|
Bagaimana Pemerintah China Menghukum Koruptor
di Negaranya? Tatang
Mulyana Sinaga : Wartawan Kompas |
KOMPAS, 16 Juli 2026
|
Jutaan pejabat di China diseret ke pengadilan karena korupsi.
Dekat dengan pusat kekuasaan bukan jaminan lolos dari hukuman. Malah ada yang
dijatuhi hukuman mati. Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini? 1. Bagaimana cara China memberantas korupsi? 2. Mengapa China sangat getol menghukum koruptor? 3. Siapa saja pejabat China yang divonis mati karena korupsi? 4. Apakah orang di dekat pusat kekuasaan bisa lolos dari target
pemberantasan korupsi? Bagaimana cara China memberantas korupsi? Pemberantasan korupsi merupakan salah satu prioritas Presiden
China Xi Jinping. Prosesnya dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari
membangun sistem pencegahan yang ketat hingga menjatuhkan hukuman berat bagi
koruptor tanpa pandang bulu. Dilaporkan media, Selasa (15/7/2026), anggota Politbiro Partai
Komunis China, Ma Xingrui, dipecat karena dugaan korupsi besar dan tuduhan memanfaatkan
kekuasaan untuk uang dan seks. Dengan dipecatnya Ma, sudah tiga anggota
Politbiro yag diberhentikan dari jabatannya karena dugaan korupsi. Nyaris tidak ada pejabat China yang bisa lolos dari Komisi Audit
Pusat China (NAO). Xi memerintahkan para auditor mengawasi para pejabat
sepanjang waktu. Para pengawas ibarat bayangan yang selalu mengikuti ke mana
pun para pejabat melangkah. Hal itu dilakukan untuk menutup peluang pejabat
mencuri uang negara. Pejabat pengelola dana publik, aset, dan sumber daya milik badan
usaha negara diawasi paling ketat. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada
pejabat ataupun pegawai pemerintah yang korupsi atau menyalahgunakan
kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Xi memakai hasil audit NAO untuk memutuskan hukuman atau
penghargaan bagi para pejabat. Ia menyebut NAO berperan penting menjalankan
perintah Partai Komunis China (PKC) untuk menjaga ketertiban ekonomi dan
memerangi korupsi. Para auditor terutama diminta fokus mengawasi pejabat
terkait keuangan, kebijakan moneter, industri, teknologi, dan sosial. Untuk meminimalkan peluang penyalahgunaan kekuasaan, China juga
memonitor bisnis keluarga pejabat. Setiap pejabat harus melaporkan kegiatan
bisnis dan jabatan dari pasangan dan anak-anak mereka. Selanjutnya, mereka
wajib menarik diri dari bisnis atau turun dari jabatannya. Tuntutan hukum
menanti bagi mereka yang berusaha menghindari aturan itu. Mengapa China sangat getol menghukum koruptor? Bagi China, korupsi yang merajalela dapat menggerus kepercayaan
publik, menghambat pembangunan ekonomi, dan mengancam masa depan negara. Jika
tidak ditindak tegas, korupsi akan dengan cepat menyebar dan menimbulkan
kerugian lebih besar. China tak memberi ampun bagi pejabatnya yang terbukti korupsi.
Meski sistem pencegahan telah dibangun, masih saja banyak pejabat yang
korupsi. Sejak Xi memimpin China pada 2012, terdapat sekitar 4 juta pejabat
yang telah dihukum. Pada awal 2025, Komisi Disiplin PKC (CCDI) mengungkap kerja para
pejabat. Komisi itu menyelidiki pejabat di 73 provinsi dan 4.384 lembaga pada
berbagai tingkatan. Hasilnya, sekitar 889.000 pejabat dihukum. Dari jumlah
itu, 270.000 mendapat sanksi administratif. Sisanya dipecat atau diturunkan
jabatan serta pangkatnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, ratusan ribu pejabat
diseret ke pengadilan pidana. Contoh kasus besar terjadi pada mantan Kepala Keamanan Nasional
China Zhou Yongkang yang dihukum seumur hidup pada 2015. Sebelumnya, ada Bo
Xilai, mantan anggota Politbiro PKC, yang juga dihukum seumur hidup pada
2013. Siapa saja pejabat China yang divonis mati karena korupsi? China menghukum koruptor dengan sangat keras. Penjara puluhan
tahun, bahkan hingga seumur hidup, bukanlah yang terberat. Banyak pejabat
yang divonis mati karena terbukti mencuri duit rakyat. Pada Mei lalu, China menjatuhkan hukuman mati kepada bekas
Menteri Pertahanan negara itu, Wei Fenghe (72) dan Li Shangfu (71). Keduanya
terlibat dalam korupsi di militer China. Pada 2024, Wei dan Li sama-sama dipecat dari keanggotaan PKC.
Politbiro PKC menyimpulkan Li sebagai pengkhianat. Li dinyatakan telah
kehilangan jiwa dan semangat pengabdian terhadap partai dan Tentara
Pembebasan Rakyat (PLA). Wei dan Li kemudian dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan atau
sihuan zhidu. Hukuman ini memberikan waktu 2 tahun penundaan untuk
pelaksanaan eksekusi. Jika dalam rentang waktu dua tahun itu terpidana
menunjukkan kelakuan baik dan penyesalan, hukuman mati tersebut diubah
menjadi hukuman seumur hidup. Selain Wei dan Li, terdapat sejumlah pejabat China lainnya yang
divonis mati karena korupsi. Salah satunya adalah bekas Presiden Bank
Perdagangan China Tian Huiyu. Ia terbukti menerima suap, menyalahgunakan
kekuasaan, menjual informasi, melakukan insider trading, dan membocorkan
informasi. Apakah orang di dekat pusat kekuasaan bisa lolos dari target
pemberantasan korupsi? Korupsi sangat dekat dengan kekuasaan. Jadi, China sangat rajin
mengawasi tindak tanduk pejabat di lingkaran pusat kekuasaan. Mereka pun
tidak lolos dari target pemberantasan korupsi yang dilakukan tanpa pandang
bulu. Menjadi anggota Politbiro, organisasi tertinggi dalam struktur
kekuasaan di China, tak berarti aman dari pengawasan Xi. Sampai saat ini,
sudah tiga anggota Politbiro yang diberhentikan dari jabatannya karena dugaan
korupsi. Pada Januari lalu, China mencopot anggota Politbiro PKC, Jenderal
Zhang Youxia, dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC).
Pada Oktober 2025, PKC memecat He Weidong dari jabatannya di CMC. Mereka
dipecat karena masalah disiplin. Istilah disiplin biasa digunakan dalam
penindakan dugaan kasus korupsi di lingkungan PKC. Bulan lalu, CCDI mengumumkan Wakil Kepala Administrasi Negara
untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional
(SASTIND), sekaligus Wakil Direktur Badan Antariksa Nasional China (CNSA),
Bian Zhigang, sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran serius terhadap
disiplin dan hukum. Tak lama setelah diumumkan sedang diselidiki atas kasus
korupsi, profil Bian dihapus dari situs resmi SASTIND. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Direktur CNSA, Bian dikenal
sebagai salah satu tokoh yang aktif mempromosikan kerja sama internasional
dalam program antariksa China. Ia sering tampil dalam forum-forum luar
angkasa internasional dan berbicara mengenai proyek eksplorasi Bulan serta
kerja sama antariksa global yang dikembangkan China. ● |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar