Jumat, 09 Maret 2012

Mengenal Sosok Fethulah Gulen


Mengenal Sosok Fethulah Gulen
(Tanggapan Atas Artikel ‘Ancaman dari Pennsylvania’)
Ali Unsal, DIREKTUR FETHULLAH GULEN CHAIR UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
SUMBER : REPUBLIKA, 8 Maret 2012


Sejak 2009 hingga sekarang, penulis adalah direktur Fethullah Gulen Chair yang secara resmi dibuka oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak datang ke Indonesia, penulis mulai tertarik mengikuti perkembangan media, terutama harian Republika. Dan, penulis sangat senang ketika di harian Republika, beberapa kali memuat artikel yang berhubungan dengan Turki atau tentang Fethullah Gulen.

Hingga akhirnya, pada 5 Ma ret 2010 dalam lembar Teraju, harian Republika memuat ulasan “Cara Erdogan” (Resep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki) dan di bagian terakhir menceritakan tentang M Fethullah Gulen dengan judul artikel “Ancaman dari Pennsylvania”. Khusus dalam ulasan mengenai Fethullah Gulen yang banyak mengutip secara langsung dari majalah The Economist, penulis ingin berbagi (sharing) tentang bagian-bagian dari ulasan tersebut yang kurang penulis setujui.

Pertama, dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa Fethullah Gulen adalah        seorang pebisnis yang sukses. Justru sebaliknya, Fethullah Gulen adalah seorang alim ulama dan pemikir yang ba nyak menginspirasi orang banyak.     Banyak sekali orang-orang yang terinspirasi dengan pemikiran beliau sehingga mereka berinisiatif untuk mendirikan berbagai lembaga pendidikan (sekolah-sekolah, universitas, dan bimbingan belajar), lembaga kesehatan atau rumah sakit, dan mereka juga membuka televisi, koran, majalah, dan radio.

Namun, terhadap lembaga-lembaga ini Fethullah Gulen sama sekali tidak me milikinya bahkan tidak mendapatkan sedikit pun hasilnya. Beliau menjalani kehidupan dengan sangat sederhana dan menjauhkan diri dari materi.

Kedua, dalam tulisan tersebut, digambarkan bahwa Fethullah Gulen dan RecepTayyip Erdogan, serta Partai AKP (partai yang dipimpin oleh Erdogan) seolah-olah sedang dalam perseteruan. Opini ini sangat tidak memiliki dasar dan sumber yang benar. Bahkan sebaliknya, baru-baru ini ketika PM Turki menjalani operasi usus besar tiga minggu yang lalu, Fethullah Gulen menyampaikan doa untuk kesembuhan Erdogan.

Kutipan doa beliau yang dimuat oleh beberapa media di Turki, Fethullah Gulen mengatakan, “Dalam setiap doa saya, ketika saya mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT, saya selalu berdoa untuk PM Turki, saya pun sangat sedih ketika mendengar beliau harus menjalani operasi kedua.“ Pada bulan Februari 2012, pada acara ulang tahun koran Zaman (salah satu media yang didirikan oleh orang-orang yang terinspirasi oleh pemikiran Gulen) yang ke25, Erdogan hadir bersama sembilan orang menteri.

Ketiga, dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa Fethullah Gulen menyusupkan orang-orangnya dalam lembaga peradilan dan kepolisian Turki. Di dalam website (http://www.herkul.org) secara langsung dalam ceramahnya, Fethullah Gulen mengatakan, “Selama lebih dari 50 tahun saya memberikan ceramah yang selalu dihadiri puluhan ribu orang, saya tekankan bahwa generasi muda Turki harus selalu mengabdi kepada bangsa dan negaranya.“ Untuk hal ini, seorang anak bangsa tidak akan mungkin `menyusup'.

Keempat, dalam tulisan tersebut digunakan kata `Gulenist' bagi orang-orang yang terinspirasi oleh pemikirannya.Untuk hal ini, penulis ingin menjelaskan bahwa Fethullah Gulen adalah seorang pemikir yang telah menulis lebih dari 60 buku tentang agama, masalah sosial, pendidikan, dan isu-isu kontemporer yang telah diterjemahkan dalam 40 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Dengan demikian, orang-orang di ber bagai penjuru dunia membaca, meneliti, dan mengkaji pemikiran serta ide-ide Fethullah Gulen.Tentu saja, setiap orang dari berbagai belahan dunia bisa mengambil faedah dari pemikirannya. Oleh karena itu, istilah ‘Gulenist’ sangat tidak tepat dan Fethullah Gulen sendiri menolak istilah tersebut.

Kelima, satu hal lagi yang ingin penulis sampaikan, dalam tulisan tersebut, Fethullah Gulen selalu dikaitkan dengan isu-isu politik. Penulis ingin menyampaikan bahwa Fethullah Gulen sepanjang hidupnya selalu berada di luar pergulatan politik dan selalu menjaga jarak yang sama terhadap kekuatan politik manapun.

Keenam, dalam tulisan tersebut seolah-olah Fethullah Gulen digambarkan mengambil contoh-contoh Calvinist dalam penerapannya di dalam Islam           (reformasi agama). Fethullah Gulen sendiri mengatakan bahwa dalam Islam tidak ada reformasi pada substansi Agama, yang ada adalah tajdid dan mujadid (pembaruan dan pembaru).

Yang paling penting serta membuat penulis perlu menjelaskan lebih jernih dalam tulisan tersebut digambarkan dengan judul “Ancaman dari Pennsylvania” dengan gambar seseorang memegang senjata (gambaran seorang teroris). Hal ini justru sebaliknya, sepanjang hidupnya, Fethullah Gulen adalah sosok yang mengedapankan dialog, toleransi, serta kasih sayang. Bagaimana mungkin judul tersebut dapat dihubungkan dengan kepribadian dan kehidupan beliau yang sebenarnya?  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar