Memo
Bisnis
|
Transaksi
Ekonomi Digital Mencapai Rp 6.636 Triliun Fery Firmansyah
: Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 25 Oktober 2026
|
· Laporan Google, Temasek, dan Bain &
Company menyebutkan GMV ekonomi digital Asia Tenggara naik tahun ini. · Danantara menyelesaikan akuisisi
Novotel Makkah berikut lahan seluas 4,4 hektare untuk layanan jemaah haji. · Tingkat investasi di kawasan ekonomi
khusus menurun pada kuartal III tahun ini. LAPORAN
e-Conomy SEA 2026 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada
21 Oktober 2026 menyebutkan nilai transaksi bruto atau gross merchandise
value (GMV) ekonomi digital di enam negara Asia Tenggara mencapai US$ 368
miliar atau Rp 6.636 triliun tahun ini. Berdasarkan angka tersebut, ada
pertumbuhan 17 persen meski Asia Tenggara terkena turbulensi ekonomi global. Menurut
riset tersebut, GMV ekonomi digital sepuluh negara Asia Tenggara akan
mencapai US$ 1,139 triliun pada 2035. Angka itu mencakup niaga elektronik
atau e-commerce, perjalanan daring atau e-travel, media digital, serta
layanan mobilitas dan pesan-antar makanan. "Peluang berikutnya terletak
pada upaya mengubah jangkauan akal imitasi menjadi nilai ekonomi yang
nyata," demikian petikan laporan e-Conomy SEA 2026. Indonesia,
menurut laporan Google dan Temasek, memiliki posisi strategis dalam
pertumbuhan tersebut. Dengan populasi sekitar 286 juta jiwa pada 2025,
Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar di antara enam pasar utama.
Besarnya pasar domestik menjadi basis konsumen yang luas bagi perdagangan
elektronik, layanan transportasi online, pembayaran digital, dan berbagai
layanan berbasis aplikasi. ● Danantara
Selesaikan Akuisisi Aset di Mekah DANANTARA
Indonesia melalui holding investasi PT Danantara Investment Management
menyelesaikan akuisisi aset berupa lahan seluas 4,4 hektare di kawasan
Thakher, Mekah, Arab Saudi, pada Senin, 19 Oktober 2026. Akuisisi ini
mencakup Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar dan suite yang
diserahterimakan pada 11 Agustus 2026. Serangkaian
transaksi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis yang diumumkan
Danantara Indonesia dan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025.
Menurut Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani,
transaksi ini menandai investasi jangka panjang Danantara di sektor
perhotelan serta ekosistem layanan jemaah haji dan umrah. "Fokus kami
adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat,"
katanya. Menurut
Rosan, pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap bersama
Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi
ini, dengan kehadiran Danantara Indonesia di Kerajaan Arab Saudi. Studi
kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang dipersyaratkan untuk
bidang lahan tersebut akan disiapkan dan disampaikan sesuai dengan tahap
pengembangan. Chief
Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker mengatakan Indonesia
menjadi negara pertama yang memiliki properti di Arab Saudi. Menurut dia, hal
ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah sekaligus
terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Mekah bagi mitra jangka panjang
yang berkomitmen melayani jemaah haji. ● Tingkat
Investasi di KEK Turun REALISASI
investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga triwulan III 2026 mencapai
Rp 46 triliun, turun 9,09 persen secara tahunan. Jika dibandingkan dengan
target hingga akhir tahun, investasi yang sudah terealisasi baru 67 persen.
"Harapannya bisa mencapai 100 persen pada kuartal IV karena semua sedang
dalam proses pembangunan," tutur Menteri Koordinator Perekonomian
Airlangga Hartarto pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dari
seluruh modal baru yang tercatat, tingkat investasi asing mencapai Rp 33
triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp 13 triliun. Investasi di KEK
sepanjang Januari-September 2026, menurut Airlangga, sudah menyerap 53.190
tenaga kerja yang terdiri atas 50.479 warga negara Indonesia dan 2.711
pekerja asing. Penambahan tenaga kerja itu sudah melampaui target 51.315
orang tahun ini. Secara
kumulatif, realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp 382,1
triliun dari 509 badan usaha dengan serapan tenaga kerja 302.262 orang. Di
Indonesia, KEK beroperasi di berbagai sektor yang terdiri atas 13 kawasan
industri, 6 kawasan pariwisata, 2 kawasan kesehatan, 1 kawasan digital, 2
kawasan teknologi dan edukasi, serta 1 kawasan jasa lain. ● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/transaksi-ekonomi-digital-mencapai-rp-6-636-triliun-2301492 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar