Rabu, 02 Juli 2014

Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia

Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia

Anonim  ;  ( Tanpa Penjelasan )
KORAN SINDO, 01 Juli 2014
                                                
                                                                                         
                                                      
Industri telekomunikasi terus berubah. Semisal, pada awalnya, penggunaan telepon seluler hanya untuk komunikasi suara dan pengiriman pesan melalui SMS , tetapi kini telepon seluler sudah sangat canggih.

Tak sekadar untuk kebutuhan komunikasi, melainkan juga dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis. Kebutuhan komunikasi dan kegiatan bisnis yang semakin canggih membuat operator telekomunikasi harus berbenah dan berinovasi untuk memenangi persaingan. Apalagi kini pasar industri telekomunikasi sudah memasuki fase jenuh lantaran penetrasinya sudah mencapai hampir 100%. Dalam masa ini, para operator telekomunikasi harus berupaya dengan berbagai strategi untuk mempertahankan pelanggannya atau berinovasi untuk merebut pelanggan operator lain.

Operator telekomunikasi dituntut bekerja lebih keras karena berdasarkan survei Tektronix Communications awal April lalu, operator seluler Indonesia memiliki risiko kehilangan hampir seperempat dari jumlah pelanggan mereka. Layanan pelanggan yang buruk adalah alasan yang menjadi pertimbangan utama berpindah operator. Meski penetrasi seluler sudah mencapai hampir 100%, pasar di industri telekomunikasi, khususnya seluler, masih mempunyai ruang untuk berkembang. Industri operator seluler diprediksi mampu tumbuh 7- 8% tahun ini.

Salah satu faktor pendorong pertumbuhan adalah rencana operator yang terus meningkatkan layanan data dengan menggelontorkan dana triliunan rupiah guna memperkuat jaringan infrastrukturnya. Pengguna layanan internet yang masih terbilang sedikit dibandingkan dengan pelanggan seluler bisa menjadi celah bagi operator untuk mengembangkan bisnis. Saat ini penetrasi internet di Tanah Air baru mencapai 25% dari total penduduk. Masih ada ruang pertumbuhan menjanjikan untuk seluler, baik secara demografis, geografis maupun layanan seluler baru seperti digital.

Secara industri, saat ini ratarata 70% pendapatan operator berasal dari layanan suara dan pesan singkat, sedangkan 30% dari layanan data. Namun porsi tersebut bisa terbalik dalam tiga sampai empat tahun mendatang. Dengan kata lain, kontribusi layanan data bisa mencapai 70% pada 2016. Hal itu terkait dengan gencarnya perkembangan broadband dan smartphones sehingga mendorong perkembangan data dan digital business .

Basic service seperti voice dan SMS tetap masih berperan penting untuk kebutuhan dasar konsumen dalam berkomunikasi, tetapi untuk 18 bulan ke depan kita akan melihat perkembangan cukup signifikan pada broadband dan digital business. Nantinya kedua hal ini akan menjadi pendapatan utama operator. Menyikapi perkembangan ini, Telkomsel telah jauh-jauh hari melakukan transformasi untuk menghadapi revolusi di industri telekomunikasi.

Di era globalisasi ini persaingan tak hanya datang dari operator lokal lainnya, tetapi juga dari raksasa semacam Google , Facebook, dan masih banyak lagi. Meski begitu industri telekomunikasi Indonesia cukup beruntung karena majunya belakangan sehingga relatif mempunyai waktu yang lebih banyak atas dampak perubahan yang ekstrem di industri ini. Sebagai gambaran di Amerika Serikat, dulu yang terkenal adalah operator AT&T, tapi sekarang pamornya sudah tenggelam dengan nama besar Google .

Sementara di Eropa, dulu nama France Telecom dan British Telecom sangat dominan, tetapi sekarang digantikan Vodafone. Artinya terjadi perubahan industri di mana benang merahnya revolusi industri ini adalah lahirnya internet protocol (IP). Dalam melihat industri ini ke depan, kunci utamanya terletak pada pembangunan ekosistem DNA: device, network, dan application . Dahulu hampir tidak ada device dan application , hanya network . Namun seiring dengan berjalannya waktu, karena di-drive oleh teknologi IP, yang jauh lebih berkembang ternyata adalah application atau over the top (OTT).

Hal ini membuat bisnis network yang dominan selama ini dilakukan operator menjadi terjepit. Pasalnya, investasi di bisnis network itu ada dua, yaitu orang dan perangkat, sedangkan di application investasinya hanya orang. Jika perusahaan penyedia network tidak cerdas, ke depannya akan terjepit. Solusi untuk perusahaan network yang berhasil bukanlah persaingan, tetapi justru berkolaborasi dan mengekspansi diri. Hal inilah yang akan membuat terjadinya konsolidasi bisnis pada ekosistem DNA di tahun 2020 di mana sebuah perusahaan dapat memiliki ketiga unsur tersebut.

Langkah ini yang sedang ditempuh Telkomsel di mana perusahaan tidak lagi disebut telecommunication company, tapi digital company (dico). Sebagai tahap awal untuk sepenuhnya menjadi digital company, Telkomsel memperkuat sisi network terlebih dahulu, sekalipun saat ini telah memiliki BTS sebanyak 76.000 unit yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, mencakup 98% populasi Indonesia. Terdapat tiga hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan network , yaitu coverage, capacity, dan capability.

Dengan pelanggan mencapai lebih dari 135 juta per April 2014, tentunya kebutuhan ini pun menjadi cukup besar, apalagi dengan penggunaan data (internet) yang semakin meningkat di kalangan pelanggan. Selain dari sisi network atau jaringan, untuk mempercepat terwujudnya digital company juga diperlukan sumber daya manusia yang andal. Jadi tidak salah jika tahun ini Telkomsel dan Telkom ingin membangun 20 digital valley sebagai pusat berkumpulnya developer lokal yang akan bisa melahirkan aplikasi- aplikasi yang tidak saja menguntungkan dari sisi bisnis, tetapi juga turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melihat perkembangan saat ini, terdapat tigacara untukmendongkrak pertumbuhan digital services di tahun-tahun mendatang, yaitu bekerja sendiri, bermitra atau mengakuisisi perusahaan lain. Tentu para operator punya strategi masing-masing dalam mengembangkan bisnisnya. Namun yang pasti meski jumlah pelanggan tidak mungkin akan selalu naik atau bertambah, dari sisi application ternyata ke depannya masih banyak peluang yang bisa digarap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar