Jumat, 13 Januari 2017

Membangun Ketahanan Informasi Menegakkan Ketahanan Nasional

Membangun Ketahanan Informasi
Menegakkan Ketahanan Nasional
MS Fadhilah  ;   Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat
                                           MEDIA INDONESIA, 13 Januari 2017

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

BAGI masyarakat Indonesia yang mengenyam pendidikan era 90-an dan sebelumnya, istilah dan konsep ketahanan nasional tentu saja bukan merupakan sesuatu yang asing. Itu memang pernah menjadi kurikulum wajib di sekolah-sekolah yang tujuannya menanamkan rasa nasionalisme melalui pemahaman bahwa Indonesia sebagai sebuah negara yang heterogen harus memiliki ketahanan di semua bidang kehidupan (ipoleksosbudhankam) agar tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. Ketahanan nasional dipahami sebagai sebuah kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mampu mengembangkan ketahanan, kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan, dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar.

Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis yang sangat cepat dan dinamis, hakikat, jenis, dan bentuk ancaman terhadap kedaulatan NKRI juga terus berubah dan semakin sulit untuk diprediksi secara pasti. Salah satu yang sangat jelas terlihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari saat ini ialah ancaman perang informasi yang semakin dahsyat, seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Diakui atau tidak, perang informasi ini telah membawa dampak yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pemanfaatan yang positif dari perkembangan teknologi informasi untuk membangun sistem dan tata nilai kehidupan manusia sudah banyak dirasakan. Namun, di sisi yang lain, dampak negatifnya tidak kalah besar dalam merusak karakter manusia, yang juga berpotensi mengancam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta mudah untuk menghancurkan kedaulatan suatu negara dibandingkan perang fisik yang pernah mewarnai hubungan antarmanusia di era Perang Dunia I dan II maupun Perang Dingin. Pada saat Hari Pers Nasional 2016 di Lombok, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya peran media bagi masyarakat karena media dan pers menjadi pembentukan moral, karakter, mentalitas, dan moralitas.

Dalam berbagai kesempatan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga selalu mengingatkan bahwa bentuk ancaman nyata yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia ialah perang proxy yang di dalamnya mencakup serta sangat diwarnai perang opini melalui media. Menurut Panglima TNI, media massa memiliki kemampuan luar biasa dalam memengaruhi dan membentuk opini publik yang bisa saja digunakan sebagai wahana proxy war di Indonesia. Kemenangan Donald Trump pada pilpres Amerika Serikat yang kemudian diikuti dengan memanasnya hubungan AS-Rusia akhir-akhir ini juga merupakan sebuah contoh konkret besarnya peran informasi dalam memengaruhi sendi-sendi kehidupan dalam hubungan antarmanusia maupun antarbangsa. Kita tentu juga masih belum melupakan awal gerakan kudeta di Mesir yang juga diawali ajakan-ajakan yang tersebar melalui jejaring sosial serta saling serang antarpihak yang berseberangan melalui perang informasi di media, baik cetak, elektronik, maupun online.

Selain kedua contoh aktual tersebut, tentu saja masih banyak lagi contoh lain yang bisa kita lihat di sekitar kita, termasuk di dalam negeri kita sendiri khususnya pada saat-saat terjadinya kontestasi politik seperti saat ini. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila ada pihak yang menyebutkan saat ini kita sedang mengalami sebuah masa 'darurat informasi' yang berpotensi untuk berujung pada melemahnya ketahanan nasional Indonesia. Untuk menghadapinya, sudah saatnya bagi kita semua untuk memahami bahwa saat ini kita juga perlu membangun ketahanan informasi di samping ketahanan pada aspek-aspek lain seperti ideologi, politik, dan pangan. Ketahanan informasi ini penting untuk dibangun agar tercipta sebuah information awareness di tengah-tengah masyarakat sehingga memiliki kesadaran dan kewaspadaan serta perilaku yang baik dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Dalam sebuah bangunan ketahanan informasi, masyarakat harus mampu memilah dan memilih berita yang positif dan negatif serta bijak dalam menyikapinya agar tidak menimbulkan bahaya bagi kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mengacu pada pengertian ketahanan nasional, maka ketahanan informasi ini dapat dimaknai sebagai sebuah keuletan dan ketangguhan bangsa Indonesia baik secara infrastruktur, suprastruktur, maupun karakter masyarakat dalam mengelola dan menyikapi perkembangan teknologi informasi agar tidak membahayakan integritas, identitas, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Ketiga aspek tersebut perlu dibangun secara kuat agar mampu menjadi salah satu komponen ketahanan nasional baru yang bisa mendukung tegak kukuhnya NKRI.

Pada hari jadi yang ke-66 pada 2017 ini, Dispenad selaku pelaksana fungsi informasi publik bagi TNI-AD menyadari sepenuhnya bahwa tuntutan tugas dan tantangan yang dihadapi ke depan akan semakin berat. Hantaman gelombang besar perubahan yang terjadi tidak lagi dapat dihadapi dengan cara-cara yang konvensional, tetapi memerlukan berbagai terobosan serta langkah-langkah kreatif dan inovatif agar tidak tertinggal oleh cepatnya perubahan yang terjadi. Dispenad harus mampu menjadi ujung tombak pembangunan karakter dan moralitas prajurit TNI-AD secara internal serta memainkan peranan yang lebih proaktif dalam membantu pembangunan karakter bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Dengan kata lain, Dispenad selaku pelaksana fungsi informasi publik harus mampu mendorong terbangunnya ketahanan informasi dalam rangka menegakkan ketahanan nasional Indonesia. Dirgahayu Penerangan Angkatan Darat. "Melalui hari jadi ke-66 kita mantapkan peran penerangan yang semakin profesional dalam menjawab tantangan dinamika informasi dan teknologi guna mendukung tugas pokok TNI-AD." ●