Jangan
Sampai Indonesia Jadi Cibiran
Amril
Jambak ; Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia
(LSISI)
|
OKEZONENEWS,
09 Mei 2014
Artikel ini telah dimuat di DETIKNEWS 08 MEI 2014
|
Kebersamaan demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) harus dibangkitkan agar nasib kita tidak serupa dengan negara
berkembang lainnya di dunia. Biasanya negara berkembang ini begitu mudah
disulut menjadi negara kacau akibat perpecahan di dalam. Ini juga bakal
terjadi di negara kita ini.
Pemilihan umum presiden 2014 akan menjadi momentum kebangkitan
persatuan dan bangsa yang mulai terkotak-kotak oleh berbagai kepentingan.
Jika saat ini aroma politis sangat kental, karena tahun ini merupakan tahun
politik.
Menurut pengamatan penulis, Pilpres bisa menjadi pintu masuk
kekacauan di negara ini. Karena beragama kepentingan tokoh-tokoh di negara
ini untuk meraih jabatan menjadi presiden menggantikan Susilo Bambang
Yudhoyono yang sudah dua periode memimpin negara ini (2004-2009 dan
2009-2014).
Tentunya tidak banyak yang bisa melakukan kekacauan dalam
pilpres mendatang. Tapi kita harus selalu waspada dan harus kembali ke
khitah, yakni berpikir dalam kerangka NKRI. Dari sekarang hendaknya menyadari
diri untuk apa pendiri bangsa ini selalu memproklamirkan kemerdekaan dalam
pikiran NKRI.
Jika, pilpres mengalami kekacauan, banyak pihak yang bertepuk
tangan bahkan mencibir kondisi kita. Bahkan selain itu, mereka juga dengan
semangat kemenangan menyambut kekisruhan yang terjadi. Sebagai warga negara
jangan mudah terhasut dan terprovokasi akan isu yang macam-macam. Berpikirlah
sebelum bertindak, karena ini akan bisa membuat kita mengerti akan hal yang
terjadi.
Kekacauan dalam pelaksanaan pilpres tentunya mudah terjadi.
Disini banyak kepentingan dari calon-calon yang maju dalam pilpres. Apalagi
dalam pencalonan tersebut juga diboncengi oleh kepentingan negara-negara
asing. Meski ini sulit dibuktikan, tapi aroma itu tercium hingga saat ini.
Jika saja bisa menyatukan tekad, kita harus terus melangkah
kedepan dan mewujudkan hal-hal yang memperbaiki bangsa ini, kita tidak perlu
dan sungguh tidak berguna jika melukai diantara kita sendiri. Persoalan dalam
negeri sendiri sudah ada termasuk masih rendahnya tingkat pendidikan,
kesehatan dan masih sulitnya membuka serta mengembangkan usaha usaha rakyat
yang sederhana tetapi bisa menghidupi tetapi semuanya itu adalah bagian dari
proses berbangsa yang harus terus disempurnakan sesuai dengan tantangan
zamannya.
Ketika kita belum puas tidak ada gunanya juga menghancurkan diri
sendiri. Banyak contoh yang kita bisa lihat, contoh di Iran yang mungkin
belum cukup bukti adanya intervensi asing tetapi contoh di Irak, Pakistan dan
Thailand sudah cukup membuktikan bahwa kemelut politik hanya akan membawa
kepada kehancuran bangsa.
Dan masih banyak contoh diberbagai belahan dunia negara negara
yang hancur lebur karena berhasilnya proses pemecahan belahan dan tidak
kuatnya solidaritas didalam negerinya ketika ancaman itu datang dan meledak.
Mungkin yang perlu kita ingat adalah, bangsa Indonesia
mendapatkan kemerdekaannya atas rahmat allah swt dan kita
bersyukur bangsa Indonesia mampu mentranformasikan perubahan tuntutan zaman
kepada sistim ketatanegaraan dan relasi yang ada seiring dengan perubahan
yang terjadi walaupun semua itu akan terus berubah seiring dengan berjalannya
waktu.
Semoga kita bangsa Indonesia semakin cerdas, cermat dan waspada
serta mampu melakukan antisipasi sehingga bangsa dan negara Indonesia selalu
dapat memperbaiki dirinya dan secara nyata menjadi pusat peradaban dunia.
Yang jelas saat ini adalah betapa besar kecintaan kita ke negara
ini. Jika kita cinta dan sayang, marilah sama-sama kita menjaganya dan
menggunakan hak pilih pada Pilpres tahun ini. Harapan hanya satu, pilpres
harus berjalan aman dan lancar.
Tentunya kepada capres-cawapres dan pendukungnya penulis memiliki
harapan agar jangan menyulut perpecahan. Bertarunglah yang santun, berbeda
pendapat boleh asalkan sama-sama memahami bahwa kita semuanya warga negara
yang baik, menjaga kebersamaan dalam kerangka NKRI. Pasti kita tidak mau
dicibir negara lain kan? ●
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar