|
Di Balik Adu Kuat
Jaksa Versus Polisi Mustafa
Silalahi : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 12
Juli 2026
|
· Penyidikan kasus pemerasan yang
menyeret Febrie Adriansyah akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. · Polisi menuduh jaksa mencari-cari
kesalahan Polri dalam kasus korupsi MBG. · Jaksa memeriksa orang-orang dekat
Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. KAFE
de’CLAN Signature di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, sudah tak asing bagi
banyak pihak. Maka saat polisi menggeruduk kafe itu pada Rabu, 8 Juli 2026,
kami langsung tahu penggeledahan tersebut menyasar Jaksa Agung Muda Tindak
Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung saat itu, Febrie Adriansyah. Kafe
de’CLAN dulu bernama restoran Gontran Cherrier yang menyajikan makanan khas
Prancis. Tempo pernah mengungkap cerita tentang pengawal Febrie yang
menangkap basah anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI pada 19
Mei 2024 di sana. Polisi muda itu dituduh menguntit Febrie. Cerita lengkapnya
ada dalam artikel “Kasus Besar di Balik Teror Densus 88 ke Kejaksaan Agung”. Peristiwa
ini mengungkap hubungan pengusaha bernama Ferry Yanto Hongkiriwang yang
disebut sebagai pemilik restoran itu dengan Febrie. Nama Ferry kembali muncul
saat peristiwa penganiayaan polisi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 25
Juli 2025. Kejadian itu bermula dari sejumlah polisi yang dituduh menguntit
Ferry di sana. Laporan selengkapnya ada dalam artikel “Siapa Ferry
Hongkiriwang Pemicu Konflik Jaksa-Polisi”. Saat itu
kami mendengar kabar bahwa Ferry sudah buka-bukaan tentang dugaan pemerasan
dalam sejumlah kasus korupsi yang diduga dilakukan Febrie kepada polisi. Tapi
tak ada tanda-tanda polisi bakal melanjutkan penyidikan kasus itu. Hubungan
kedua lembaga juga terlihat baik-baik saja. Tapi
kali ini polisi terlihat sungguh-sungguh. Mereka menurunkan puluhan personel
dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kepolisian Daerah
Metropolitan Jakarta Raya. Dari 13 lokasi yang digeledah, termasuk rumah
Febrie di Sentul, Bogor, Jawa Barat, polisi menemukan fulus dalam berbagai
mata uang dan emas 74 kilogram yang semuanya bernilai lebih dari setengah
triliun rupiah. Saya
meminta Fajar Pebrianto menulis artikel utama pekan ini. Dia juga yang
menuliskan soal penguntitan jilid pertama dan kedua. Tapi pengumpulan bahan
kami kerjakan keroyokan. Linda Trianita, wartawan Tempo yang pertama kali
mendapat info soal penguntitan jilid pertama, ikut turun gunung. Ia membawa
reporter untuk bertemu dengan seorang jenderal di Markas Besar Polri. Kami
“memasang” Jihan Ristiyanti di Kejaksaan Agung untuk menggali informasi apa
pun soal kasus ini. Febriyan bertemu dengan sejumlah jaksa dan polisi lain.
Sementara itu, Riani Sanusi Putri ditugasi meliput pertemuan Presiden Prabowo
Subianto dengan Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung
Sanitiar Burhanuddin, dan pejabat lain di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Ada dua
hal yang kami ingin cari. Pertama, mengapa polisi baru sekarang terlihat
galak terhadap Febrie Adriansyah? Pemeriksaan Ferry Hongkiriwang sudah
terjadi setahun lalu. Bukti-buktinya pun sebenarnya sudah lengkap. Tapi
penyidikan malah mandek. Kedua, apa yang sudah dilakukan Febrie Adriansyah
sehingga membuat polisi terusik? Rupanya,
salah satu alasannya adalah polisi menganggap jaksa “offside” saat menangani
penyidikan korupsi makan bergizi gratis (MBG). Jaksa tak “kulonuwun” saat
menetapkan Brigadir Jenderal Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka. Padahal
Iwan polisi aktif lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Jaksa juga memeriksa
pengelola dapur MBG yang terafiliasi dengan Polri. Febrie pun ditengarai
mengincar sejumlah petinggi Polri dalam berbagai kasus. Cerita
soal kuat-kuatan antara penyidikan jaksa dan polisi itu dapat Anda baca dalam
artikel yang ditulis Fajar berjudul “Peran Elite di Sekitar Presiden dalam
Konflik Polisi-Jaksa”. Tulisan ini juga membahas dugaan modus Febrie
Adriansyah memeras saksi kasus korupsi. Artikel
kedua adalah cerita soal rekam jejak karier Febrie di Kejaksaan Agung yang
ditulis Jihan. Febrie mulai bersinar saat bertugas di Jampidsus. Nilai
hartanya pun ikut melonjak hingga berlipat-lipat saat bertugas di sana. Ini
artikel selengkapnya, “Febrie Adriansyah: Karier Moncer Jaksa Segunung
Harta”. Tulisan
terakhir soal dapur MBG yang terafiliasi dengan Polri yang menjadi incaran
jaksa di daerah-daerah. Polisi merasa dicari-cari kesalahannya karena lembaga
lain juga punya dapur MBG yang sama banyaknya. Liputan lengkapnya dapat Anda
baca dalam “Perkara yang Menyulut Polisi Menggertak Febrie Adriansyah”. Selamat
membaca. ● Sumber :
https://www.tempo.co/hukum/polisi-bidik-kesalahan-febrie-adriansyah-2275286 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar