Sabtu, 10 Oktober 2026

 

Weda Bay

Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos

DISWAY, 10 Oktober 2026

 

 

 

Bersejarah: Indonesia ekspor baterai mobil listrik. Kamis kemarin. Dari pulau terpencil Halmahera di Maluku Utara. Presiden Prabowo sendiri yang meluncurkan ekspor perdana itu: lewat pelabuhan Weda Bay.

 

Melihat video acara itu saya jadi kangen ke sana lagi. Tentu sudah berubah total. Weda Bay sudah jadi kawasan industri terkait hilirisasi nikel.

 

Dulu PT Antam membangun pelabuhan di Hili, Halmahera Timur. Pelabuhan yang amat ideal. Lokasinya di sebuah teluk yang sangat tenang. Seperti pelabuhan di dalam naungan dua capit kepiting yang kokoh. Tidak ada gelombang besar yang bisa menggoyang kapal besar yang bongkar-muat di pelabuhan itu. Hebatnya lagi draft pelabuhan itu sangat dalam: 20 meter. Tidak akan terjadi pendangkalan. Tidak ada sungai yang bermuara di situ. Zaman dulu jenis pelabuhan seperti itu disebut pelabuhan alam: tidak perlu membangun dermaga panjang yang menjorok ke tengah laut.

 

Berada di pelabuhan besar itu saya tercenung: pelabuhannya sudah jadi tapi industri smelternya belum ada. Lalu kapan pelabuhan ini tidak mubazir. PT Antam (BUMN) yang membangunnya memang punya cita-cita besar. Membangun smelter nikel di dekat pelabuhan itu. Tapi modalnya tidak cukup. Awalnya smelter itu akan dibangun dari hasil ekspor nikel-ore --tanah yang mengandung nikel. Tapi tiba-tiba Presiden SBY tegas: ekspor ore dilarang. Harus diolah. Antam langsung kehilangan darah segar. Proyek smelter pun tertunda --meski pelabuhannya sudah jadi.

 

Presiden Jokowi agresif menggalakkan hilirisasi. Termasuk di Weda Bay. Investor dari Tiongkok didatangkan. Proyek dikebut. Jenderal Luhut Panjaitan jadi panglima percepatan. Sukses.

 

Pelabuhan yang dibangun PT Antam entah bagaimana nasibnya sekarang. Seiring hilirisasi di Weda, dibangun pelabuhan baru: Weda Bay. Yang membangun dan mengelola adalah PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Dikembangkan oleh konsorsium perusahaan swasta (Tsingshan Holding Group, Huayou Cobalt, dan Zhenshi Holding Group).

 

Kini proyek di Weda itu berhasil ekspor beneran --Prabowo yang meresmikannya.

 

Pidato Presiden Prabowo sangat singkat --dibanding biasanya. Ia memendekkan pidatonya dengan alasan kalau ia berpidato panjang bisa bahaya. "Kalian mau saya pidato tiga jam?" tanya Prabowo dari podium. "Mauuuu...." teriak sebagian yang harir. Mendengar itu Prabowo menukas: "bohoooong....".

 

Di awal pidato Prabowo juga disambut gelak tawa. Misalnya ketika ia menyebut nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. Gemuruh tepuk tangan melebihi sambutan untuk nama-nama lain yang disebut presiden. Melihat itu Presiden nyeletuk: Pemilunya masih jauh.

 

Yang juga memikat adalah ucapan presiden yang sangat menghibur orang Indonesia Timur. "Orang Indonesia Timur itu makannya banyak," ujarnya disambut tawa riuh.

 

"Benar kan?" tanya presiden.

 

"Benaaar...," sambut hadirin.

 

"Saya tahu itu karena saya ini separo orang Indonesia Timur," katanya yang juga disambut tawa riuh. Tawa gembira. Di tentara juga begitu. Yang asal Indonesia Timur makannya lebih banyak.

 

Ada empat jenis yang diekspor dari Weda Bay.

 

Pertama, baterai lithium NMC (Nickel Manganese Cobalt). Bahan bakunya nikel, mangaan dan kobalt. Semua ada di Halmahera.

 

Kedua, baterai LFP --Lithium Fero Posphat. Bahan bakunya lithium, besi dan posphat. Tiga-tiganya tidak ditemukan di Halmahera.

 

Kenapa tidak ada bahan baku LFP tapi bisa produksi dan ekspor? Itu karena bahan bakunya didatangkan ke Halmahera dari negara lain. Bahwa itu diproduksi di Weda Bay karena di sana fasilitas untuk pengolahannya sudah ada. Infrastrukturnya lengkap. Ini yang disebut ”industri bisa menggeret industri yang lain”.

 

Selain ekspor dua jenis baterai tadi, Weda Bay juga ekspor bahan baku baterai. Meski tidak disebut tentunya ekspor itu ke Tiongkok.

 

Siapa tahu diam-diam Presiden Jokowi ngebet ingin ke Weda Bay --melihat hasil perjuangannya melakukan hilirisasi di mana-mana. ●

 

Sumber :    https://disway.id/catatan-harian-dahlan/972785/weda-bay

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar