Senin, 05 Oktober 2026

 

Rahasia Vietnam Raih Pertumbuhan Ekonomi hingga Lebih dari 9 Persen

Iwan Santosa :  Jurnalis Kompas.

KOMPAS, 04 Oktober 2026

 

 

                                                           

Reformasi kelembagaan dan pembangunan infrastruktur strategis, pengembangan SDM, hingga selektif pada investasi asing turut memacu pertumbuhan Vietnam.

 

Pertumbuhan ekonomi Vietnam dalam kuartal ketiga (Juli-September) 2026 mencapai 9,95 persen atau naik dari 8,81 persen dibandingkan kuartal kedua. Angka Badan Pusat Statistik Vietnam tersebut merupakan catatan pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

 

Adapun rerata pertumbuhan ekonomi dalam sembilan bulan pertama 2026 mencapai 9,01 persen. Pencapaian tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Capaian itu diungkap badan statistik Vietnam, NSO, pada 3 Oktober 2026. Adapun inflasi inti Januari-September 2026 di 4,26 persen.

 

Catatan-catatan positif ini semakin memantapkan langkah Hanoi yang memasang target pertumbuhan dua digit dalam lima tahun ke depan. Di sisi lain, hal itu menempatkan Vietnam sebagai ”keajaiban ekonomi” di antara negara-negara Asia.

 

Ekspor Vietnam naik 24,5 persen dalam catatan year on year (YoY) dan impor naik naik 36,7 persen. Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 8 persen tahun lalu.

 

Surplus perdagangan Vietnam dengan AS naik 23,8 persen menjadi 122,6 miliar dolar AS dalam sembilan bulan pertama. Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi walau dihantam perang tarif oleh Amerika Serikat yang menjadi pasar utama ekspor Vietnam.

 

Kunci sukses

 

Badan Pusat Statistik Vietnam menyatakan, ekonomi Vietnam memperlihatkan kinerja positif hampir di semua sektor. Pencapaian itu diraih karena dukungan penuh pemerintah untuk mencapai pertumbuhan dua digit pada tahun 2026.

 

Salah satu dukungan Hanoi adalah reformasi struktural pada aneka lini. Langkah itu berhasil meningkatkan kinerja pemerintah dan penggunaan sumber daya.

 

Selanjutnya ada terobosan kebijakan Partai Komunis Vietnam dalam menarik investasi dengan empat pilar, yakni reformasi kelembagaan dan pembangunan infrastruktur strategis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan sikap selektif dalam menerima investasi yang berkelanjutan.

 

Seiring dengan itu, salah satu cara Vietnam menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah dengan menerapkan percepatan akuisisi lahan, terutama untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur. Aturan baru tersebut memungkinkan akuisisi tanah dan pembangunan dilakukan sebelum pemilik lahan atau rumah menerima kompensasi.

 

Dalam laporan Reuters (19/8/2026) disebutkan, kebijakan itu diambil demi menjaga dan mencapai target pertumbuhan ekonomi Vietnam.

 

Aturan itu diperkenalkan dan direncanakan disahkan pada Oktober 2026 setelah terjadi hambatan pembangunan sejumlah proyek besar karena masalah ganti rugi dan pemindahan warga.

 

Pemerintah Vietnam juga mengubah kebijakan soal kompensasi terhadap warga dengan membangun ulang kehidupan rakyat setelah tanah mereka diakuisisi. Dalam aturan baru, rakyat yang terkena penggusuran mendapat prioritas tanah di lokasi sama yang dikembangkan.

 

Aturan baru tersebut juga mendorong transparansi dan penilaian harga ganti rugi berbasis data ilmiah, memperkokoh aturan akuisisi lahan demi mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi.

 

Menteri Pertanian dan Lingkungan Trinh Viet Hung mengatakan, Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi minial 10 persen hingga 2030. Salah satu proyek besar adalah revitalisasi koridor delta Sungai Merah di Hanoi yang berdampak pada 200.000 warga.

 

Investasi asing

 

Kondisi internal Vietnam yang atraktif menjadi magnet bagi investor asing. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, kesepakatan investasi asing (FDI) mencapai 50,4 miliar dolar AS, melonjak 76,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi utama adalah sektor manufaktur dan pengembang perumahan.

 

Harga konsumen naik 5,1 persen pada September dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan biaya transportasi dan konstruksi meningkat karena dampak perang AS di Iran. Pemerintah Vietnam berusaha menjaga inflasi di angka 4,5 persen tahun ini.

 

Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Juli 2026 merevisi perkiraan pendapatan domestik bruto Vietnam naik dari 7,2 persen menjadi 7,8 persen. Pertumbuhan itu disebabkan oleh terus berkembangnya manufaktur, bertahannya konsumsi domestik, dan terus tumbuhnya investasi asing.

 

Investor China diketahui memindahkan bisnis mereka ke Asia Tenggara yang lebih kompetitif, terutama ke Vietnam yang bertetangga langsung dengan Provinsi Guangxi, China, dan memiliki kemiripan sistem politik.

 

Pada September 2026, FTSE Russel menaikan peringkat bursa saham Vietnam ke tingkat bursa sekunder pasar berkembang.

 

Hoang Manh Huyen, pengajar Jurusan Sejarah dan Hubungan Internasional Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora Ho Chi Minh City, yang dihubungi pada Minggu (4/10/2026) mengatakan, kunci pertumbuhan Vietnam adalah iklim politik yang stabil.

 

Lentur

 

Selain memperkuat kondisi domestik, Vietnam pun saat ini dengan lincah berselancar di area global. Hanoi berhasil menavigasi tarikan geopolitik antarkekuatan utama dunia, terutama AS-China, demi pencapaian ekonomi.

 

Presiden Vietnam To Lam kepada Bloomberg di New York pada September lalu mengatakan, Vietnam hampir mencapai kesepakatan dagang dengan AS. Vietnam berjanji mengimpor barang teknologi tinggi dari AS.

 

To Lam melanjutkan kebijakan para pemimpin Vietnam dengan politik bambu, mampu menempatkan diri dan mengambil keuntungan dari persaingan AS-China. Dalam Businesstimes.com.sg disebutkan, neraca perdagangan Vietnam surplus 1,3 miliar dolar AS setelah defisit dalam delapan bulan pertama tahun 2026. (REUTERS) ●

 

Sumber :  https://www.kompas.id/artikel/rahasia-pertumbuhan-ekonomi-9-persen-vietnam?open_from=Internasional_Page  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar