Selasa, 07 Juli 2026

 

Benarkah PDIP di Balik Demonstrasi Mahasiswa

Francisca Christy Rosana :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 05 Juli 2026

 

 

                                                           

·      PDIP dituduh menggerakkan unjuk rasa mahasiswa yang memprotes makan bergizi gratis.

 

·      Tudingan itu muncul setelah kader PDIP, Andi Widjajanto, hadir di tengah para demonstran.

 

·      Partai koalisi pendukung pemerintah ramai-ramai mengkritik sikap politik PDIP.

 

GARA-GARA berfoto di tengah kerumunan mahasiswa Universitas Indonesia yang menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Andi Widjajanto mesti menghadap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Mantan Sekretaris Kabinet itu dipanggil Megawati ke rumah pribadinya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 22 Juni 2026.

 

Andi bercerita, Megawati menanyakan kehadirannya di tengah unjuk rasa mahasiswa yang memprotes program Presiden Prabowo Subianto. Sebab, kedatangan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDIP itu membuat partai banteng menjadi tertuduh sebagai penggerak aksi massa. “Saya menjelaskan kepada Ibu Megawati bahwa kehadiran saya di tengah unjuk rasa itu tak disengaja,” kata Andi di Jakarta Pusat pada Rabu, 1 Juli 2026.

 

Kepada Megawati, Andi menjelaskan bahwa ia kebetulan melintas di lokasi unjuk rasa setelah bersantap siang di Restoran Kaum—berjarak sekitar 500 meter dari Bundaran Hotel Indonesia. Saat melihat rombongan mahasiswa mengenakan jaket kuning berarak menuju Monumen Selamat Datang, ia memutuskan turun dari mobil.

 

Jaket almamater berwarna kuning bukan barang asing bagi mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu. Andi adalah alumnus Universitas Indonesia. Karena itu, ia tertarik mendekati massa karena penasaran terhadap tuntutan para juniornya di kampus.

 

Membaur selama 20 menit, Andi sempat memotret aksi massa dan mengirimkan fotonya ke sesama alumnus Universitas Indonesia. Ia juga mengunggah potretnya di tengah kerumunan mahasiswa dalam aplikasi perpesanan WhatsApp.

 

Menurut Andi, Megawati berpesan agar kader PDIP menjaga jarak dengan gerakan mahasiswa. Presiden ke-5 itu khawatir kemunculan kader partai di tengah aksi massa akan memunculkan anggapan bahwa PDIP mengintervensi gerakan mahasiswa. “Aksi mahasiswa harus organik,” ujar Andi menirukan pesan Megawati.

 

Kekhawatiran Megawati bahwa PDIP bisa menjadi tertuduh sudah terbukti beberapa hari sebelum perjumpaan Andi dengan anak kedua Sukarno itu. Sekelompok pemuda yang mendaku dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu menyebut PDIP berada di balik unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah.

 

Dalam konferensi pers yang diadakan di Utan Kayu, Jakarta Timur, Aliansi BEM Bersatu menyatakan sejumlah organisasi kemahasiswaan memiliki kedekatan dengan partai merah. “Kehadiran Andi Widjajanto di tengah unjuk rasa menguatkan dugaan itu,” tutur Rahmat Djimbula, salah seorang perwakilan Aliansi BEM Bersatu, pada Selasa, 16 Juni 2026.

 

Pemerintah juga mengendus kehadiran Andi di tengah demonstrasi. Kata Andi, dua pejabat tinggi pemerintahan sempat menemuinya di sebuah restoran di Jakarta. Mereka mempertanyakan hubungan partai banteng dengan unjuk rasa mahasiswa yang memprotes program prioritas Prabowo.

 

Andi memakai kesempatan itu untuk meneruskan tuntutan mahasiswa kepada pejabat pemerintah. Ia membacakan desakan mahasiswa yang sempat dicatatnya di telepon seluler. Menurut Andi, protes mahasiswa itu sangat relevan karena menuntut perbaikan tata kelola makan bergizi gratis yang terbukti bermasalah karena tengah diinvestigasi Kejaksaan Agung.

 

Di ujung pertemuan, Andi menyampaikan masukan agar pemerintah tak serta-merta menuding partainya menjadi dalang unjuk rasa. “Kalau benar kami menggerakkan demo, semua kader di daerah sudah tumpah ke jalan,” ujar Andi menirukan pesannya kepada dua pejabat itu. 

 

PDIP sudah dua kali menjadi kambing hitam demonstrasi selama 20 bulan masa pemerintahan Prabowo. Pada Agustus 2025, ketika unjuk rasa menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat pecah di berbagai daerah, partai yang berkuasa selama 2014-2024 ini juga menjadi tertuduh.

 

Saat itu PDIP dianggap menjadi motor demonstrasi karena Adian Napitupulu, legislator PDIP, bertakziah ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Cipto Mangunkusumo setelah pengemudi ojek online Affan Kurniawan tewas dilindas mobil taktis polisi. Dua pejabat pemerintah dan kolega Prabowo bercerita, kehadiran Adian di tengah pengunjuk rasa itu menjadi laporan yang sampai ke meja Presiden.

 

Ketua PDIP Ganjar Pranowo menuturkan, Presiden Prabowo sempat menanyakan kepada Megawati soal keterlibatan PDIP dalam aksi massa pembubaran DPR ketika para ketua umum partai bertemu dengan kepala negara di Istana Negara pada 31 Agustus 2025. Megawati hadir dalam persamuhan tersebut.

 

Menurut Ganjar yang mendengar cerita dari Megawati, Prabowo sempat menyebut nama Adian ketika berbicara di Istana Negara. “Ibu Megawati mengklarifikasi dan menjamin bahwa PDIP tak terkait dengan demonstrasi Agustus 2025,” tutur mantan Gubernur Jawa Tengah itu kepada Tempo pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak menggalang unjuk rasa yang terjadi belakangan ini. Kata Hasto, PDIP menggunakan saluran aspirasi yang formal di DPR untuk menyampaikan masukan kepada pemerintah. “Pak Prabowo mengapresiasi sikap kami sebagai partai penyeimbang,” ujarnya.

 

Serangan kepada PDIP juga datang dari partai pendukung pemerintah. Seorang petinggi Partai Golkar bercerita, sepekan setelah demonstrasi mahasiswa bertajuk “Reformasi Jilid II” berlangsung, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengumpulkan tiga pengurus partai di rumah dinas menteri di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. Menurut narasumber ini, Bahlil menginstruksikan kadernya di DPR untuk mengkritik sikap politik PDIP.

 

Dalam pertemuan itu, kata petinggi Partai Golkar ini, Bahlil menyebutkan ada perintah dari Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad agar partai koalisi menyentil PDIP—satu-satunya partai yang tak menjadi bagian Koalisi Merah Putih yang menyokong Prabowo.

 

Pada Jumat, 19 Juni 2026, di kompleks DPR, Senayan, Sekretaris Jenderal Golkar Muhammad Sarmuji mempertanyakan sikap PDIP sebagai partai penyeimbang. Sarmuji meminta PDIP mengambil posisi yang lebih tegas jika berada di luar pemerintahan. Kepada Tempo, Sarmuji mengklaim pernyataan itu disampaikan bukan atas perintah Bahlil. “Saya hanya merespons pertanyaan wartawan,” katanya pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

Dua politikus Partai Demokrat juga mengaku mendapat perintah dari Dasco untuk mengkritik PDIP. Pada Senin, 22 Juni 2026, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebut posisi politik partai oposisi, tanpa menyinggung identitas PDIP.

 

Menurut Agus, partai oposisi perlu memberi kritik yang konstruktif. “Harus juga dengan solusi,” ujar Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu. Sekretaris Jenderal Demokrat Herman Khaeron belum merespons permintaan wawancara Tempo hingga Jumat, 3 Juli 2026.

 

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah jika disebut telah memberikan perintah kepada partai pendukung Prabowo untuk mengkritik PDIP. “Tidak benar,” tutur Dasco pada Rabu, 1 Juli 2026.

 

Tuduhan sebagai dalang demonstrasi menjadi pembahasan di lingkup internal PDIP. Empat politikus partai banteng yang ditemui Tempo sepanjang pekan lalu bercerita, partai menengarai tudingan itu muncul karena PDIP acap mengundang kelompok masyarakat sipil dan akademikus untuk menggelar pengkajian soal program pemerintah, seperti makan bergizi gratis.

 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan pertemuan dengan kelompok masyarakat sipil adalah agenda rutin partai yang berjalan sejak awal masa pemerintahan Prabowo. Partai, kata Hasto, belajar dari pengalaman PDIP menyokong pemerintahan Joko Widodo. “Saat itu dialog dengan masyarakat dan media macet,” ujarnya.

 

Meski bersikap kritis, PDIP berkomitmen tak merongrong pemerintahan Prabowo. “Ibu Ketua Umum menyatakan bahwa PDIP mendukung Prabowo hingga 2029,” tutur Ketua PDIP Ganjar Pranowo.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/politik/pdip-demonstrasi-mahasiswa-2273584

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar