Minggu, 28 Mei 2017

Tuhan Pra-Ramadan

Tuhan Pra-Ramadan
Faisal Ismail  ;  Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
dan Program Magister Studi Islam UII Yogyakarta
                                                    KORAN SINDO, 24 Mei 2017



                                                           
”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu sebelum kamu, semoga dengan berpuasa itu kamu menjadi orangorang yang bertakwa.”

Demikianlah Tuhan berfirman dalam Alquran Surah Albaqarah ayat 183, dan firman inilah yang menjadi dasar hukum bagi umat Islam untuk melaksana - kan puasa R amadan. Dari firman Tuhan tersebut dapat dipahami bahwa ajaran puasa itu telah diwajibkan pula oleh Tuhan kepada umat-umat ter - dahulu. Jadi, secara doktrinalteolog is, ajaran puasa merupa - kan ajaran fund amental dan universal yang juga diperin tah - kan oleh Tuhan kepada umatumat terdahulu sebelum umat Nabi Muhammad.

Esensi puasa Ramadan adalah menahan diri dari makan dan minum serta tid ak melakukan hubungan badan antara suami istri se jak fajar terbit sampai matahari teng gelam. Puasa Ramad an wa jib di lak - sanakan oleh setiap muslim dan muslimah yang sudah akil balig dan sehat jasmaniah-rohaniah. Orang sak it yang penyakitnya tak d apat disembuhkan dan orang tua jompo (sudah uzur) tidak diwajibkan ber puasa, te - tapi wajib mengganti puasanya dengan membayar fidyah yang diberikan kepada fakir miskin.

Musafir yang melakukan per - jalanan jauh diperbolehkan tidak berpuasa, tetapi wa jib meng ganti puasanya sebanyak har i yang ditinggalkan. Wanita yang mengalami menstruasi, hamil tua, atau baru melahirkan anak tidak diwajibkan ber - puasa, tetapi harus mengganti puasanya di hari-hari lain di luar bulan R amadan sebanyak hari yang diting galkan. Tuhan Maha Pengasih, Pemaaf, dan Pe murah serta memberikan ke mudahan dan ker inganan kepada hamba- Nya dalam menjalankan ibadah puasa. Anak-anak kecil yang belum akil balig dididik untuk, misalnya , melaksanakan ”puasa bedug” (berpuasa setengah hari ) sebagai latihan kerohani an dan keagamaan.

Berbagai kegiatan sosial ke - agamaan dilakukan menjelang bulan suci R amadan tiba. Aktivitas-aktivitas keagamaan dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat muslim demi me - nyambut bulan suci R amadan d an sekaligus menghormatinya karena Ramadan adalah bulan yang suci, penuh berkah, anu - ge rah, rahmah, dan magfirah- Nya. Masjid-masjid dicat, di tata, dan dirapikan serta pro gramprogram ceramah keagamaan disusun oleh panitia Ramadan seperti kuliah tujuh menit (kultum) sebelum berbuka puasa, ceramah sebelum salat tarawih, dan ceramah sesudah salat Subuh.

Program tadarus Alquran juga dirancang dan kemudian dilaksanakan selama bulan suci R amadan. Pengaji an nisfu Sya’ban juga dilaksanakan sebagai salah satu cara menyambut datangnya bu - lan suci Ramadan. Di kalangan komunitas muslim di beberapa daerah di Indonesia seperti di Jawa Tengah d an Sumatera Barat, ritual bud aya bernuansa ke agam aan yang disebut ”padus an” dan sejenisnya juga di laku kan secara beramairamai.

Ke giatan bazar dan pasar murah baik pada masa pra- Ramadan maupun pada saat Ramad an yang biasanya dilak - san akan oleh ibu-ibu musli - mah, juga diagendakan sebagai salah satu program menyam - but, meng hormati, dan menye - marak kan bulan suci R amadan. Masjid-masjid kampus di berbagai universitas atau per - guruan tingg i baik yang negeri maupun yang swasta juga ber siap dan bergiat menyambut bulan suci Ramadan.

Program d an kegiatan keagamaan diran cang selama sebulan penuh oleh panitia Ramadan dan Idul Fitri dalam rangka menyambut dan menyemarakkan bulan suci yang penuh berkah, anugerah, rah mah, dan mag firah-Nya. Ilmu wan, intelektual, cen dekia wan, dan tokoh-tokoh agama dilibat kan dan diikut sertakan untuk mem - berikan siraman rohani, tausiah, mauizah hasanah, kuliah, ceramah, dan pencerahan ke pada para jamaah masjid men jelang berbuka puasa, sebelum salat tarawih, dan sesudah salat Subuh.

Tidak jarang panitia Ramadan mengundang tokoh agama atau intelektual yang bergelar profe - sor doktor dari kota lain sebagai penceramah di masjid kampus tersebut. Feno mena keagamaan yang se rupa dapat di sak si - kan dan di rasa kan pula di masjidmasjid kota pro - vinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan desa. Denyut ketuhan - an dan keagamaan sangat terasa di mana-mana. Untuk menyambut dan me - nyemarakkan bulan suci R ama - dan, televisi-televisi di Tanah Air juga sudah merancang dan membuat program spesial R a ma dan.

”Pesbukers R ama - dan” akan segera disaji kan oleh se buah televisi di Jakarta dengan melibatkan ar tisar tis cantik dan terkenal yang diramu de ngan sense of humor dan gurau an yang kocak dan lucu. Pro gram kajian ”Tafsir Al-Misbah” yang diuraikan secara ilmiah-diniah oleh Prof Dr Quraish Shihab, juga sudah menjadi salah satu program spesial R amadan di sebuah televisi di Jakarta. Sinetron-sinetron yang di kemas dalam bingkai cerita dan kisahkisah keagamaan akan tetap menghiasi dan menye marakkan bulan suci Ramadan. Ustadustad seperti C holil Nafis, Jujun Djunaedi, dan Syech Ali Jaber sudah pasti akan direkrut oleh stasiun televisi di Jakarta untuk menyampaikan siraman rohani d an tausiahnya.

Pemerintah juga terus ber - siap dan berg iat menyambut datangnya bulan suci R amadan. Harga-harga sembako dan kebutuhan pokok masyarakat untuk Lebaran, termasuk harga bawang , dicoba distabilkan. Izin impor bawang merah dicabut dari sebuah perusahaan karena perusahaan itu ketika dirazia diketahui melakukan penimbunan bawang yang jum - lahnya berton-ton. Mentan Andi Amran Sulaiman mene - gas kan, kebutuhan beras men - jelang dan sampai dengan Lebaran aman. Jadi, masya - rakat tidak perlu khawatir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meyakin kan ke - pada para pemudik bahwa jalan raya dan jalan tol sudah diper - baiki dan siap untuk dilalui oleh para pemudik pada musim Lebaran. Seperti pada masa pra- Ramadan sebelum nya, jam operasi tempat-tem pat hiburan di berba gai kota besar dibatasi atau ditutup dan aparat ke - amanan terus bersiap dan ber - giat melakukan razia . Ribuan botol minuman keras dirazia dan dimusnahkan.

Tuhan pra-Ramad an sangat di hormati, dimuliakan, dan di - a g ungkan serta sangat di jun - jung tinggi ajaran-a jaran-Nya. Penghor matan yang tinggi d an pemuliaan yang agung ter hadap Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya tidak sebatas pada masa pra- Ramadan, tetapi berdenyut d an bergema sepanjang Ramadan. Nama, sifat, dan ajaran-ajaran Tuhan dihayati secara men - dalam dan dirasakan secara intens dalam lubuk sanubari umat beriman. Semua tampak ilahiah, semua terasa diniah.

Di balik fenomena maraknya keagamaan Ramadan ini, terjadi paradoks yang memilukan dan memalukan. Korupsi semakin marak. Korupsi Bakamla, korupsi Pelindo II, korupsi KTP, korupsi Alquran, dan korupsi BLBI. Tuhan sama sekali tidak pernah teledor, yang teledor adalah para koruptor yang mengabaikan, meninggalkan, dan melupakan Dia saat mereka melakukan korupsi.


( Mohon maaf, proses edit belum diselesaikan )