|
Jumat Keramat Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 18 Oktober 2026
Bank-bank ini
tidak berdosa tapi ikut masuk neraka. Bahkan bank-bank itu menjadi yang paling
menderita di Jumat Keramat kemarin. Yakni saat indeks harga saham gabungan di
bursa efek Indonesia turun drastis.
Anda sudah
tahu: harga saham di bursa turun drastis 11,5 persen di satu hari Jumat saja.
Itu penurunan terjelek sejak terjadinya krisis moneter 1998.
Pemicunya Anda
juga sudah tahu: lembaga rating terkemuka di New York, MSCI, mengeluarkan
pernyataan: akan menurunkan status Bursa Efek Indonesia dari level emerging
market menjadi standalone --level yang tidak akan lagi diperhatikan
oleh jaringan pasar saham dunia.
Itu karena
lembaga rating tersebut tidak percaya lagi pada reputasi pasar modal Indonesia.
Begitu banyak pelanggaran dibiarkan saja. Terutama yang dilakukan para big
fish. Seolah lembaga pengawas pasar modal, OJK, takut pada perusahaan jenis
itu.
MSCI
juga menengarai adanya intervensi kekuasaan yang berpengaruh pada independensi
pasar modal. Misalnya: mengapa raksasa batu bara, Bayan, harus jual saham ke
Haji Isam. Ada juga pemberitaan Danantara akan menjadi pemegang saham Bursa
Efek Indonesia.
Sebetulnya MSCI
belum memutuskan penurunan level BEI itu. Tapi para pemilik modal langsung
antisipasi dengan cara cepat-cepat menjual saham mereka. Begitu banyaknya yang
jual saham sampai harganya turun drastis.
Hasil penjualan
saham itu mereka bawa pulang ke negara masing-masing. Maka
pada satu hari Jumat kemarin terjadi out flow yang luar biasa besarnya:
Rp 3,3 triliun. Secara ekonomi Indonesia terpukul sangat berat.
Keputusan MSCI
itu sebenarnya baru akan diambil Juni atau Juli tahun depan. Tapi investor dari
luar negeri rupanya sudah ”patah harapan”.
MSCI sebenarnya
sudah mengingatkan semua itu sejak lebih lama. Bahkan pernah mengeluarkan
peringatan keras tahun lalu. Saat peringatan itu diumumkan harga saham juga
jatuh sangat dalam. Akhir Januari tahun ini tiga pimpinan OJK sampai
”mengundurkan diri”.
Rupanya
pimpinan OJK yang baru dianggap belum banyak berbenah. Maka MSCI membuat
pengumuman yang dampaknya seperti bom atom untuk pasar modal Indonesia.
Apakah giliran
pimpinan OJK yang baru akan mengundurkan diri? Kita belum tahu. Tapi Jumat malam itu juga OJK mengumumkan tindakan drastis.
Tiga ”ikan besar” bursa efek Indonesia dijatuhi hukuman berat: harus bayar
denda yang totalnya mencapai Rp2,1 triliun. Itu karena mereka melakukan
pelanggaran berat.
Dua perusahaan
milik konglomerat Prajogo Pangestu dihukum bayar denda Rp500 miliar (BREN) dan
Rp 100 miliar (CUAN). Satu perusahaan milik pewaris Eka Tjipta Wijaya (DSSA)
didenda Rp 1,5 triliun.
BREN, CUAN, dan
DSSA bukan nama perusahaan. Itu kode perusahaan di pasar modal.
DSSA adalah PT
Dian Swastatika Sentosa dari grup konglomerat Sinar Mas. BREN adalah PT Barito
Renewables Energy. CUAN adalah PT Petrindo Jaya Kreasi.
Apakah tindakan
tegas itu akan bisa membuat MSCI mengurungkan keputusannya Juni tahun depan?
Bagaimana dengan indikasi lain yang BEI dicitrakan terancam independensinya?
Yang jelas babak ”babak belur” sudah terjadi. Bank-bank besar yang tidak ikut berbuat dosa ikut
menderita. Bahkan termasuk yang paling menderita.
Saham BBCA
(Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) sama-sama turun sampai 14,8 persen. Saham Bank
Mandiri dan Telkom termasuk yang turun drastis.
Mereka
sebenarnya bisa dipercaya tapi terbawa ke iklim ketidakpercayaan pada
keseluruhan pasar modal.
DSSA sendiri
jeblok. Turun luar biasa. Tidak hanya di hari Jumat lalu melainkan sudah sejak
tanggal 12 Oktober. Total penurunan selama lima hari terakhir mencapai 36,7
persen.
Kapitalisasi
pasarnya sudah jauh dari puncaknya yang mencapai Rp 778 triliun. Perusahaan ini
raksasa. Satu perusahaan saja bernilai Rp 778 triliun. Tapi gara-gara 'Jumat
keramat' kemarin kekayaannya 'tinggal' Rp 137 triliun.
Bagaimana di
pasar modal Jakarta DSSA bisa dibuat menjadi perusahaan bernilai Rp778 triliun
pastilah kemampuan financial engeneeringnya kelas dewa.
”Jumat Keramat”
di pasar modal Indonesia itu jatuh pada tanggal 16 Oktober 2026. Sore itu sudah
banyak yang posting di medsos yang isinya ucapan Selamat Ulang Tahun ke-75
Presiden Prabowo Subianto.
Tanggal 20
Oktober besok genap pula dua tahun pemerintahan Prabowo. Tega-teganya
memberikan kado ulang tahun seperti itu. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/974108/jumat-keramat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar