|
Basuki
Hadimuljono: IKN Bukan Disetop, tapi Slow Down Riri Rahayuningsih : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 30 Agustus 2026
|
· Basuki Hadimuljono menyatakan
pengoperasian IKN bergantung pada keputusan politik Presiden. · Ia mengaku ada perlambatan pembangunan
IKN karena perbedaan prioritas pemerintah. · Basuki meyakini pemindahan ASN ke IKN
akan berpengaruh terhadap investasi. LEBIH
dari setahun bermukim di perumahan khusus menteri di Ibu Kota Nusantara (IKN)
di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Basuki Hadimuljono tak kunjung
punya tetangga. Menghabiskan waktu luang, Kepala Otorita IKN itu kerap
berjalan-jalan masuk hutan bersama istrinya. Dalam kesempatan lain, mereka
memancing atau mencari anggrek. Memimpin
proyek IKN sejak menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki
mengalami masa sulit pada awalnya. Setiap hari ia harus makan nasi kotak,
bahkan saat sahur dan berbuka puasa. Tak ada restoran di kawasan itu. Basuki
kini berupaya menjadikan IKN sebagai rumahnya. Saat berdinas ke Jakarta pun
ia menjadikan IKN sebagai tujuan pulang. “Supaya menata hati dan pikiran
bahwa IKN rumah kita,” katanya seusai upacara peringatan kemerdekaan di IKN
pada Senin, 17 Agustus 2026. Pada
hari itu, untuk ketiga kalinya Basuki mengikuti upacara kemerdekaan di IKN.
Setelah itu, ia menerima sesi wawancara dengan jurnalis Tempo, Riri
Rahayuningsih, selama sekitar 40 menit. Basuki menjelaskan rencana menjadikan
IKN sebagai ibu kota politik seperti tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor
79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Doktor
teknik sipil dari University of Colorado, Amerika Serikat, itu juga
membeberkan progres pembangunan IKN serta rencana pemindahan ibu kota dan
aparatur sipil negara dari Jakarta ke IKN. Basuki didampingi Deputi Bidang
Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso. Seperti
apa kesiapan IKN menjadi ibu kota politik pada 2028? Dari
segi prasarana dan sarana, kami sudah mulai membangun gedung yudikatif dan
legislatif. Sekarang progresnya sekitar 15 persen. Tahun depan, insyaallah
harus jadi. Mengapa
dinamai ibu kota politik, bukan ibu kota negara? Kalau
saya mendengar penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Prasetyo Hadi), sewaktu
awal-awal terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 kan dipertanyakan,
kenapa jadi ibu kota politik? Menurut Pak Muhammad Qodari (pada waktu itu
Kepala Staf Kepresidenan), Pak Mensesneg bilang itu ibu kota. Enggak ada ibu
kota ekonomi, ibu kota kebudayaan. Ibu kota politik. Ya, ibu kota karena ada
trias politika: yudikatif, eksekutif, dan legislatif di IKN. Kapan
IKN beroperasi secara penuh? Kalau
itu pasti keputusan politik. Jadi tergantung Presiden. Tapi targetnya
Presiden ingin menandatangani keputusan pemindahan ibu kota pada 2028. Mengapa
harus menunggu 2028? Ketika
sarana-prasarana di IKN sudah siap. Beliau ingin seperti itu sehingga bisa
pindah ke sini terus langsung bekerja, tidak sambil melengkapi. Itu arahan
beliau. Semua harus lengkap dulu, ready to use. Penundaan
itu apakah tidak berpengaruh terhadap pembangunan dan investasi? Iya.
Kami cuma berusaha penganggarannya lebih bisa digunakan untuk merencanakan
pembangunan. Untuk 2025-2026, anggaran kami Rp 20-an triliun, dari total
anggaran Rp 48,8 triliun untuk pembangunan pada 2025-2029. Saya kira yang
penting kan kepastian yang membuat investor masuk. Kalau
dari segi investasi, ada yang sudah benar-benar terealisasi? Sudiro
Roi Santoso: Untuk investasi, sudah ada beberapa yang beroperasi. Ada
Swissôtel, Qubika Hotel. Ada Rumah Sakit Hermina, RS Mayapada. Nilai
investasi yang sudah beroperasi sekitar Rp 3,7 triliun. Yang saat ini masih
membangun adalah Star Bright, dengan investasi sekitar Rp 1,25 triliun. Lalu
rencana akhir tahun ini ada dari Korea Selatan, Dian Jaya, di luas hampir 10
hektare dengan investasi sekitar Rp 2,5 triliun. Abdi Waluyo juga berencana
beroperasi Desember nanti. Investasinya sekitar Rp 900 miliar. Untuk
pendidikan seperti apa? Sekolah
Negeri Terintegrasi 3 baru beroperasi Agustus. Sekolah Menengah Atas Taruna
Nusantara juga sudah. Sekarang jumlah siswanya 237 orang, kelas XI dan XII.
Menurut kepala sekolahnya, ada 200-300 lagi yang datang Oktober nanti. Anda
ikut menemui pengusaha atau investor? Iya.
Kalau pengusaha, saya prioritaskan. Saya mendudukkan diri sebagai pihak
marketing. Kalau investor datang, pasti saya jadi pihak marketing. Saya
melayani mereka. Apa
stimulus untuk para investor IKN? Sudiro
Roi Santoso:
Insentif ada dari sisi persiapan dan pelaksanaan. Pertama, harga tanah kami
sangat murah, di bawah Rp 1 juta. Kebanyakan di daerah sini Rp 100-400 ribu
per meter persegi. Sertifikatnya kami yang urus. Jadi badan usaha
menyampaikan surat, data, kami yang mengurus ke kantor pertanahan. Semua perizinan
satu pintu, hanya di Otorita IKN. Dari sisi perpajakan, kami memfasilitasi
tax holiday, pembebasan pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan untuk
yang berinvestasi. Termasuk untuk pembelian barang impor jika ada pemindahan
atau penerbitan kantor pusat di sini. Otorita
IKN juga menjual tanah? Kami
bukan menjual tanah. Jadi ini dari kantor jasa penilai publik atau KJPP tahun
2022 dan belum kami perbarui. Harganya masih rendah karena waktu itu belum
ada infrastruktur, masih hutan industri. Kalau sekarang dievaluasi lagi,
pasti akan lebih mahal. Tapi kan nanti investornya mikir karena crowd-nya
belum terbentuk. Makanya (harga tanah) saya tahan dulu karena yang penting
ada investasi masuk. Bagaimana
awalnya kebijakan hak atas tanah IKN bisa berjalan dua siklus hingga 190
tahun? Itu
kebijakan pemerintah yang lalu untuk menarik investasi. Karena pelajaran dari
luar negeri pun, dari kawasan ASEAN yang bersaing untuk menarik investasi,
mereka juga memberi hak tanah 90 tahun. Pada waktu itu pemerintahan Pak Joko
Widodo meminta hak pakainya bisa 80 tahun. Mahkamah
Konstitusi akhirnya membatalkan ketentuan itu…. Kita
punya Undang-Undang Pokok Agraria. Artinya, sewaktu dimohonkan ke Mahkamah
Konstitusi, kembali ke undang-undang, yaitu hak tanah diberikan maksimal 80
tahun. Skemanya 30 tahun di awal, 20 tahun pembaruan, dan perpanjangan 30
tahun. Putusan
MK berdampak pada minat investasi? Tidak.
Kan, ada investasi yang masuk. Ada Lion Air, Indobox, Star Bright, Dian Jaya. Otorita
IKN masih membuka kunjungan masyarakat. Berapa anggaran yang dialokasikan? Kalau
pelayanan, kami pakai belanja rutin. Untuk sekuriti, misalnya, kami sudah
memiliki sekuriti sehingga tidak ada anggaran khusus untuk pelayanan
masyarakat. Makanya ada kedeputian yang menjalankan piket. Misalnya ada libur
Lebaran, yang nonmuslim bertugas piket. Ada honornya. Kalau Natal dan tahun
baru, pegawai muslim yang bertugas piket. Apa yang
diharapkan dari pembukaan akses kunjungan? Pertama,
itu bentuk laporan kami kepada masyarakat. Ini lho, IKN kayak gini.
Masyarakat jadi tahu bahwa IKN tidak mangkrak. Mungkin speed agak melambat,
tapi berlanjut dan insyaallah tercapai. Kalau dulu memang prioritas Pak
Jokowi membangun IKN. Sekarang, di era Pak Prabowo, dari delapan prioritas pembangunan
2027, kan ada infrastruktur. IKN ya di kluster itu. Tapi
anggarannya dipangkas.... Anggaran
tetap dialokasikan dan menurut saya tidak kecil. Mungkin agak kecil dibanding
yang lalu, iya. Kan, pemerintah punya prioritas, gaya masing-masing. Kita
harus terima, enggak mungkin sama terus. Tapi kan (anggaran untuk IKN) tidak
terus nol. Jadi IKN
tidak disetop? Bukan
disetop, tapi mungkin slow down. Semuanya saya kira demikian. Pemerintahan
provinsi, kabupaten, kementerian, semua jadi slow down karena beliau
punya prioritas sendiri. Enggak apa-apa. Ada yang
menyebut IKN sebagai ghost city karena minim aktivitas.... Ghost
city apa? Saya sudah setahun lebih di sini. Saya pikir orang membuat
terminologi tergantung persepsi masing-masing. Bagi saya yang mengikuti dari
awal, kan tidak bisa sak dheg sak nyet (langsung jadi). Ada juga
yang mengkritik kawasan ibu kota malah menjadi destinasi wisata.... Orang
penasaran terhadap IKN. Mereka ke sini bukan untuk berwisata saja, melainkan
juga karena penasaran. Apa benar pembangunan IKN terus berjalan? Apa benar
IKN ini mangkrak? Jadi, menurut saya, mereka ke sini bukan berwisata biasa,
melainkan karena penasaran terhadap keberlanjutan IKN. Karena, kalau mau
berwisata, apa yang mau dilihat? Ada
kendala dalam pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN? Kami
sudah mengusulkan ASN di 16 kementerian/lembaga yang menjadi prioritas
dipindah ke IKN kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi. Sekarang beliau mungkin sedang mengusahakan proses pemindahan. Seberapa
penting pemindahan ASN? Penting
supaya dilihat masyarakat bahwa ini sudah lebih serius. Kalau
kementerian-kementerian itu ada, pasti investasi masuk lagi. Saya akan
relatif lebih mudah mendorong investasi. Kalau ada urusan pelepasan hutan,
mesti ada Kementerian Kehutanan di sini. Pembebasan lahan, ada Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Bukan berarti menteri,
melainkan direktur jenderal yang bersangkutan yang perlu masuk di sini.
Termasuk Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol
di kawasan ini. Anda
berencana membangun hunian ASN tipe 45 dan 65. Dananya dari mana? Dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Itu kalau dihuni masih kurang. Nindya
Karya mau membangun delapan tower lagi, itu untuk eselon I. Ini masih kurang.
Apalagi kalau sekarang kan tipe besar, 98 meter persegi. Apa mau begini
terus? Ini kotanya anak muda ke depan. Jadi bagi yang newly married harus
kami siapkan agar mereka bisa hidup sebagai keluarga. Ada
rencana menambah gedung kementerian karena kabinet yang gemuk? Sementara
ini belum ada. Kalau dilihat, ada empat gedung kementerian koordinator.
Sedangkan sekarang ada tujuh kemenko. Nanti yang mengatur Kementerian
Sekretariat Negara. Tapi, dari sisi ruangan, cukup. Prioritas saya adalah
pembangunan gedung legislatif dan yudikatif. Bagaimana
dengan rencana pembangunan rumah dinas menteri? Dari
Intiland, ada 109 unit rumah tapak menteri. Akhir tahun ini kami mulai
membangun. Sekarang sedang membuat BUP (badan usaha pelaksana) dari kerja
sama pemerintah dengan badan usaha. Kalau disetujui, mereka harus membuat
BUP. Ini sedang disiapkan karena pembangunan itu harus ada investasi, harus
cukup setoran modal, baru bisa disetujui BUP-nya. Setelah itu, baru tanda
tangan kontrak. Berapa
nilai investasinya? Yang
dari Nindya Karya ada Rp 2,3 triliun untuk pembangunan delapan tower hunian
ASN. Kalau yang 109 landed housing itu Rp 2,5 triliun dari Intiland, skemanya
kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Presiden
dan Wakil Presiden jadi pindah ke IKN? Kalau
Pak Prabowo, saya belum ada informasi. Tapi kalau Pak Wapres, beliau sudah.
Inginnya juga tidak permanen ke sini, tapi ada berkalanya. Anda
masih berkomunikasi dengan mantan presiden Jokowi soal IKN? Enggak
terlalu dan enggak sering. Tapi pernah ditelepon. Beliau nanya, “Gimana?”
Pesannya cuma saya diminta berhati-hati, ikuti arahan presiden sekarang. Dulu
groundbreaking rutin dilakukan oleh Jokowi. Sekarang? Iya.
Dulu kan masih awal sehingga butuh dorongan-dorongan politik yang tinggi
sekali. Sekarang groundbreaking oleh saya sendiri. Omong-omong,
apa yang Anda kerjakan di IKN saat akhir pekan? Kami di
IKN bekerja sejak Senin hingga Jumat. Tapi pada Sabtu-Minggu ada banyak tamu
yang harus kami layani. Ada kunjungan menteri, beberapa kepala badan, dan
sebagainya. Jadi kami, para deputi ini, bertugas piket. Saya, sebagai Kepala
Otorita IKN, lebih banyak terus menerima beliau-beliau. ● Sumber :
https://www.tempo.co/wawancara/basuki-hadimuljono-progres-pembangunan-ikn-2284473 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar