Selasa, 14 Juli 2026

 

Bisnis Sepekan

Pengeluaran Subsidi Energi Membengkak

Disahkan DPR

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 12 Juli 2026

 

 

                                                           

·      Realisasi belanja subsidi dan kompensasi pada semester I 2026 melonjak 44,4 persen (year-on-year).

 

·      Danantara menandatangani nota kesepahaman tentang potensi kerja sama ekspor listrik dengan perusahaan Singapura.

 

·      S&P Dow Jones Indices dan MSCI mengancam akan menurunkan status pasar modal Indonesia ke frontier market.

 

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi belanja subsidi dan kompensasi pada semester I 2026 telah menembus Rp 233 triliun atau 52,1 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini.

 

Jika dibandingkan dengan semester awal 2025, belanja subsidi dan kompensasi membengkak 44,4 persen.

 

Menurut Purbaya dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026, pembayaran subsidi dan kompensasi semester I dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP) dan volatilitas nilai tukar rupiah.

 

ICP pada Januari dan Februari berkisar US$ 60 per barel, sementara pada bulan selanjutnya melonjak di atas US$ 100 per barel. Adapun rupiah bergerak di kisaran 17.900 per dolar Amerika Serikat.

 

Di sisi lain, volume penyaluran barang bersubsidi meningkat, terutama dalam bentuk volume bahan bakar minyak, elpiji 3 kilogram, dan listrik bersubsidi. Peningkatan penyaluran bahan bakar mencapai 7,8 persen (year-on-year) dan elpiji 3 kilogram sebesar 2 persen.

 

Adapun jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,1 persen. Pembayaran subsidi pupuk juga naik karena realisasi volume penyalurannya meningkat sebesar 21,4 persen, sementara jumlah debitor kredit usaha rakyat melonjak 3,6 persen. ●

 

Danantara Teken Kesepakatan Ekspor Listrik

 

PT DANANTARA Investment Management menandatangani dua nota kesepahaman atau memorandum of understanding dengan perusahaan Singapura, Keppel Electric dan Sembcorp Utilities. Kesepakatan itu menyangkut potensi kerja sama ekspor listrik ke Singapura.

 

Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Indonesia berkomitmen penuh mempersiapkan regulasi dan infrastruktur agar proyek berjalan sebelum akhir dekade ini. “Ini adalah katalis bagi penghiliran hijau. Interkoneksi dengan Singapura adalah salah satu wujud transformasi strategis yang jauh lebih besar,” katanya pada Senin, 6 Juli 2026.

 

Selain menggandeng Keppel Electric dan Sembcorp Utilities, Danantara menandatangani nota kesepahaman dengan Singapore Energy Interconnections dalam isu komersial dan teknis perihal pembangunan interkoneksi lintas batas. Realisasi ekspor listrik hingga 3,4 gigawatt atau lebih ini diproyeksikan tercapai pada 2035. Menteri Penanggung Jawab Energi dan Sains dan Teknologi Singapura Tan See Leng mengatakan potensi proyek ekspor listrik dari Indonesia menunjukkan kemajuan yang positif. ●

 

Status Pasar Modal RI Terancam Turun

 

PENYEDIA indeks saham global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke daftar pantauan atau watchlist untuk tinjauan 2027. Saat ini Indonesia masih berstatus emerging market. Namun S&P DJI membuka peluang menerapkan perlakuan khusus bagi saham Indonesia dengan potensi reklasifikasi menjadi frontier market atau pasar pemula yang berisiko.

 

“Jika keadaan memburuk, S&P DJI dapat mempertimbangkan penerapan perlakuan khusus untuk sekuritas Indonesia,” demikian pernyataan lembaga itu pada Rabu, 8 Juli 2026. Selain Indonesia, Turki dan Nigeria masuk ke watchlist S&P Dow Jones Indices.

 

Adapun MSCI pada Selasa, 7 Juli 2026, memutuskan tetap membekukan saham Indonesia dalam tinjauan indeks Agustus 2026. MSCI mengatakan akan tetap membekukan semua peningkatan Foreign Inclusion Factors dan jumlah saham atau number of shares, tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Index, serta tetap membekukan migrasi ke atas di semua segmen ukuran indeks. Pembekuan saham merupakan tindak lanjut MSCI setelah mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dalam tinjauan klasifikasi pasar Juni 2026.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/subsidi-energi-ekspor-listrik-msci-2275154

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar