Senin, 23 Agustus 2021

 

Sindang Heula, Intip Bendungan Kebanggaan Pertama Warga Banten

Mulyadi dan Teguh Mulia Aribawa ;  Pemenang Lomba Karya Tulis Favorite 1 PUPR Kategori PUPR

DETIKNEWS, 19 Agustus 2021

 

 

                                                           

Sindang Heula 'Mampir Sebentar' Melihat Bendungan Kebanggaan Pertama di Banten

 

Sindang Heula yang berarti dalam padanan bahasa Sunda adalah ungkapan ajakan untuk 'mampir sebentar' hanya untuk sekedar melihat-lihat, menengok, bahkan lebih dari itu mengagumi, mengapresiasi sampai dengan mempelajari dari apa yang sebelumnya hanya sekedar keinginan melihat-melihat saja. Berawal dari Study on Cidanau Cibanten Water Resources Development Project oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) tahun 1992 mengidentifikasi potensi dibangunnya bendungan dengan nama Bendungan Cibanten di Sungai Cibanten.

 

Kemudian di tahun 2005, dilakukan Studi Kelayakan dengan perubahan nama menjadi Bendungan Gelam oleh Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten. Pada tahun 2008 dengan nama Bendungan Gelam berubah menjadi Bendungan Sindang Heula dengan tinggi bendungan 37 meter, volume tampungan total 14 juta meter kubik, volume tampungan efektif sebesar 9 juta meter kubik dengan luas areal genangan sekitar 150 hektare, estimasi biaya konstruksi pada saat itu sebesar kurang lebih 220 Milyar Rupiah. Perubahan nama terakhir ini disebabkan oleh penyesuaian nama bendungan dengan lokasi tapak tubuh bendungan yang terletak pada Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

 

Lokasi bendungan ini berjarak kurang lebih 15 km dari alun-alun Kota Serang sedangkan jika ditempuh dari Kota Jakarta kurang lebih 95 km dengan perkiraan waktu tempuh 1,5 jam. Studi dan kajian terus dilakukan sampai akhirnya disetujui sertifikasi desain pada tahun 2012 dan Bendungan Sindangheula mulai diprogramkan untuk dibangun mulai tahun 2015-2018 selama tiga tahun dengan sumber pendanaan APBN.

 

Segudang Manfaat Bendungan Sindangheula

 

Pembangunan Bendungan Sindangheula merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Banten yang menjadi bagian dalam berkontribusi terhadap pencapaian target nasional dalam menaikkan kapasitas tampungan air dari 12,6 miliar meter kubik menjadi 19,1 miliar meter kubik atau menambah tampungan sebesar 6,5 miliar meter kubik.

 

Bendungan Sindangheula dan Bendungan Karian (ongoing construction) akan berkontribusi sekitar 216,4 juta meter kubik atau sekitar 3% dari rencana penambahan tampungan nasional, menjadi sebuah kebanggaan dan apresiasi terhadap pengorbanan masyarakat Banten terutama masyarakat yang tergenang sekira 150 Ha di tiga desa meliputi Desa Sindangheula, Desa Sanyar dan Desa Pancanagara Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang yang telah bersedia melakukan relokasi melepaskan tanah, rumah, sawah dan kebun mereka untuk memberikan manfaat yang lebih besar sebagai area genangan untuk keberadaan waduk Sindangheula.

 

Kemanfaatan dari pengorbanan masyarakat yang rela wilayahnya tergenang adalah akan memberikan penyediaan air baku untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon dengan total sebesar 0,80 meter kubik per-detik yang dapat memberikan layanan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk kurang lebih 115.000 rumah tangga pada 14 kecamatan di tiga kabupaten kota tersebut, memenuhi kebutuhan kawasan strategis Provinsi Banten diantaranya Sport Center Provinsi Banten, Kampus Universitas Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

 

Selain itu, Bendungan Sindangheula ini diharapkan dapat memberikan penyediaan kebutuhan air irigasi untuk daerah irigasi Cibanten dengan luas kurang lebih 1.000 Ha sebesar 0,80 meter kubik per-detik sehingga aktivitas musim tanam dapat terpenuhi sepanjang tahun dengan target capaian indeks pertanaman (IP) hingga 300% melalui 3 kali musim tanam. Bendungan ini juga menjadi infrastruktur pengendalian banjir daerah hilir Kabupaten dan Kota Serang dengan kapasitas tampung banjir sebesar 1,5 juta meter kubik atau setara dengan 50 meter kubik per-detik, serta penyediaan sarana rekreasi dan destinasi wisata air dan wisata arsitektur bangunan kantor dan rumah dinas yang mengadopsi bangunan 'leuit', yaitu bangunan penyimpan padi khas masyarakat Baduy, serta memiliki potensi pembangkitan energi listrik sebesar 0,40 megawatt.

 

Strategi Penyelesaian Pembangunan Bendungan Sindangheula

 

Keberhasilan penyelesaian pembangunan Bendungan Sindangheula tidak terlepas dari lima strategi pencapaian untuk bisa menangani berbagai permasalahan yang bersifat teknis maupun non-teknis (sosial). Kelima strategi tersebut adalah; 1) program/programming, dimana program kerja harus tersistemkan dengan baik dan fokus terhadap apa yang menjadi output dan outcome yang akan dicapai; 2) decision making atau pengambilan keputusan yang cepat dan berani mengambil resiko adalah kondisi mental yang harus diambil oleh seluruh pelaksana proyek; 3) Pelaksanaan yang mengutamakan kerja sama (team work) dengan berbagai pihak dan elemen pelaksana, serta dengan dibarengi semangat kerja irama Rock And Roll seperti yang Pak Menteri PUPR selalu memberikan semangat; 4) Pengawasan yang berjenjang dan berkelanjutan mulai dari tingkat operasional lapangan sampai dengan tingkat manajerial serta dari lembaga/badan pengawasan lainnya; 5) Keamanan Bangunan atau Infrastruktur, yaitu untuk memastikan dan menjamin infrastruktur yang direncanakan, dibangun, dioperasikan serta dipelihara telah sesuai dengan standar, dalam hal pembangunan Bendungan. Tentunya peran Komisi Keamanan Bendungan Besar harus hadir sebagai Quality Control dari standar-standar keamanan bendungan yang harus dipenuhi.

 

Nilai nilai strategi yang dilaksanakan tentunya sebagai bagian dari pendidikan mental dan semangat Nasionalisme dalam menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Karena buah dari semua kerja keras itu adalah kepuasan dan kebanggaan sebagai insan PUPR, insan yang memiliki jatidiri sebagai pemersatu bangsa Indonesia melalui Pembangunan Infrastruktur.

 

Kini, segala prakarsa, upaya dan daya serta kolaborasi dari semua pihak, baik Pemerintah Pusat yang dalam hal ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang serta seluruh masyarakat Banten khususnya tertuntaskan, tepat tanggal 4 Maret 2021 (4/3/21) Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo melakukan peresmian Bendungan Sindangheula yang merupakan Infrastruktur Bendungan Kebanggaan Pertama di Banten, dalam pesannya beliau menitikberatkan kepada seluruh jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat agar turut menjaga dan memanfaatkan Bendungan Sindangheula untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Keberlangsungan Bendungan Sindangheula

 

Ada tanggung jawab besar yang menanti setelah sebuah infrastruktur sumber daya air selesai dibangun, tanggung jawab itu adalah untuk menjaga keberlangsungan dari kemanfaatan infrastruktur Bendungan Sindangheula, agar kemanfaatan yang dirasakan masyarakat dapat tetap terjaga. Ada resep OPOR ala Pak Menteri PUPR yaitu, Optimalisasi, yakni segera manfaatkan keberadaan Bendungan Sindangheula untuk kesejahteraan masyarakat. Pemeliharaan, yakni mengutamakan pemeliharaan Infrastruktur Bendungan Sindangheula untuk menjaga umur teknis Bendungan. Operasional, yakni seluruh keberfungsian Bendungan Sindangheula harus dapat beroperasi. Rehabilitas, yakni mengutamakan program rehabilitasi apabila mulai terdapat kerusakan-kerusakan pada infrastruktur Bendungan Sindangheula yang telah terbangun.

 

Di samping itu, penguatan mental sebagai insan PUPR yang diberikan tugas oleh undang-undang sebagai ujung tombak pelaksana infrastruktur di Indonesia, harus menjadi bagian yang dapat mempengaruhi masyarakat luas untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan atas prestasi dan kerja keras anak negeri dalam membangun kemandirian infrastruktur. Sebab, infrastruktur itu mempersatukan, infrastruktur itu memberikan kebanggaan, infrastruktur itu menumbuhkan nasionalisme, serta infrastruktur itu menunjukkan jati diri bangsa, untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Bertumbuh.

 

Sumber :  https://news.detik.com/kolom/d-5688139/sindang-heula-intip-bendungan-kebanggaan-pertama-warga-banten

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar