Bisnis Sepekan
|
Pengeluaran Subsidi
Energi Membengkak Disahkan DPR Fery
Firmansyah : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 12
Juli 2026
|
· Realisasi belanja subsidi dan
kompensasi pada semester I 2026 melonjak 44,4 persen (year-on-year). · Danantara menandatangani nota
kesepahaman tentang potensi kerja sama ekspor listrik dengan perusahaan
Singapura. · S&P Dow Jones Indices dan MSCI
mengancam akan menurunkan status pasar modal Indonesia ke frontier market. MENTERI
Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi belanja subsidi dan
kompensasi pada semester I 2026 telah menembus Rp 233 triliun atau 52,1
persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini. Jika
dibandingkan dengan semester awal 2025, belanja subsidi dan kompensasi
membengkak 44,4 persen. Menurut
Purbaya dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta
pada Selasa, 7 Juli 2026, pembayaran subsidi dan kompensasi semester I
dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP) dan volatilitas
nilai tukar rupiah. ICP pada
Januari dan Februari berkisar US$ 60 per barel, sementara pada bulan
selanjutnya melonjak di atas US$ 100 per barel. Adapun rupiah bergerak di
kisaran 17.900 per dolar Amerika Serikat. Di sisi
lain, volume penyaluran barang bersubsidi meningkat, terutama dalam bentuk
volume bahan bakar minyak, elpiji 3 kilogram, dan listrik bersubsidi.
Peningkatan penyaluran bahan bakar mencapai 7,8 persen (year-on-year) dan
elpiji 3 kilogram sebesar 2 persen. Adapun
jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,1 persen. Pembayaran subsidi
pupuk juga naik karena realisasi volume penyalurannya meningkat sebesar 21,4
persen, sementara jumlah debitor kredit usaha rakyat melonjak 3,6 persen. ● Danantara
Teken Kesepakatan Ekspor Listrik PT
DANANTARA Investment Management menandatangani dua nota kesepahaman atau
memorandum of understanding dengan perusahaan Singapura, Keppel Electric dan
Sembcorp Utilities. Kesepakatan itu menyangkut potensi kerja sama ekspor
listrik ke Singapura. Chief
Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara
(Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Indonesia berkomitmen penuh
mempersiapkan regulasi dan infrastruktur agar proyek berjalan sebelum akhir
dekade ini. “Ini adalah katalis bagi penghiliran hijau. Interkoneksi dengan
Singapura adalah salah satu wujud transformasi strategis yang jauh lebih
besar,” katanya pada Senin, 6 Juli 2026. Selain
menggandeng Keppel Electric dan Sembcorp Utilities, Danantara menandatangani
nota kesepahaman dengan Singapore Energy Interconnections dalam isu komersial
dan teknis perihal pembangunan interkoneksi lintas batas. Realisasi ekspor
listrik hingga 3,4 gigawatt atau lebih ini diproyeksikan tercapai pada 2035.
Menteri Penanggung Jawab Energi dan Sains dan Teknologi Singapura Tan See
Leng mengatakan potensi proyek ekspor listrik dari Indonesia menunjukkan
kemajuan yang positif. ● Status
Pasar Modal RI Terancam Turun PENYEDIA
indeks saham global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan
Indonesia ke daftar pantauan atau watchlist untuk tinjauan 2027. Saat ini
Indonesia masih berstatus emerging market. Namun S&P DJI membuka peluang
menerapkan perlakuan khusus bagi saham Indonesia dengan potensi reklasifikasi
menjadi frontier market atau pasar pemula yang berisiko. “Jika
keadaan memburuk, S&P DJI dapat mempertimbangkan penerapan perlakuan
khusus untuk sekuritas Indonesia,” demikian pernyataan lembaga itu pada Rabu,
8 Juli 2026. Selain Indonesia, Turki dan Nigeria masuk ke watchlist S&P
Dow Jones Indices. Adapun
MSCI pada Selasa, 7 Juli 2026, memutuskan tetap membekukan saham Indonesia
dalam tinjauan indeks Agustus 2026. MSCI mengatakan akan tetap membekukan
semua peningkatan Foreign Inclusion Factors dan jumlah saham atau number of
shares, tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market
Index, serta tetap membekukan migrasi ke atas di semua segmen ukuran indeks.
Pembekuan saham merupakan tindak lanjut MSCI setelah mempertahankan status
Indonesia sebagai emerging market dalam tinjauan klasifikasi pasar Juni 2026. ● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/subsidi-energi-ekspor-listrik-msci-2275154 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar