Sabtu, 04 Juni 2016

Meningkat, Ancaman Global Berkedok Kemasan Rokok

Meningkat, Ancaman Global Berkedok

Kemasan Rokok

Thomas Lesnak  ;   Konsultan Keamanan;  Pernah bekerja di Departemen Luar Negeri AS dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api & Bahan Peledak AS
                                              MEDIA INDONESIA, 01 Juni 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

ADA satu kebenaran fundamental yang mendasari pemikiran setiap organisasi kriminal: jika dengan menjual suatu produk akan menghasilkan keuntungan, juallah. Perdagangan obat-obatan ilegal dan terlarang di seluruh dunia bukanlah hal yang baru. Itu hampir tidak dikenal publik dan tidak tampil di layar lebar. Produk itu menjadi salah satu primadona dalam perdagangan kriminal global yang menyaingi ukuran dan keuntungan penyelundupan obat-obatan terlarang serta dengan cepat menjadi favorit organisasi kriminal dan teroris internasional: produk tembakau ilegal.

Untuk yang belum tahu, mudah untuk menganggap tembakau ilegal sebagai sesuatu yang tidak berbahaya dan dapat dijual di bagian belakang toko serbaada di lingkungan sekitar atau sudut jalan. Kenyataannya, produk itu jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya. Departemen Luar Negeri AS, Interpol, PBB, dan organisasi lainnya menganggap tembakau ilegal sebagai epidemi yang mendanai organisasi kriminal dan teroris di seluruh dunia.

Pada Maret lalu, 700 polisi Kanada menggagalkan operasi penyelundupan tembakau terbesar dalam sejarah Amerika Utara. Keuntungan dari hasil operasi penyelundupan itu, menurut rencana, akan digunakan untuk membeli kokain dan melakukan tindak pencucian uang sampai ke Eropa. Baru-baru ini, pihak berwenang menyita tembakau dan senjata yang ditujukan untuk sejumlah kelompok teroris di Libia.

Setiap tahun, lebih dari 400 miliar batang rokok dijual secara ilegal di seluruh dunia. Itu menjadikannya sebagai produk legal yang paling banyak diselundupkan. Mengapa? Tidak ada komoditas lain yang mudah untuk diselundupkan; cukup melintasi perbatasan dengan sedikit risiko demi keuntungan yang besar.

Pola pelanggaran hukum yang dilakukan organisasi penyelundup tembakau mengalami peningkatan di seluruh dunia. Di waktu yang sama, pemerintah mengusulkan peraturan baru yang hanya dapat dipatuhi industri tembakau yang sah.

Penerapan kebijakan 'kemasan polos' untuk semua produk tembakau yang dijual di Australia menjadi contoh yang tepat dalam menunjukkan bahwa pemerintah, tanpa disadari, membuat sebuah kejahatan yang sudah dipandang sebagai kejahatan yang sepele, menjadi semakin mudah dilakukan dan semakin menguntungkan.

Tahun ini Organisasi Kesehatan Dunia mengangkat tema kemasan polos untuk peringatan Hari tanpa Tembakau Sedunia yang berlangsung setiap tahun. Banyak yang akan mengatakan kebijakan kemasan polos akan menjadi alat efektif membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Sayangnya, sedikit yang akan mengatakan tentang bagaimana kemasan polos akan menambah pundi-pundi para pelaku kriminal dan teroris di seluruh dunia. Australia ialah negara pertama yang menerapkan kebijakan kemasan polos, yang melarang penggunaan semua merek dagang pada kemasan rokok, serta mengharuskan semua produk tembakau dijual dengan menggunakan kemasan rancangan pemerintah yang tidak menarik dan hampir serupa satu sama lain. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi rokok. Hasilnya sejauh ini: menguntungkan pelaku kriminal.

Pemerintah Indonesia juga berada di bawah tekanan yang luar biasa untuk mempertimbangkan kebijakan kemasan polos dalam waktu dekat. Sebuah studi yang didukung Bea dan Cukai Indonesia menunjukkan rokok ilegal di Indonesia terus meningkat secara konsisten, minimal 1% per tahun--sebesar 6,8% pada 2010 ke 11,6% pada 2014. Persentase tersebut berarti kerugian pemerintah sebesar US$300 juta-US$700 juta, menurut sebuah studi lain dari Universitas Indonesia. Kerugian pemerintah berarti keuntungan para pedagang produk tembakau ilegal.

Para pelaku kriminal tidaklah bodoh. Lihat saja Provisional IRA yang memiliki peringkat di antara penyelundup rokok yang paling produktif di dunia. Penyelidikan terbaru menunjukkan mereka sedang mempelajari bagaimana kemasan polos--diberlakukan di Irlandia pada Mei--telah menyebabkan penjualan tembakau ilegal di Australia melambung. Hampir 30% dari rokok yang dijual di Irlandia ialah rokok ilegal, merugikan pemerintah sebesar 600 juta euro per tahun. Angka penjualan rokok ilegal dan kerugian pemerintah diperkirakan akan meningkat setelah Mei.

Di seberang Laut Irlandia, tembakau ilegal telah menyebabkan pemerintah Inggris kehilangan pendapatan sebesar 2 miliar pound sterling per tahun--jumlah yang sangat besar dan mencengangkan. Inggris akan segera memberlakukan kebijakan kemasan polos dan tidak diragukan lagi, para pelaku kriminal di Inggris akan memantau IRA untuk mencari cara hal itu juga dapat mempertebal dompet mereka.

Di Kanada, tempat terjadinya penggerebekan besar-besaran oleh polisi pada Maret lalu, jajaran pejabat pemerintah di bawah kepemimpinan Trudeau telah mengumumkan akan menerapkan kebijakan kemasan polos; kabar gembira bagi para pelaku kriminal di Kanada.

Tentunya, produk yang dijual pelaku kriminal ini tidak bisa dipercaya. Tembakau ilegal berisiko menimbulkan beragam masalah kesehatan yang signifikan. Pelaku kriminal sering kali menggunakan zat-zat yang terkandung dalam cairan pembersih lantai atau lebih buruk lagi.

Para pelaku kriminal juga tidak peduli siapa yang membeli produk mereka. Mereka tidak sungkan menjual rokok murah kepada anak di bawah umur dan tidak ada yang dapat menghentikan mereka melakukan hal itu.

Di tingkat global, Protokol untuk Menghilangkan Perdagangan Produk Tembakau Ilegal oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpotensi mengurangi penjualan tembakau ilegal. Akan tetapi, itu juga bisa tidak efektif karena adanya anggota WHO yang mengabaikan fakta di dunia nyata. Dunia nyata telah berbicara: kemasan polos adalah teman baik penyelundup tembakau.