Sabtu, 12 September 2026

 

Untuk Apa GRIB Hercules Membubarkan Demonstrasi Agustus

Fajar Pebrianto :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 06 September 2026

 

 

                                                           

·      Hercules memobilisasi ratusan anggota GRIB Jaya ke sekitar Slipi untuk membubarkan massa pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.

 

·      Ia diduga sudah membahas rencana pengamanan pascademo dua hari sebelum massa AMPB berdemonstrasi di gedung DPR.

 

·      Markas GRIB Jaya di Kedoya Selatan, Jakarta Barat, terbakar secara misterius empat hari setelah kerusuhan 27 Agustus.

 

SEBAGIAN undangan peringatan Maulid Nabi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Jalan Manunggal V, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, tak langsung pulang pada Selasa siang, 25 Agustus 2026. Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshal alias Hercules mengajak mereka membahas sebuah rencana.

 

Dua hari ke depan, tepatnya 27 Agustus 2026, mereka mengetahui akan ada demonstrasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta Pusat. Mereka bersepakat menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kerusuhan pascademo.

 

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan. Dalam keterangan yang dirilis GRIB, Kurniawan mengatakan kelompoknya bersama GRIB akan menyiapkan bantuan bagi aparat apabila massa tidak terkendali.

 

Ia tak menjelaskan tindakan yang akan disiapkan. “Intinya kami 24 jam di Jakarta,” kata Kurniawan dalam pernyataannya bersama Hercules dan petinggi organisasi kemasyarakatan lain pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam keterangan tersebut.

 

Demonstrasi sebenarnya tak begitu rusuh pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Saat siang, massa AMPB yang mengusung pengesahan Rancangan Undang-Undang Pengesahan Aset langsung balik kanan setelah bertemu dengan pimpinan DPR.

 

Menjelang magrib, massa lain masih berkumpul di gerbang DPR. Polisi membubarkan mereka, antara lain dengan melontarkan gas air mata. Massa pun mundur ke arah Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sebagian lagi berkumpul di pinggir jalan tol dalam kota daerah Slipi, Jakarta Barat. Mereka berkumpul di sana hingga malam.

 

Namun Hercules menduga massa demo hendak merusuh. Pada malam itu ia mengumpulkan anak buahnya dan menghubungi beberapa kawan.

 

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi GRIB Jaya Wilson Colling mengatakan pihaknya mengumpulkan sekitar 500 orang di markas mereka di Kedoya Selatan. Markas ini punya luas halaman kira-kira setengah lapangan sepak bola.

 

Wilson mengatakan organisasinya membekali ratusan orang itu ikat kepala berwarna putih serta potongan bambu dan kayu. Dengan menumpang lima truk bak terbuka, mereka menuju arah Slipi. “Ide kain putih itu datang secara dadakan dari salah satu anggota pada malam itu,” tutur Wilson.

 

Rupanya, tak semua dari ratusan orang itu berstatus anggota GRIB Jaya. Wilson mengklaim setengah “pasukan” itu berasal dari luar GRIB yang dikumpulkan Hercules. Ia enggan menyebut asal kelompok massa itu. “Hercules punya banyak jaringan,” ujarnya.

 

Wilson mengklaim mereka turun bukan untuk mengacau. Ia mengatakan pengerahan massa justru keputusan spontan yang diambil Hercules karena keadaan dianggap makin kacau. Kalau memang ini dipersiapkan jauh hari, kata dia, personel pasukan yang diturunkan seharusnya mencapai 10 ribu.

 

Tempo menelusuri rute massa yang menumpangi lima truk terbuka itu. Dari markas GRIB di Kedoya Selatan, truk melewati Jalan Puri Kembangan, lalu Jalan Kedoya Pesing. Warga sekitar mengatakan truk melintas pada sekitar pukul 20.00. “Minggir, minggir!” begitu teriakan penumpang truk kepada kendaraan lain yang menghalangi. Rombongan truk masuk ke Gerbang Tol Kebon Jeruk 2 pada pukul 20.51. Video perjalanan mereka ramai beredar di media sosial.

 

Seorang pegawai PT Jasa Marga mengatakan, dari empat gardu palang yang ada di gerbang jalan tol, rombongan truk masuk ke gardu semiotomatis dan satu gardu tol otomatis. Dari rekaman kamera pengawas, selain truk, rombongan di gardu semiotomatis terlihat diikuti sebelas mobil lain dan tujuh sepeda motor. Gardu lain dilintasi dua mobil dan 13 motor.

 

Tak ada yang membayar tol. Petugas jalan tol tak berani mencegah. Satu orang dari rombongan GRIB menahan portal gardu agar kendaraan lain bisa masuk jalan tol tanpa bayar.

 

PT Jasa Marga belum merespons ketika dimintai konfirmasi mengenai tindakan massa yang menerobos jalan tol. Gerbang Tol Kebon Jeruk ditutup hingga pukul 4 pagi. “Kami menutup sementara 10 gerbang tol,” kata Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Widiyatmiko Nursejati.

 

Pada pukul 21.09, rombongan truk melintas di depan Rumah Sakit Harapan Kita, Jalan Letnan Jenderal S. Parman, berdampingan dengan mobil berlogo Brigade Mobil dan Provost. Namun kepolisian membantah kabar bahwa anggotanya mengawal GRIB. “Kendaraan Brimob di video tersebut sedang berpatroli,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Besar Budi Hermanto.

 

Rombongan truk berhenti di bawah jalan layang Slipi. Di sana pasukan GRIB mengejar massa yang mereka klaim sebagai perusuh. Di lokasi ini pula Hercules keluar dari mobil hitam. GRIB sudah mengakui bahwa Hercules memang hadir di Slipi pada malam itu.

 

Ketegangan pun makin memuncak pada dini hari. Massa di Slipi balik melawan dengan menghancurkan dan membakar truk pasukan Hercules, persis di depan pintu masuk Hotel Menara Peninsula.

 

Perlawanan massa salah satunya terpicu kematian seorang pedagang cermin, Bambang Setiawan, 60 tahun, yang dikeroyok massa misterius di Pejompongan, Jakarta Pusat, 1,5-2 kilometer dari Slipi. Massa menuding GRIB yang menganiaya Bambang.

 

Hercules mengaku memobilisasi massa ke daerah Slipi dengan alasan ingin menjaga Jakarta Barat dari perusuh. Tapi mereka hanya berjaga paling jauh sampai bekas kantor Kepolisian Resor Jakarta Barat. Mereka tak bergerak ke Pejompongan. “Jadi tuduhan ke kami tidak benar,” ujarnya.

 

Kematian Bambang mencuri perhatian pengasuh Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor, Jawa Barat, Bahar bin Sumaith alias Bahar Smith. Ia mendatangi rumah Bambang untuk bertakziah. Videonya yang mengecam GRIB atas kematian Bambang beredar luas.

 

Kepada Tempo, Bahar mengatakan Hercules meneleponnya setelah video itu muncul. Mereka mengobrol selama 12 menit. Bahar mempertanyakan pembelaan Hercules yang menyatakan penganiaya Bambang bukan dari GRIB. “Saya langsung mendebatnya,” kata Bahar ketika ditemui di Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu, 2 September 2026. Bahar tak sepakat dengan cara GRIB yang datang membawa bambu dengan alasan menghalau perusuh.

 

Setelah bentrok pada 27 Agustus, massa GRIB tak langsung tenang. Pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, kalangan internal GRIB mendadak ramai gara-gara beredar informasi bahwa ada massa yang akan menyerbu markas mereka di Kedoya Selatan. Polisi pun ikut turun mendatangi markas GRIB. Ternyata penyerbuan itu hanya rumor.

 

Sehari setelahnya, Hercules melontarkan peringatan kepada pihak yang berniat menggeruduk markas GRIB. “Kalau kamu datang dengan iblis, saya kirim kamu ke neraka,” ujarnya.

 

Pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 2 pagi, salah satu markas GRIB di Kedoya terbakar. Tapi kebakaran itu janggal. Tiga warga sekitar yang ditemui Tempo mengatakan tak melihat kepulan asap, kobaran api, dan kedatangan mobil petugas kebakaran pada saat kejadian.

 

Wilson Colling mengklaim kebakaran terjadi akibat korsleting dari sebuah ruangan. Tapi penyebab sebenarnya tak pernah terkuak karena GRIB menolak kedatangan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System dari Polres Jakarta Barat untuk menganalisis penyebab kebakaran.

 

Ketika dimintai konfirmasi, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Wisnu Wirawan mengaku belum mendapat informasi mengenai penolakan identifikasi tersebut. Hingga kini polisi juga belum menelusuri tindakan massa GRIB di Slipi. ●

 

Klik link “Untuk Apa GRIB Hercules Membubarkan Demonstrasi Agustus” berikut :

https://images-tm.tempo.co/all/2026/09/05/920581/920581_1200.jpg

https://images-tm.tempo.co/all/2026/09/05/920574/920574_1200.jpg

https://images-tm.tempo.co/all/2026/09/05/920575/920575_1200.jpg

 

Sumber :  https://www.tempo.co/politik/peran-hercules-demonstrasi-27-agustus-2285706

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar