Selasa, 27 Oktober 2026

 

Memo Bisnis

Transaksi Ekonomi Digital Mencapai Rp 6.636 Triliun

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 25 Oktober 2026

 

 

                                                           

·      Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan GMV ekonomi digital Asia Tenggara naik tahun ini.

 

·      Danantara menyelesaikan akuisisi Novotel Makkah berikut lahan seluas 4,4 hektare untuk layanan jemaah haji.

 

·      Tingkat investasi di kawasan ekonomi khusus menurun pada kuartal III tahun ini.

 

LAPORAN e-Conomy SEA 2026 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada 21 Oktober 2026 menyebutkan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital di enam negara Asia Tenggara mencapai US$ 368 miliar atau Rp 6.636 triliun tahun ini. Berdasarkan angka tersebut, ada pertumbuhan 17 persen meski Asia Tenggara terkena turbulensi ekonomi global.

 

Menurut riset tersebut, GMV ekonomi digital sepuluh negara Asia Tenggara akan mencapai US$ 1,139 triliun pada 2035. Angka itu mencakup niaga elektronik atau e-commerce, perjalanan daring atau e-travel, media digital, serta layanan mobilitas dan pesan-antar makanan. "Peluang berikutnya terletak pada upaya mengubah jangkauan akal imitasi menjadi nilai ekonomi yang nyata," demikian petikan laporan e-Conomy SEA 2026.

 

Indonesia, menurut laporan Google dan Temasek, memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan tersebut. Dengan populasi sekitar 286 juta jiwa pada 2025, Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar di antara enam pasar utama. Besarnya pasar domestik menjadi basis konsumen yang luas bagi perdagangan elektronik, layanan transportasi online, pembayaran digital, dan berbagai layanan berbasis aplikasi. ●

 

Danantara Selesaikan Akuisisi Aset di Mekah

 

DANANTARA Indonesia melalui holding investasi PT Danantara Investment Management menyelesaikan akuisisi aset berupa lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher, Mekah, Arab Saudi, pada Senin, 19 Oktober 2026. Akuisisi ini mencakup Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar dan suite yang diserahterimakan pada 11 Agustus 2026.

 

Serangkaian transaksi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis yang diumumkan Danantara Indonesia dan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025. Menurut Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, transaksi ini menandai investasi jangka panjang Danantara di sektor perhotelan serta ekosistem layanan jemaah haji dan umrah. "Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat," katanya.

 

Menurut Rosan, pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi ini, dengan kehadiran Danantara Indonesia di Kerajaan Arab Saudi. Studi kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang dipersyaratkan untuk bidang lahan tersebut akan disiapkan dan disampaikan sesuai dengan tahap pengembangan.

 

Chief Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker mengatakan Indonesia menjadi negara pertama yang memiliki properti di Arab Saudi. Menurut dia, hal ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Mekah bagi mitra jangka panjang yang berkomitmen melayani jemaah haji. ●

 

Tingkat Investasi di KEK Turun

 

REALISASI investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 46 triliun, turun 9,09 persen secara tahunan. Jika dibandingkan dengan target hingga akhir tahun, investasi yang sudah terealisasi baru 67 persen. "Harapannya bisa mencapai 100 persen pada kuartal IV karena semua sedang dalam proses pembangunan," tutur Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu, 21 Oktober 2026.

 

Dari seluruh modal baru yang tercatat, tingkat investasi asing mencapai Rp 33 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp 13 triliun. Investasi di KEK sepanjang Januari-September 2026, menurut Airlangga, sudah menyerap 53.190 tenaga kerja yang terdiri atas 50.479 warga negara Indonesia dan 2.711 pekerja asing. Penambahan tenaga kerja itu sudah melampaui target 51.315 orang tahun ini.

 

Secara kumulatif, realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp 382,1 triliun dari 509 badan usaha dengan serapan tenaga kerja 302.262 orang. Di Indonesia, KEK beroperasi di berbagai sektor yang terdiri atas 13 kawasan industri, 6 kawasan pariwisata, 2 kawasan kesehatan, 1 kawasan digital, 2 kawasan teknologi dan edukasi, serta 1 kawasan jasa lain. ●

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/transaksi-ekonomi-digital-mencapai-rp-6-636-triliun-2301492

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar