Senin, 06 Juli 2026

 

Bagaimana Jaksa Menyelidiki Dugaan Korupsi MBG Nanik Deyang

Lani Diana :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 05 Juli 2026

 

 

                                                           

·      Jaksa sudah menerima laporan Sony Sonjaya soal dugaan peran pejabat dalam pembangunan dapur MBG.

 

·      Penyidik masih berfokus menelusuri proyek pengadaan sepeda motor listrik dan ompreng.

 

·      Jaksa masih menghitung kerugian negara dalam kasus korupsi MBG.

 

KEJAKSAAN Agung terus menambah panjang daftar tersangka korupsi program makan bergizi gratis (MBG). Terakhir, penyidik menetapkan Brigadir Jenderal Lalu Muhammad Iwan Mahardan, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai tersangka ketujuh.

 

Jaksa juga menerima laporan dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, yang lebih dulu menjadi tersangka. Dalam pemeriksaan, Sony mengungkap puluhan pejabat yang meminta jatah titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) lewat jalur belakang. Dalam laporan ini, nama Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang ikut terseret.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membenarkan kabar bahwa penyidik sudah menerima laporan tersebut. Laporan Sony juga menyebutkan seseorang berinisial NSD.

 

Anang mengklaim penyidik masih berfokus pada pembuktian perkara proyek sepeda motor listrik dan ompreng yang bermasalah di BGN. Berikut ini kutipan wawancara Anang dengan wartawan Tempo, Lani Diana dan Febriyan, di kantornya pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

Apakah benar penyidik sudah mengantongi nama pejabat yang diduga menitipkan titik SPPG?

 

Menurut penyidik, tersangka Sony Sonjaya sudah menyebutkan 41 nama. Tapi kami belum bisa memastikan apakah mereka hanya berhubungan—dalam konteks ini berkomunikasi—atau memang ada deal khusus.

 

Siapa saja nama pejabat yang dilaporkan Sony?

 

Salah satu nama yang paling ditekankan adalah seseorang berinisial NSD. Kalau nama lain hanya disebut pernah berkomunikasi. Tapi ada stressing kepada NSD. Katanya ada perubahan yayasan, tapi ini baru informasi sepihak.

 

Apakah penyidik akan mendalami informasi tersebut?

 

Setiap keterangan yang dikemukakan tentu akan didalami sepanjang didukung alat bukti. Faktor lain yang kami pertimbangkan adalah apakah informasi tersebut mempunyai nilai manfaat untuk pembuktian. Misalnya memang benar ada permainan di balik komunikasi itu atau tidak.

 

Berarti penyidikan akan berkembang menelusuri keterlibatan pihak lain dalam perkara korupsi MBG?

 

Untuk saat ini, kami akan berfokus dulu dalam pengadaan ompreng dan sepeda motor listrik. Kalau berkembang ke kasus lain, seperti yang sudah diungkap salah seorang tersangka soal pengadaan CCTV (closed circuit television), jadinya tidak terfokus.

 

Apakah penyidik sudah mengantongi bukti aliran dana penjualan titik dapur kepada tiga mantan pemimpin BGN?

 

Ketika penyidik menetapkan seseorang menjadi tersangka, pasti sudah ada lebih dari dua alat bukti untuk membuktikan perbuatan mereka.

 

Bagaimana dana tersebut mengalir kepada para tersangka?

 

Kami tidak bisa menyampaikannya karena sudah masuk materi penyidikan. Tunggu saja dalam persidangan nanti.

 

Apakah penyidik sudah menemukan yayasan yang diduga terafiliasi dengan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung?

 

Yang jelas sampai saat ini penyidik masih berfokus melakukan pendalaman untuk mengungkap aliran dana dan pengamanan aset. Salah satu yang utama adalah pengembalian kerugian negara. Buat apa memenjarakan banyak orang tapi tidak bisa mengutamakan asetnya? Jadi harus paralel.

 

Jadi berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini?

 

Kami masih menghitung totalnya.

 

Bagaimana dengan dugaan dapur fiktif dan alamat SPPG yang ditengarai dipakai lebih dari satu dapur?

 

Penyidik akan mendalami informasi yang sifatnya memperkuat pembuktian. Program ini kan bagus, tapi dalam implementasinya ada oknum yang menyalahgunakan.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/hukum/nanik-deyang-terseret-korupsi-mbg-2273593

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar