Selasa, 02 April 2013

SBY dalam Pidato dan Lagu


SBY dalam Pidato dan Lagu
Bandung Mawardi  ;  Pengelola Jagat Abjad Solo
JAWA POS, 01 April 2013

  
LUAR biasa! Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah manusia Indonesia luar biasa, tokoh agung dan mengagumkan. Beliau mendapat amanah mengurusi negara sebagai presiden RI: 2004-2009 dan 2009-2014. Beban itu ditambahi dengan misi mengembalikan martabat PD. SBY resmi dinobatkan sebagai ketua umum di kongres luar biasa Partai Demokrat (KLB PD) di Bali pada 30 Maret 2013. 

Bisa! SBY tetap optimistis sanggup mengurusi Indonesia dan PD. SBY memang pantas jadi panutan, pemimpin dengan dalil "harus bisa" dan "luar biasa". Kita tak bakal kaget jika bocah-bocah di kota dan desa bakal menginginkan cita-cita seperti SBY demi masa depan cerah dan gemilang. Amin.

Tetapi, kita tak lagi bocah. Impian jadi seperti SBY tak bakal terwujud. Kita cuma bisa memberi tanggapan-tanggapan kecil. Tugas paling penting SBY sebagai ketua umum adalah menorehkan tanda tangan di KPU. Lho! Tanda tangan diperlukan dalam pengajuan daftar nama para calon manusia parlemen. PD selamat dari keraguan dan ketakutan. Si penanda tangan telah terpilih secara aklamasi dengan diiringi plok! plok! plok! 

Elite di PD memberi pengakuan ganjil bahwa "rakyat" atau "masyarakat" di PD menginginkan SBY tampil sebagai ketua umum demi komitmen, kesetiaan, kemenangan, kebanggaan. SBY pun "menurut" dengan pengakuan-pengakuan luar biasa: "tak ingin mengurusi partai secara harian", "menjabat cuma selama dua tahun", "keselamatan partai adalah tugas penting". Maka, sukacitalah kalbu para penggerak dan pemuja PD demi Pemilu 2014.

Alangkah bosan mendengar pidato-pidato SBY jika berurusan dengan PD. Klise, sering demi PD. Indonesia sebagai tema ada di catatan kaki. Tapi, kita tak boleh menuduh bahwa SBY memihak PD ketimbang Indonesia. SBY (Jawa Pos, 31 Maret kemarin) berkata, "Saya diserang, dikritik, dan dikecam banyak kalangan, sering amat berlebihan." Nah! Kita harus mawas diri agar tak temasuk kaum pengecam SBY. 

Ada bait lagu SBY berjudul Ku Yakin Sampai di Sana. Nukilan dari lagu itu keren ketimbang pidato-pidato SBY: Meskipun berat, mesti kulakukan/Kupilih jalan yang kuyakin/Jangan paksakan yang takkan mungkin/Hidupku mesti lurus dan benar. Bait itu menimbulkan getar, menghadirkan etos pemimpin untuk mengemban amanah dan menanggung risiko. Telah kupilih jalanku sendiri/Dalam prinsip kehidupan/Meski tak selalu akan indah/Aku yakin sampai di sana. Pemimpin memang harus memiliki optimisme. Lagu SBY pantas dilantunkan sebagai lagu luar biasa di Indonesia. 

Selebrasi di Bali adalah selebrasi manusia-manusia bernalar kepartaian. Mereka mengenakan seragam, bertepuk tangan, bersalaman, mengumandangkan lagu mars. Partai politik mirip institusi sakral, mengajak orang menjadi penganut fanatik. Partai politik pun memiliki sejenis peribadatan, upacara ganjil berdalih politik. SBY mendapat ucapan, salaman, ciuman. SBY juga dipotret dan diabadikan oleh juru kamera televisi. Luar biasa! Kalahlah sinetron-sinetron.

Ada pula puisi SBY berjudul Aku Hidup di Alam Nyata agar ada narasi puitis dari kerja politik SBY di PD. Senyum dan tawa itu/dari mata mereka yang tulus bening/dan yang memberikan mandat dan kuasa/bagiku adalah segalanya. Spiritualitas berpolitik, mawas diri, dan keinsafan atas amanah perlu ditampilkan agar berpolitik tak membuat orang tersesat dan arogan. Dibanding pidato-pidato, lagu dan puisi mengajak bermenung di keramaian fitnah dan keluhan.

SBY menambah prestasi dalam hidup di biografi sebagai ketua umum. Selama ini, partai politik terbiasa memiliki ketua umum untuk dicalonkan sebagai presiden. Kini berbalik, SBY adalah presiden tapi menerima mandat sebagai ketua umum. Tapi, tak usah dianggap aneh atau lucu. SBY memiliki hak politik, bebas menentukan pilihan dan memikirkan nasib PD. SBY malah berulang-ulang mengucapkan tentang pembuktian tanggung jawab sebagai presiden, tak bakal meminggirkan urusan negara. Kita menerima pengakuan SBY sebagai ejawantah "harus bisa" dan "luar biasa".

Layak diingat buku Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY susunan Dino Patti Djalal. Buku setebal 450 halaman itu bisa membuat terlena saat membaca halaman demi halaman, meng­imajinasikan SBY sebagai manusia luar biasa. Dino menerangkan, "Buku ini saya tulis dengan hati nurani yang bersih, namun juga dengan tim yang kompak!" Kita mesti berhati bersih saat membaca dan membuat konklusi tentang kepemimpinan SBY. Buku itu bisa jadi referensi untuk menilik karir politik SBY sebagai presiden RI dan ketua umum di PD.

SBY adalah "sang demokrat" atau "bapak demokrat". PD dilahirkan dan diselamatkan oleh SBY. Urusan ketua umum dan tanda tangan telah bisa diselesaikan dalam KLB PD. Misi berpolitik terus berlanjut untuk mengubah diri sebagai partai politik yang bersih dari korupsi. Agenda memenangi Pemilu 2014 juga memerlukan kerja keras. SBY selalu berpesan, "Harus bisa!" Kita pun berdoa agar SBY bisa mengurusi Indonesia secara luar biasa. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar