|
Fenomena mudik Lebaran merupakan
ritual tahunan yang berlangsung sejak dulu. Mudik menjadi manifestasi sosial
kultural, menggambarkan tingkat keterikatan, kekerabatan, kedekatan primordial,
aktualisasi, dan eksistensi sosial.
Mudik Lebaran yang awalnya merupakan ritual sosial kultural telah berdampak signifikan bagi perekonomian, khususnya wealth distribution. Setidaknya setiap tahun puluhan triliun rupiah dana mengalir kedaerah daerah, mudik dari kaum urban sebagai ukuran kecintaan terhadap daerah masing-masing. Ritual mudik Lebaran sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara yang menganut agama Islam, misalnya muslim di Timur Tengah, India, Turki, Malaysia, bahkan di China, juga mengalami hal serupa.
Mudik kadang kala juga dipandang sebagai kekuatan kedekatan (proximity) horizontal tidak hanya terhadap sesama manusia, tetapi juga lingkungannya. Ritual mudik Lebaran tahun 2013 diperkirakan membawa dampak ekonomi yang besar bagi perekonomian di daerah. Setidaknya potensi dana yang mengalir ke daerah tahun ini diperkirakan mencapai Rp90 triliun dari total pemudik yang mencapai 30 juta orang.
Dana Rp90 triliun ini mengalir baik dari pembayaran zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleholeh hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furniturnya. Perputaran ekonomi dari fenomena mudik Lebaran tentunya merupakan festival kultural terbesar yang ada di republik ini. Bahkan Bank Indonesia mensinyalir perputaran uang dari H-7 hingga H-1 dapat mencapai ratusan triliun rupiah.
Dampak ekonomi dari fenomena mudik selama ini memang menarik diamati karena potensinya mampu memberi efek dorong bagi keseimbangan pembangunan kota-daerah. Aliran dana segar dan tingginya permintaan pada momen mudik Lebaran setidaknya dapat mendorong penyebaran pendapatan sehingga ketimpangan dapat direduksi di samping membantu percepatan pembangunan. Bank Indonesia menyampaikan bahwa permintaan uang tunai pada setiap momen Lebaran meningkat double digitsetiap tahunnya.
Tahun ini, bank sentral mempersiapkan uang tunai Rp103 triliun atau meningkat 20% dari tahun lalu. Persediaan Rp103 triliun diharapkan dapat memenuhi tingginya permintaan uang tunai pada momen Lebaran. Dari Rp 103 triliun, Jakarta diperkirakan menyerap Rp31 triliun, sisanya Rp22 triliun untuk Indonesia bagian timur dan Rp50 triliun untuk Indonesia bagian barat. Permintaan uang tunai pada momentum Lebaran didorong sejumlah aktivitas masyarakat semisal sedekah, zakat, pembelian sandang, oleh-oleh, kebutuhan transportasi.
Dari sisi persiapan menjelang mudik Lebaran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar seluruh pihak memberi pelayanan terbaik bagi para pemudik mulai dari kesiapan jalan, jembatan, transportasi, kebutuhan pokok hingga yang lain-lain. Dua kali sidang kabinet dikhususkan untuk memastikan persiapan pelayanan dan pengamanan mudik Lebaran. Tradisi mudik yang dipandang merupakan salah satu tradisi besar yang telah membantu menggerakkan roda perekonomian perlu dipastikan untuk dapat berjalan dengan lancar dan meminimalkan sejumlah risiko.
Beberapa poin instruksi Presiden atas persiapan mudik Lebaran tahun 2013, pertama, penyiapan sarana angkutan transportasi baik laut, udara maupun darat yang memadai sehingga mampu melayani 30 juta pemudik tahun ini. Sarana angkutan ini perlu diikuti dengan kepastian kesiapan sejumlah infrastruktur, baik jalan, pelabuhan, bandara maupun stasiun kereta api. Terhadap tingginya angka kecelakaan dan tumpukan kemacetan di titik-titik tertentu, pihak kepolisian akan mengerahkan 2/3 kekuatan yang disebar di sejumlah titik, khususnya titik rawan kecelakaan.
Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan seluruh armada angkutan menjelang mudik Lebaran tahun ini. Lima bandara utama, yakni Bandara Sultan Hasanuddin- Makassar, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Bali, Kuala Namu- Medan, dan Soekarno-Hatta- Tangerang, telah menyediakan penerbangan tambahan. Sementara itu PT KAI menyiapkan 265 rangkaian KA reguler dan 40 KA tambahan.
Sebanyak 40 KA tambahan ini terdiri atas 22 KA tambahan komersial (eksekutif dan bisnis) dan 18 KA ekonomi. Angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) memfokuskan pelayanan di tujuh titik penyeberangan selama mudik Lebaran 2013. Untuk itu, ASDP siap mengoperasikan 122 kapal dari jenis kapal ro-ro dan kapal cepat. Kementerian Perhubungan juga membuat posko terpadu yang merupakan pusat koordinasi lintas lembaga seperti kepolisian, Kementerian Kominfo, Dinas Perhubungan, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, RAPI, dan Orari.
Untuk mendukung infrastruktur angkutan darat, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan sejumlah perbaikan dan pelebaran jalan utama di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Di Pulau Jawa meliputi jalan lintas utara Jawa sepanjang 1.182 km, jalan lintas tengah yang panjangnya 1.056 km dengan total jalur utama yang dilewati sepanjang 3.508 km. Sementara perbaikan dan pelebaran jalan di Pulau Sumatera meliputi lintas timur Sumatera yang panjangnya 2.756 km, lintas tengah Sumatera yang panjangnya 2.400 km, serta lintas barat Sumatera yang panjangnya 2.490 km.
Kedua, jaminan stabilitas harga kebutuhan pokok. Pasokan dan distribusi kebutuhan pokok perlu dipastikan dapat melayani kebutuhan Lebaran tahun ini. Stabilitas harga kebutuhan pokok perlu terus dimonitor sehingga tidak hanya meredam lonjakan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat secara luas mampu mempertahankan daya belinya. Ketiga, terkait dengan kepastian pasokan energi (BBM dan listrik). Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM, Kementerian ESDM dan Pertamina telah menyiapkan tambahan volume BBM apabila terjadi hal-hal di luar perkiraan.
Pertamina juga telah menjamin stok dalam kondisi aman, yakni premium 17,45 hari, solar 21,27 hari, avtur 27,63 hari, dan elpiji 14,6 hari. Adapun untuk listrik, konsumsi turun sekitar 30% dari total daya 30.000 MW sehingga pasokannya dipandang relatif aman untuk momen Lebaran tahun ini.
Dengan ketiga instruksi itu, ritual mudik Lebaran tahun ini diharapkan dapat lebih baik dan berjalan dengan lancar serta berisiko minimal. Fenomena mudik Lebaran tidak hanya mampu mendorong distribusi ekonomi, tetapi juga merupakan salah satu basis kultural untuk tetap menjaga identitas bangsa dan negara. Selamat mudik Lebaran dan selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. ●
Mudik Lebaran yang awalnya merupakan ritual sosial kultural telah berdampak signifikan bagi perekonomian, khususnya wealth distribution. Setidaknya setiap tahun puluhan triliun rupiah dana mengalir kedaerah daerah, mudik dari kaum urban sebagai ukuran kecintaan terhadap daerah masing-masing. Ritual mudik Lebaran sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara yang menganut agama Islam, misalnya muslim di Timur Tengah, India, Turki, Malaysia, bahkan di China, juga mengalami hal serupa.
Mudik kadang kala juga dipandang sebagai kekuatan kedekatan (proximity) horizontal tidak hanya terhadap sesama manusia, tetapi juga lingkungannya. Ritual mudik Lebaran tahun 2013 diperkirakan membawa dampak ekonomi yang besar bagi perekonomian di daerah. Setidaknya potensi dana yang mengalir ke daerah tahun ini diperkirakan mencapai Rp90 triliun dari total pemudik yang mencapai 30 juta orang.
Dana Rp90 triliun ini mengalir baik dari pembayaran zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleholeh hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furniturnya. Perputaran ekonomi dari fenomena mudik Lebaran tentunya merupakan festival kultural terbesar yang ada di republik ini. Bahkan Bank Indonesia mensinyalir perputaran uang dari H-7 hingga H-1 dapat mencapai ratusan triliun rupiah.
Dampak ekonomi dari fenomena mudik selama ini memang menarik diamati karena potensinya mampu memberi efek dorong bagi keseimbangan pembangunan kota-daerah. Aliran dana segar dan tingginya permintaan pada momen mudik Lebaran setidaknya dapat mendorong penyebaran pendapatan sehingga ketimpangan dapat direduksi di samping membantu percepatan pembangunan. Bank Indonesia menyampaikan bahwa permintaan uang tunai pada setiap momen Lebaran meningkat double digitsetiap tahunnya.
Tahun ini, bank sentral mempersiapkan uang tunai Rp103 triliun atau meningkat 20% dari tahun lalu. Persediaan Rp103 triliun diharapkan dapat memenuhi tingginya permintaan uang tunai pada momen Lebaran. Dari Rp 103 triliun, Jakarta diperkirakan menyerap Rp31 triliun, sisanya Rp22 triliun untuk Indonesia bagian timur dan Rp50 triliun untuk Indonesia bagian barat. Permintaan uang tunai pada momentum Lebaran didorong sejumlah aktivitas masyarakat semisal sedekah, zakat, pembelian sandang, oleh-oleh, kebutuhan transportasi.
Dari sisi persiapan menjelang mudik Lebaran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar seluruh pihak memberi pelayanan terbaik bagi para pemudik mulai dari kesiapan jalan, jembatan, transportasi, kebutuhan pokok hingga yang lain-lain. Dua kali sidang kabinet dikhususkan untuk memastikan persiapan pelayanan dan pengamanan mudik Lebaran. Tradisi mudik yang dipandang merupakan salah satu tradisi besar yang telah membantu menggerakkan roda perekonomian perlu dipastikan untuk dapat berjalan dengan lancar dan meminimalkan sejumlah risiko.
Beberapa poin instruksi Presiden atas persiapan mudik Lebaran tahun 2013, pertama, penyiapan sarana angkutan transportasi baik laut, udara maupun darat yang memadai sehingga mampu melayani 30 juta pemudik tahun ini. Sarana angkutan ini perlu diikuti dengan kepastian kesiapan sejumlah infrastruktur, baik jalan, pelabuhan, bandara maupun stasiun kereta api. Terhadap tingginya angka kecelakaan dan tumpukan kemacetan di titik-titik tertentu, pihak kepolisian akan mengerahkan 2/3 kekuatan yang disebar di sejumlah titik, khususnya titik rawan kecelakaan.
Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan seluruh armada angkutan menjelang mudik Lebaran tahun ini. Lima bandara utama, yakni Bandara Sultan Hasanuddin- Makassar, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Bali, Kuala Namu- Medan, dan Soekarno-Hatta- Tangerang, telah menyediakan penerbangan tambahan. Sementara itu PT KAI menyiapkan 265 rangkaian KA reguler dan 40 KA tambahan.
Sebanyak 40 KA tambahan ini terdiri atas 22 KA tambahan komersial (eksekutif dan bisnis) dan 18 KA ekonomi. Angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) memfokuskan pelayanan di tujuh titik penyeberangan selama mudik Lebaran 2013. Untuk itu, ASDP siap mengoperasikan 122 kapal dari jenis kapal ro-ro dan kapal cepat. Kementerian Perhubungan juga membuat posko terpadu yang merupakan pusat koordinasi lintas lembaga seperti kepolisian, Kementerian Kominfo, Dinas Perhubungan, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, RAPI, dan Orari.
Untuk mendukung infrastruktur angkutan darat, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan sejumlah perbaikan dan pelebaran jalan utama di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Di Pulau Jawa meliputi jalan lintas utara Jawa sepanjang 1.182 km, jalan lintas tengah yang panjangnya 1.056 km dengan total jalur utama yang dilewati sepanjang 3.508 km. Sementara perbaikan dan pelebaran jalan di Pulau Sumatera meliputi lintas timur Sumatera yang panjangnya 2.756 km, lintas tengah Sumatera yang panjangnya 2.400 km, serta lintas barat Sumatera yang panjangnya 2.490 km.
Kedua, jaminan stabilitas harga kebutuhan pokok. Pasokan dan distribusi kebutuhan pokok perlu dipastikan dapat melayani kebutuhan Lebaran tahun ini. Stabilitas harga kebutuhan pokok perlu terus dimonitor sehingga tidak hanya meredam lonjakan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat secara luas mampu mempertahankan daya belinya. Ketiga, terkait dengan kepastian pasokan energi (BBM dan listrik). Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM, Kementerian ESDM dan Pertamina telah menyiapkan tambahan volume BBM apabila terjadi hal-hal di luar perkiraan.
Pertamina juga telah menjamin stok dalam kondisi aman, yakni premium 17,45 hari, solar 21,27 hari, avtur 27,63 hari, dan elpiji 14,6 hari. Adapun untuk listrik, konsumsi turun sekitar 30% dari total daya 30.000 MW sehingga pasokannya dipandang relatif aman untuk momen Lebaran tahun ini.
Dengan ketiga instruksi itu, ritual mudik Lebaran tahun ini diharapkan dapat lebih baik dan berjalan dengan lancar serta berisiko minimal. Fenomena mudik Lebaran tidak hanya mampu mendorong distribusi ekonomi, tetapi juga merupakan salah satu basis kultural untuk tetap menjaga identitas bangsa dan negara. Selamat mudik Lebaran dan selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar