|
Ultah Kedua Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 20 Oktober 2026
Apa saja
prestasi terbesar dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh
pada hari ini?
Lihat saja
infografis yang beredar di medsos sejak kemarin. Memang tidak ada identitasnya:
siapa yang membuat dan mengedarkannya. Tapi kelihatannya terkait dengan tim
Bakom Istana.
Ada delapan
prestasi yang dipaparkan di infografis itu. Prestasi di urutan pertama adalah
produksi beras. Tahun lalu mencapai 34,7 juta ton. Dari tahun sebelumnya saja
naik hampir 15 persen.
Presiden memang
selalu membanggakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Rasanya ketua alumnus
Universitas Hasanuddin itu memang tergolong sedikit menteri yang berprestasi.
Angka produksi itu jauh lebih tinggi dibanding di zaman Presiden Soeharto
sekali pun.
Amran akan
diuji oleh El Nino. Apakah di kala cuaca abnormal produksi beras masih bisa
setinggi itu. Sudah tiga tahun terakhir musim hujan sangat panjang.
Sampai-sampai ada istilah ''kemarau basah''. Petani bisa tanam padi tiga kali
setahun. Itu sama dengan penambahan musim tanam 30 persen sendiri.
Prestasi kedua
adalah keberhasilan menerapkan B-40. Yakni mencampur minyak solar dengan
biodiesel yang berasal dari minyak sawit. Itu bisa menghemat keuangan negara
sampai Rp130 triliun/tahun. Ini prestasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang
juga salah seorang menteri yang sakti.
Prestasi nomor
tiga dan empat di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam dua tahun pemerintah
telah merehabilitasi 51.000 sekolah lebih. Di infografis itu tidak memasukkan
keberhasilan membangun Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Menurut saya
sekolah khusus untuk anak orang termiskin itu prestasi besar. Sekolah Rakyat
juga termasuk program yang orisinal. Mungkin karena Sekolah Rakyat tidak di
bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maka tidak terbaca di laporan
unjuk prestasi kementerian itu.
Sedang di
bidang kesehatan prestasinya adalah cek kesehatan gratis yang menjangkau 106
juta orang. Juga soal BPJS yang disuntik dana baru Rp 20 triliun.
Urutan prestasi
nomor 5 adalah di bidang hilirisasi: berhasil mengundang investasi sebesar
Rp225 triliun. Diikuti prestasi nomor tujuh di bidang kebanggaan Anda: Koperasi
Desa Merah Putih. Yakni sudah berhasil mengoperasikan 10.000 KDMP dari rencana
80.000 KDMP.
Prestasi nomor
enam adalah di program pengadaan tiga juta rumah rakyat: sudah terbangun
320.000 rumah. Tinggal sedikit lagi tuntas: tinggal 2.680.000 rumah.
Sedang prestasi
urutan delapan adalah simbol terkuat ideologi pemerintahan saat ini: sosialisme.
Yakni keberhasilan menyita 6,2 juta hektare kebun sawit milik swasta yang
aslinya adalah hutan milik negara. Enam juta hektare bukan angka main-main.
Sebagian besar sudah berwujud kebun kelapa sawit. Meski begitu hebatnya
keberhasilan ini justru hanya ditempatkan sebagai prestasi nomor delapan.
Tentu Anda bisa
menambah sendiri prestasi dua tahun pemerintah Presiden Prabowo. Yang saya
tunggu sebenarnya daftar delapan kegagalan yang dibuat pemerintah bayangan.
Layakkah
keberhasilan itu dirayakan? Terserah Anda. Yang jelas di Jember, Jatim, ada
yang menandai dua tahun pemerintahan Prabowo dengan bakti sosial. Sehari penuh.
dua tokoh keliling kabupaten. Mereka menyerahkan bantuan sosial. Khususnya ke
rumah-rumah orang tua dan miskin. Temanya: dua tahun pemerintahan Prabowo.
Dua tokoh itu
Anda sudah kenal: Kawendra Lukistian dan Gus Fawaid. Yang pertama anggota DPR
dari Dapil Jember-Lumajang. Yang kedua: bupati Jember.
Nama Kawendra
kemarin jadi bisik-bisik keras di seantero warga Nahdlatul Ulama: siapa
Kawendra. Kok tiba-tiba menjadi pengurus besar (pimpinan pusat) Nahdlatul
Ulama. Yakni sebagai salah satu bendahara PBNU.
Ada yang bilang
itu titipan Istana. Ada yang bilang ia pantas dapat posisi itu.
Umurnya baru 38
tahun. Baru kali ini jadi anggota DPR –di komisi VI yang antara lain
membawahkan BUMN.
Kawendra
awalnya aktif di tim pemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub Jakarta. Lalu jadi tim
pemenangan Capres Jokowi. Tapi ketika Jokowi menggandeng Jusuf Kalla, Kawendra
memisahkan diri. Ia pindah menjadi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Lalu aktif
di Gerindra. Sampai sekarang.
Yang tidak
banyak orang tahu: Kawendra adalah pencipta lagu yang produktif. Puluhan
penyanyi terkemuka pernah menyanyikan lagu ciptaannya. Sebut ngawur saja salah
satu nama penyanyi: hampir pasti pernah menyanyikan ciptaan Kawendra.
Dea Mirella,
Dina Mariana, Fahira Malaysia, Ayu Soraya, Ellena (Bexxa), Chintami, Selena
Maria, Bugi Satrio, Icha Suny, EG Reyna (penyanyi Meksiko), Ita Purnamasari.
Juga Edo Kondologit, Afghan, Endang S. Taurina, Ismi Azis, Iis Sugiarto.
Belum lagi yang
pakai jingle lagunya: Prabowo, Sandiaga Uno, Mooryati Sudibyo, Yenni Wahid.
Begitulah publikasi yang resmi beredar. Saya menghubungi beberapa nama itu,
sayangnya selalu tidak mau dikutip kata-kata mereka.
Pokoknya nama
Kawendra akan jadi bintang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia. Tidak akan
kalah bersinar dari tokoh seperti Rafi Ahmad dan Kepala BGN Sudaryanto. Apalagi
kalau Presiden Prabowo dianggap sukses sebagai presiden hebat. Bintang politik mereka
pasti kian cemerlang.
Karwenda
sendiri alumnus Universitas Pancasila dengan S-2 di Institut Seni Budaya
Indonesia Bandung. Kiprahnya lebih banyak di penciptaan lagu sebelum jadi
aktivis.
Dua tahun
pemerintahan Prabowo bagi orang seperti Karwenda memang penting. Bagi Anda
terserah Anda.
Dua tahun
terakhir banyak yang terdengar menjerit, tapi banyak juga yang bersorak. Lebih
banyak lagi yang mengamati dengan waswas. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/974453/ultah-kedua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar