|
Nilai Tukar Rupiah
Ditentukan Pasar Obligasi Anastasya
Lavenia Yudi : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 05
Juli 2026
|
KEPALA
Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan stabilisasi
nilai tukar rupiah memerlukan capital inflow atau aliran masuk modal asing
yang lebih besar. Pasar obligasi dinilai sebagai faktor paling menentukan
arah rupiah karena merupakan pintu masuk utama bagi aliran modal portofolio
asing. “Investor
asing memang mulai kembali membeli obligasi Indonesia, namun menurut saya
proses tersebut masih berada pada tahap awal,” ucap Fakhrul dalam keterangan
tertulis, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026. Menurut dia, untuk menghasilkan arus
modal yang berkelanjutan, pasar obligasi Indonesia perlu menawarkan tingkat
imbal hasil yang cukup menarik dibandingkan risiko global yang masih tinggi. Ia
melanjutkan langkah Bank Indonesia (BI) memperketat pengelolaan likuiditas
merupakan fondasi yang tepat. Sebagai informasi, BI telah menaikkan suku
bunga acuan sebanyak tiga kali menjadi 5,75 persen. Namun
demikian, Fakhrul berpendapat, keberhasilan proses stabilisasi tersebut
memerlukan konsistensi kebijakan dari BI dan Kementerian Keuangan. “Tantangan
berikutnya bukan lagi menghentikan tekanan terhadap rupiah, tetapi membangun
keyakinan investor bahwa proses normalisasi pasar obligasi akan dijalankan
secara konsisten hingga Indonesia kembali menjadi salah satu tujuan utama
investasi portofolio di kawasan,” katanya. Dalam
laporan tim ekonom Bank Rakyat Indonesia (BRI), investor asing mencatatkan
aliran modal masuk sebesar Rp 70,39 triliun pada Juni 2026 seiring
meningkatnya imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara
modal asing yang masuk lewat Surat Berharga Negara (SBN) Rp 21,03 triliun. Meski
begitu, rasio bid-to-cover SBN dan SRBI pada Juni tercatat berada di bawah
rata-rata historis 2025. Bid-to-cover SBN tercatat sebesar 1,82 kali untuk
SBN, lebih rendah dibandingkan pada 2025 yaitu 3,19 kali. Sementara
bid-to-cover SRBI tercatat sebesar 1,98 kali, lebih rendah dibandingkan
rata-rata 2025 sebesar 2,80 kali. “Penurunan bid-to-cover pada SBN dan SRBI
secara bersamaan mengindikasikan permintaan investor terhadap aset keuangan
domestik yang relatif terbatas secara agregat,” tulis tim ekonom BRI dalam
kajiannya, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026. ● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/nilai-tukar-rupiah-ditentukan-pasar-obligasi-2273585 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar