|
Dalam beberapa
tahun terakhir, kita telah menyaksikan pergeseran geopolitik mendalam yang
secara fundamental mengubah lanskap global. Menghadapi berbagai proses
transformasi global ini, peranan kawasan Asia Pasifik muncul sebagai faktor
signifikan yang sangat menentukan saat ini, dan sangat mungkin menentukan arus
utama perkembangan internasional dalam waktu tak lama lagi.
Kawasan ini
akan menjadi pemain berpengaruh dari arsitektur tata dunia polisentris yang
sedang terbentuk.
Di tengah
gejolak ekonomi dan keuangan dunia yang sedang terjadi, negara-negara Asia
Pasifik akan terus menunjukkan energi pertumbuhan dan tetap menjadi lokomotif
kemajuan global, meski laju pertumbuhan tinggi di negara-negara itu sedikit
melambat akhir-akhir ini.
Hari ini, Asia
Pasifik jadi pusat vital pembangunan ekonomi, menjadi pengaruh politik yang
progresif, dan kawasan yang menarik untuk menjalin kerja sama. Sebuah titik
temu berbagai kepentingan para pemangku kepentingan utama dan berbagai
institusi multilateral besar.
Tentu saja,
Rusia sebagai bagian organik dan tak terpisahkan dari kawasan ini juga
memperkuat kehadirannya di sini. Bagi kami, ini soal prinsip. Keterlibatan kami
yang lebih besar dalam berbagai urusan komunitas regional adalah prasyarat
utama guna mengamankan pembangunan nasional dan kebangkitan sosial ekonomi
wilayah Siberia dan Timur Jauh Rusia.
Komitmen kami
jelas untuk memastikan kekuatan, stabilitas, keamanan, dan kemakmuran Asia
Pasifik. Intensifikasi kebijakan ”Jalur Timur”, pengembangan ikatan bilateral
regional, partisipasi dalam berbagai struktur antar-pemerintahan adalah
prioritas kebijakan luar negeri Rusia.
Kebijakan Rusia
di Asia Pasifik telah direncanakan dan fokus, dengan tujuan menciptakan
perimbangan kekuatan yang benar-benar stabil dan perluasan agenda regional yang
kohesif. Implementasi tujuan-tujuan ini didasarkan pada landasan kuat hubungan
bilateral kami dan kerja sama berbagai bidang dengan negara-negara di kawasan,
yang sebagian besar telah terjalin lama.
Hubungan kami
dengan China, India, dan Vietnam telah ditingkatkan menjadi kemitraan
strategis. Hubungan dengan negara-negara ASEAN, AS, Jepang, Korea Selatan,
Selandia Baru, Australia, dan Kanada juga terus berkembang dengan dasar yang
kuat dan saling menguntungkan.
Logika
kebijakan luar negeri Rusia di Asia Pasifik berawal dari pengakuan akan fakta
bahwa perwujudan lingkungan hubungan internasional yang maju dan sejalan dengan
berbagai realitas modern adalah sangat krusial.
Konfigurasi
seperti itu harus secara simultan menyediakan peluang yang luas untuk mendorong
perdagangan multilateral, kerja sama ekonomi dan investasi, menghapus berbagai
tantangan keamanan multidimensi, mencegah munculnya ancaman-ancaman baru, dan
bertujuan membentuk ruang ekonomi dan politik yang terintegrasi.
Asia Pasifik
membutuhkan sebuah sistem untuk memastikan kerja sama yang adil, perimbangan
kekuatan yang sejati, dan harmoni antara berbagai kepentingan. Penting bagi
semua negara, bersama mitra-mitra lainnya, untuk bisa berpartisipasi dalam
merancang agenda baru hubungan regional dan dalam menuntaskan berbagai masalah
pembangunan yang mendesak.
Kami mendukung
sebuah tata regional yang tidak diskriminatif, tanpa pemaksaan berbagai
pendekatan unilateral, tanpa pembedaan antara pemimpin dan pendukung, dan
dengan komunikasi antarnegara berdasarkan rasa saling percaya dan saling
menghormati.
Negara-negara
Asia Pasifik telah membuat kemajuan luar biasa pada arah itu. Para menteri luar
negeri negara-negara KTT Asia Timur (EAS) pada pertemuan terakhir mereka
memutuskan meluncurkan konsultasi multilateral tentang keamanan regional.
Bahkan,
tercapai konsensus tentang perlunya mengembangkan pendekatan yang paling
proporsional untuk memperkuat keamanan dan mengembangkan interaksi guna mencari
penataan berbagai aturan main yang bisa diterima semua pihak.
Rusia meyakini,
arsitektur semacam itu harus didasarkan pada kesatuan tak terpisahkan antara
keamanan, penyelesaian perselisihan secara damai, tidak menggunakan kekuatan
(militer) atau ancaman kekuatan, penolakan konfrontasi, dan kerja sama
menghadapi negara-negara pihak ketiga, serta kemitraan berbagai organisasi
multilateral.
Untuk mencapai
tujuan-tujuan ini, kami berniat mendorong dan memperkuat integrasi ekonomi
dengan titik berat utama pada forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
Pada 2012,
Rusia untuk pertama kalinya memimpin APEC, dan menurut penilaian para mitra
kami, kami menjalankan tugas ini dengan cukup baik.
Izinkan saya
mengingatkan kembali bahwa seiring dengan tugas tradisional untuk memajukan
perdagangan, liberalisasi investasi, dan integrasi ekonomi regional, kita juga
menyoroti isu-isu keamanan pangan, peningkatan produksi dan rantai pasokan, dan
mendorong pertumbuhan yang inovatif di kawasan.
Kami juga
mendorong kerja sama di bidang energi, pelayanan kesehatan, memerangi terorisme
dan korupsi, dan kesiapan menghadapi situasi darurat, yang juga sangat penting
bagi kawasan ini.
Menjelang KTT
APEC yang dijadwalkan pada 7-8 Oktober di Bali, penting untuk menyatakan bahwa
Indonesia—ketua APEC saat ini—telah memastikan kelanjutan agenda forum
tersebut.
Pendek kata,
Rusia mengusulkan sebuah agenda kebijakan dan ekonomi yang transparan di
kawasan ini. Tujuan kita adalah kerja sama setara semua negara tanpa
pengecualian demi memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Asia
Pasifik. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar