Tommy
Setelah Cuci Darah Melulu
Dahlan Iskan ;
Menteri BUMN
|
JAWA
POS, 16 Maret 2014
|
INI juga kabar gembira. Ketika adik
kita Hafidz menjalani transplantasi hati di Rumah Sakit (RS) Pertamedika
Sentul, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo juga
menjalani transplantasi ginjal di RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Dua-duanya sukses.
Kalau Hafidz sudah dipindahkan ke
ruang perawatan biasa, Tommy sudah saya izinkan masuk kantor. Senin lalu.
Dengan beberapa pembatasan. Misalnya, selama sebulan ke depan, masih tidak
saya izinkan naik pesawat.
Biarlah Tommy menjauh dulu dari
sumber-sumber infeksi. Termasuk ketika berada di kantor pun, harus dijauhkan
dari sumber infeksi. Transplantasinya sudah sukses, jangan sampai
pascatransplantasinya gagal.
Tommy adalah seorang CEO/Dirut BUMN
yang tergolong hebat. Fotonya saya pampang di dinding ruang kerja saya,
bersama foto beberapa CEO BUMN yang hebat lainnya.
Saya memang agak keras menjaga Tommy.
Beberapa hari sebelum transplantasi, saya mengirim e-mail yang harus dibaca
seluruh anaknya dan keluarga dekatnya. Belakangan saya malu karena salah
seorang anak Tommy ternyata dokter. Bayangkan, begini bunyi e-mail saya
Pak
Tommy yang baik, sudah tujuh tahun saya menjalani transplan yang lebih sulit
dari Anda. Tapi, Anda lihat sendiri, saya sangat sehat dan bisa menjabat
Dirut PLN dan kemudian menjadi menteri BUMN. Saya minta istri Anda dan
anak-anak Anda membaca e-mail saya ini dengan maksud agar mereka bisa menjaga
Anda dari bencana yang akan Anda hadapi.
Harus
ada satu dari pihak keluarga dekat Anda yang bersikap keras dalam menjaga
Anda nanti. Agar setelah transplan nanti Anda bisa tetap sehat. Anda dan
"polisi" Anda tadi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1.
Operasi transplan Anda nanti boleh dibilang akan 100 persen berhasil. Dokter
sudah sangat ahli. Obat-obatan sudah sangat canggih. Ilmu pengetahuan sudah
sangat maju.
Beberapa
hari menjelang operasi, lakukanlah senam-senam kecil setiap hari. Agar
kondisi badan dan otot-otot Anda dalam keadaan sehat. Jagalah, jangan makan
yang aneh-aneh agar tidak sampai mengganggu pencernaan. Makanlah makanan yang
aman-aman saja. Jangan juga terkena hujan atau terik atau debu agar tidak
kena flu. Jauhi siapa pun yang lagi flu, biarpun keluarga. Kalau ada keluarga
Anda yang terkena flu, suruh menjauh/pergi.
Kegagalan
transplan itu lebih banyak karena pascatransplan itu sendiri. Transplannya
sukses, tapi umumnya gagal di pascatransplan.
Penyebab
utama kegagalan itu adalah satu: virus! Virus! Virus! Ada satu virus yang
sangat misterius, yang hanya menyerang orang yang baru melakukan transplan.
Namanya cytomegalo.
5.
Karena itu, "polisi" Anda tadi harus galak! Galak! Galak! Jangan
SEMBRONO. Polisi Anda tadi harus memeriksa apakah ruang ICU-nya benar-benar
steril dan bersih. Kadang bagian pembersihnya kurang care! Periksa! Jangan
takut pada suster atau dokter. Kalau perlu, bersihkan lagi sendiri.
6.
Jangan ada yang menengok ke ICU! Relakan Tommy sendirian di ICU. Biarpun anak
dan istri, jangan menengok. Kalau terpaksa nengok, harus benar-benar steril!
Jangan sampai ada penyesalan.
7.
Disiplin minum obat, terutama immunosuppression. Harus tepat jamnya. Dua jam
sebelum minum obat jangan makan. Satu jam setelah minum obat juga jangan
makan apa pun. Tidak boleh lupa! Sampai hari ini saya masih disiplin seperti
itu. Selama tujuh tahun.
Agar
tidak lupa, saya selalu menaruh obat tersebut di rumah, di kantor, di mobil,
di Surabaya, di Jakarta, di Medan, dan seterusnya. Di mana pun ada tersimpan
obat saya. Jangan menganggap enteng. Itu obat untuk sinkronisasi organ baru!
Jangan sampai hang!
8.
Musuh besar Anda berikutnya adalah ini: hanya dua minggu setelah transplan
nanti tiba-tiba Anda akan merasa segar, sehat, dan kuat. Anda langsung merasa
bisa melakukan apa saja. Dalam kondisi seperti itu, suasana psikologi Anda
akan dalam bahaya: Anda merasa sangat sehat dan ingin pulang! Tanpa disadari,
Anda akan berada dalam psikologi: "Nih, saya sudah sehat, saya bukan
orang sakit, saya sudah bisa kerja!"
Sikap
itu sangat bahaya. Tolong Anda tetap di rumah sakit selama satu bulan penuh!
Lawanlah perasaan ingin pulang itu. Agar kerasan di RS, bawalah komputer,
laptop, HP, dan lain-lain. Bawalah pekerjaan ke RS. Kalau perlu pasang wifi
di kamar RS. Jangan pulang!
Saya
dulu tiga bulan berkantor di RS.
Setelah
pulang nanti tetaplah disiplin. Seperti saya. Insya Allah Anda akan sehat sampai
puluhan tahun lagi!
Salam.
Dahlan Iskan
Setelah kirim e-mail itu, saya telepon
salah seorang anaknya.
"Sudah baca e-mail saya?"
tanya saya.
"Sudah. Semua keluarga,"
jawab sang anak.
"Sudah mengerti isinya?"
"Sudah, Pak."
"Anda bekerja di mana?"
tanya saya.
"Saya dokter, Pak."
Nah, lo! Kok ngajari dokter!
Saya pun kontan minta maaf. Kok
menggarami lautan.
Tapi, saya tidak menyesal menulis
e-mail itu. Saya ingin Tommy selamat. BUMN tidak boleh kehilangan orang
sehebat dia. Tommy seorang pekerja keras. Bahkan sejak dia tahu mengalami
gagal ginjal tiga tahun lalu. Meski sudah harus cuci darah seminggu tiga kali,
Tommy tetap bekerja keras.
Beban kerjanya sangat berat. Termasuk
saat diuber-uber penyelesaian Bandara Baru Ngurah Rai Bali menjelang KTT APEC
yang lalu. Dia juga berhasil membangun sistem navigasi udara di bandara
Makassar. Bahkan, sistem itu dibeli untuk dikembangkan di Malaysia. Dia juga
ngebut membangun Bandara Sepinggan, Balikpapan. Akhir bulan ini bandara megah
dan modern itu sudah siap dioperasikan penuh.
Bahkan, dia sudah menyiapkan rencana
matang untuk bandara Semarang. Desain dan dananya sudah disiapkan. Inginnya
tahun lalu sudah mulai dikerjakan. Namun, masalah tanahnya ternyata belum
klir. Bahkan, biaya tanahnya harus naik empat kali lipat sehingga semua
perhitungan awalnya tidak cocok lagi.
Kini Tommy sudah sehat kembali. Tim
dokter RSCM benar-benar hebat. Transplantasi Tommy itu dilakukan sebuah tim
dokter yang diketuai Prof Endang Susalit SpPD dengan anggota dr Hilman, dr
Nur Rasyid SpU, dan dr Ari Rojani. Teknik operasinya pun sudah menggunakan
laparoskopi.
Saya juga berterima kasih kepada
jajaran manajemen Angkasa Pura I. Mereka taat untuk tidak menengok Dirut
mereka selama di RSCM. Bulan lalu benar-benar membanggakan di bidang
kedokteran. ●
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar