Rabu, 08 Juli 2026

 

Jejak Dana Saldo Anggaran Lebih di Proyek Presiden

Han Revanda Putra :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 05 Juli 2026

 

 

                                                           

·      Agrinas Pangan mendapat tugas membangun koperasi desa merah putih dengan dana dari bank Himbara.

 

·      Suntikan dana SAL untuk Himbara juga digunakan untuk membiayai dapur makan bergizi gratis.

 

·      SAL akan lebih produktif jika mengalir ke sektor manufaktur, logistik, dan usaha yang memperluas lapangan kerja formal.

 

DIREKTUR Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota punya syarat sendiri soal anak buah: bukan eks pegawai badan usaha milik negara. Dia mengklaim Agrinas Pangan digerakkan pegawai berlatar belakang swasta yang terbiasa gigih dalam mencetak laba. Termasuk ketika Agrinas menggarap proyek pemerintah seperti koperasi desa merah putih. “Walaupun membangun koperasi, kami tetap harus dapat untung,” katanya kepada Tempo pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

Joao, yang pernah menyatakan mundur dari jabatannya pada Agustus 2025, mengatakan cara yang ia tempuh untuk mendulang cuan adalah menjalankan proyek seefisien mungkin. Dari plafon kredit Rp 3 miliar dari bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membangun satu gerai koperasi, Agrinas hanya memerlukan Rp 1,58 miliar atau separuhnya. Penghematan ini, menurut Joao, didapatkan lantaran Agrinas melibatkan Tentara Nasional Indonesia untuk membangun gerai.

 

Mandat Agrinas Pangan Nusantara membangun gedung koperasi desa merah putih termaktub dalam instruksi presiden serta surat keputusan bersama Menteri Koperasi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan yang terbit pada Oktober 2025. Agrinas Pangan telah menerima pendanaan Rp 175 triliun dari bank-bank Himbara. “Tadinya hendak dikasih Rp 200 triliun, cuma, yang turun Rp 175 triliun,” tutur Joao.

 

Hingga akhir Juni 2026, Joao menambahkan, Agrinas sudah membelanjakan Rp 115,3 triliun. Tak cuma digunakan untuk membangun gerai, dana dari Himbara dipakai buat mengimpor 105 ribu pikap dan truk roda enam dari dua perusahaan India, Mahindra dan Tata Motors. Nilainya Rp 24,66 triliun. Belakangan, jumlah kendaraan yang diimpor melonjak menjadi 160 ribu dengan tambahan merek Jepang dan Cina. Agrinas juga membeli peralatan seperti rak, meja kasir, penyejuk udara, alat pemadam api ringan, kamera pengawas, dan perangkat jaringan Internet. “Totalnya 26 item,” ujar Joao.

 

Pendanaan koperasi desa merah putih tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026. Aturan ini menyatakan dana akan disalurkan kepada Agrinas Pangan dengan limit maksimal Rp 3 miliar per gerai, bunga 6 persen per tahun, dan tenor 72 bulan atau enam tahun. Adapun masa tenggang (grace period) berkisar 6-12 bulan.

 

Pasal 2 ayat 1 aturan ini menyatakan, untuk mendukung pembiayaan bank, Menteri Keuangan menempatkan dana sebagai sumber likuiditas. Penempatan dana ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan keuangan negara. Sebelum Joao menyatakan mendapatkan kucuran Rp 200 triliun, pada September 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana saldo anggaran lebih (SAL) Rp 200 triliun yang disimpan di Bank Indonesia ke bank Himbara.

 

Dengan plafon Rp 3 miliar per unit, dana yang akan disalurkan bank Himbara kepada Agrinas Pangan untuk membangun 80 ribu gerai koperasi merah putih mencapai Rp 240 triliun. Untuk meyakinkan para anggota Himbara, Purbaya menandatangani surat yang menyatakan pinjaman untuk koperasi akan dijamin dengan dana desa. Selama enam tahun mendatang, dana desa akan menanggung cicilan utang koperasi desa merah putih Rp 40 triliun per tahun.

 

Setelah mendapatkan jaminan dari dana desa, bank berangsur-angsur menyalurkan kredit untuk koperasi merah putih. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, misalnya, telah menyalurkan Rp 66 triliun kepada Agrinas. Hingga Januari 2026, realisasi penyaluran kredit telah mencapai Rp 55 triliun dengan sisa sekitar Rp 11 triliun akan dicairkan secara bertahap hingga akhir tahun. “Kami mendapat penugasan untuk mendukung koperasi merah putih melalui Agrinas Pangan,” kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan pada 26 Januari 2026.

 

Melalui SAL, pemerintah mendorong anggota Himbara mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan dengan jajaran komisaris dan direktur Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026, Presiden Prabowo meminta bank-bank pelat merah memegang posisi strategis dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi. Adapun Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, “Bank tidak hanya mengejar laba, tapi juga harus dirasakan kehadirannya di masyarakat.”

 

Selain menyokong koperasi desa merah putih, bank Himbara menyalurkan kredit ke proyek makan bergizi gratis (MBG). Pada 22 November 2025, Badan Gizi Nasional, Danantara, dan Himbara menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

 

Dadan Hindayana, yang ketika itu menjabat Kepala Badan Gizi Nasional, mengatakan kredit akan disalurkan melalui virtual account khusus. Dengan begitu, menurut dia, dana tidak akan mampir ke rekening kantornya, tapi langsung menuju setiap mitra. “Saat ini sudah Rp 39 triliun yang mengalir melalui virtual account di lima bank Himbara,” tuturnya pada 29 November 2025. Dadan kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek MBG.

 

BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,5 triliun kepada 577 debitor yang terlibat dalam proyek MBG. Perseroan juga menyediakan virtual account dan BNI Direct di 6.560 titik dengan nilai transaksi mencapai Rp 26 triliun. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menyalurkan kredit investasi Rp 53,5 miliar untuk membangun 24 SPPG hingga 31 Mei 2026.

 

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI juga telah menyalurkan pembiayaan Rp 198 miliar untuk 211 dapur SPPG hingga kuartal I 2026. Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyediakan layanan virtual account untuk 6.000 dapur SPPG. Di Jawa Barat, pada Desember 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 24 miliar kepada 16 debitor dalam program makan bergizi gratis.

 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, jika dana SAL mengalir ke sektor manufaktur, logistik, dan kegiatan usaha yang memperluas lapangan kerja formal, dorongannya terhadap pertumbuhan ekonomi, perluasan basis pajak, daya beli, dan ketahanan fiskal akan lebih terasa. “Ini lebih kuat daripada dana yang hanya berputar di sistem keuangan atau masuk ke pembiayaan yang efek lanjutannya terbatas,” katanya.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/sal-mbg-koperasi-desa-merah-putih-2273564

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar