekonomi. Sistem dan praktik ekonomi terus berkembang pesat seiring pengaruh dinamika perkembangan global yang ada. Berbagai inovasi kegiatan ekonomi terus bermunculan, termasuk di dalamnya inovasi dalam kegiatan ekonomi yang menggunakan teknologi online.

Melalui pemanfaatan teknologi online berbasis aplikasi tertentu, kita dapat melakukan kegiatan ekonomi secara lebih kompetitif, seperti misalnya perdagangan barang dan jasa melalui internet yang disebut e-commerce. Dengan e-commerce, proses transaksi perdagangan menjadi lebih singkat, dapat dilakukan kapan dan di mana saja, menghemat tenaga, dan lain-lain yang semuanya berorientasi kepada kemudahan dan fleksibilitas serta efisiensi bagi semua pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. Namun demikian, dengan e-commerce bukan berarti lantas bebas masalah. Pasalnya, e-commerce membutuhkan akses terhadap infrastruktur secara memadai, termasuk di dalamnya regulasi yang memberikan jaminan keamanan maupun keadilan bagi semua pelaku ekonomi. Jika tidak, persoalan seperti penipuan, hacking, kerumitan pengendalian, maupun keributan antarpelaku bisnis e-commerce akan membayangi.

Melihat perkembangannya di Indonesia, pasar e-commerce yang terus tumbuh subur seiring semakin berkembangnya teknologi dan permintaan konsumen, telah menciptakan pengusaha e-commerce yang semakin menggurita. Bahkan, e-commerce kini menjadi sarana dan prasarana yang dinilai paling cocok dengan kondisi geografis, jumlah penduduk dan iklim bisnis Indonesia. Dengan kelebihan yang ditawarkan oleh e-commerce baik dari kecepatan, kemudahan dan biaya yang lebih murah, semakin banyak para pebisnis yang memanfaatkan untuk menawarkan barang dan jasanya kepada konsumen.

Namun, di sisi lain dengan berkembang pesatnya bisnis online melalui e-commerce tidak sedikit mengakibatkan pebisnis yang tidak memanfaatkan e-commerce menjadi lemah karena banyak konsumen yang lebih memilih jalur e-commerce dengan berbagai kelebihannya. Hal ini menjadi fenomena yang wajar, sejauh tidak melanggar regulasi- regulasi yang telah diatur Negara.

Pro kontra aplikasi online

Pada Selasa, 22 Maret 2015, lalu terjadi demonstrasi yang dilakukan awak jasa transportasi yang katanya menuntut sebuah keadilan akibat keberadaan jasa transportasi berbasis aplikasi online. Melihat hal tersebut, pada dasarnya negara memiliki kekuasaan penuh untuk bertanggung jawab serta memastikan keadilan ekonomi yang terjadi di masyarakat sehingga perlu adanya keseimbangan yang jelas, antara sentralisme dan desentralisme. Hal itu guna menjamin keadilan ekonomi, dengan tetap menjaga prinsip efisiensi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pro kontra yang terjadi sebenarnya ialah akibat dari booming-nya kegiatan ekonomi berbasis online yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi beberapa pelaku ekonomi sehingga memunculkan konflik antaranggota pelaku bisnis yang dilatarbelakangi kepentingan ekonomi. Untuk menyiasati ketimpangan yang terjadi akibat kegiatan ekonomi berbasis online dan non-online, negara harus mengambil bagian penting. Bukankah sebaiknya kegiatan ekonomi non-online bisa menyesuaikan dengan kegiatan ekonomi yang berbasis online sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih meningkat lagi, asalkan regulasi yang ada harus disesuaikan terkait dengan pajak dan perizinan.

Kembali pada pro kontra terkait dengan jasa angkutan umum berbasis -online yang saat ini makin banyak dimanfaatkan masyarakat karena kemudahan, kecepatan kenyamanan, dan biaya yang lebih murah, membuat para pelaku jasa angkutan umum konvensional gerah. Jika tidak segera diatasi akan semakin memicu konflik horizontal. Namun, diharapkan jasa angkutan umum berbasis online ini tidak sekonyong-konyong diblokir atau dihilangkan karena angkutan berbasis aplikasi online ini sudah menjadi tren yang mendunia dari sebuah revolusi angkutan umum.

Kehadiran negara sangat diperlukan

Konflik mengenai jasa angkutan umum berbasis online ini dapat menjadi salah satu bentuk hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan membahayakan integritas bangsa karena dikhawatirkan dapat berpotensi anarkistis dalam penyelesaiannya. Namun, di sisi lain, jasa angkutan umum berbasis online ini merupakan bentuk peningkatan pertumbuhan ekonomi secara cepat.

Sebagai masyarakat ataupun bagian dari awak jasa angkutan yang terlibat, kita harus menyikapi pro kontra jasa angkutan umum berbasis online ini secara cerdas sehingga tidak akan menimbulkan konflik yang mengarah anarkistis. Perkembangan teknologi informasi yang menciptakan e-commerce merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Oleh karena itu, kata kunci dari penyelesaian pro kontra yang bermartabat adalah negara dalam konteks menghadirkan regulasi yang mengandung nilai-nilai keadilan, semangat kegotongroyongan, persamaan hak dan kewajiban serta mendorong tumbuh kembangnya dunia bisnis yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pada sisi yang lain, masyarakat pun sebagai pelaku bisnis maupun konsumen dituntut untuk berperilaku jujur, arif, dan bijaksana yang mengedepankan semangat kebersamaan dalam menyikapi setiap persoalan serta tidak apriori terhadap perkembangan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan peradaban bangsa.

Besar harapan kita, Indonesia tetaplah damai. Setiap perubahan harus kita sikapi dengan cermat, cerdas, dan bijaksana. Bukan hanya tugas negara, melainkan juga menjadi tugas kita bersama dalam memajukan bangsa ini. Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 merupakan kunci utama keberhasilan bangsa ini. ●