Sabtu, 22 Mei 2021

 

Mencegah Kluster Keluarga Setelah Liburan

Anies ;  Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

KOMPAS, 20 Mei 2021

 

 

                                                           

Covid-19 bukan tak mungkin melonjak pascalibur Idul Fitri dan akan menimbulkan kluster keluarga. Walau rumah dinilai menjadi tempat yang lebih aman untuk berlindung dari Covid-19, dalam kenyataannya cukup banyak ditemukan kluster keluarga. Selama liburan terjadi interaksi yang intensif, saling berkunjung ke rumah kerabat dan kolega, atau berkegiatan bersama.

 

Kluster keluarga di Indonesia bukan hal baru. Namun, peningkatannya belakangan ini kian mengkhawatirkan. Angka test positivity rate di Indonesia melebihi 10 persen. Artinya, bisa jadi dari 10 orang yang dites, keseluruhannya dinyatakan positif Covid-19. Atau paling minim, dari 10 orang yang dites, satu terkonfirmasi positif. Banyak kasus infeksi di masyarakat tidak terdeteksi karena kapasitas tes tidak memadai.

 

Kluster keluarga terjadi saat salah satu anggota keluarga terinfeksi, lalu menularkan ke anggota lain, sehingga serumah tertular saat berada di rumah sendiri. Kluster keluarga tak akan muncul jika tak ada anggota keluarga yang bepergian atau beraktivitas di luar rumah dan kembali ke rumah tanpa benar-benar membersihkan diri lebih dulu. Ironisnya, yang menularkan ke keluarga biasanya orang tanpa gejala (OTG).

 

Mereka yang punya daya tahan tubuh lebih rendah, seperti bayi, orang tua, atau kakek-nenek, akhirnya tertular dari orang yang merasa sehat. Lebih miris lagi jika yang tertular ini memiliki gejala atau komplikasi lebih parah karena termasuk golongan berisiko tinggi.

 

Panduan bagi keluarga

 

Kasus kluster keluarga termasuk berbahaya karena transmisi sudah masuk ke satuan unit terkecil dalam sebuah lingkungan, yaitu keluarga. Artinya, semua kebijakan dan prokes perlu diperketat karena transmisi dalam keluarga jauh lebih mudah terjadi. Kluster keluarga juga dapat menyebabkan penyebaran semakin masif, seperti penularan ke tetangga.

 

Hal ini semakin diperburuk jika warga yang bergejala enggan melakukan swab test, karena takut dikucilkan. Tak mudah menerapkan tindakan pencegahan virus di rumah. Karena itu, para ahli menyarankan isolasi diri jika ada anggota sakit.

 

Selalu terapkan penjarakan fisik meski di rumah, terutama jika ada anggota yang sering bepergian untuk bekerja atau bertemu banyak orang. Langkah ini juga wajib dilakukan ketika ada anggota yang bergejala. Selama pandemi, penting jaga jarak agar tak terjadi penularan karena kontak dekat.

 

Ketika pergi ke luar rumah, pastikan menggunakan masker sehingga tak ada virus yang terbawa ke rumah. Studi menunjukkan penularan bisa terjadi bahkan dari orang tanpa gejala (OTG). Jika ada anggota bergejala, dianjurkan memakai masker di dalam rumah.

 

Selalu terapkan etika bersin dan batuk yang baik. Hindari batuk dan bersin di dekat anggota keluarga. Segera bersihkan area yang terkena droplet dan cuci tangan dengan air mengalir serta sabun. Lakukan kebiasaan cuci tangan secara rutin sebelum beraktivitas atau sesudah menyentuh benda di rumah. Virus korona bisa bertahan pada benda mati dan berpindah ke tangan saat tersentuh.

 

Perhatikan ventilasi udara di dalam rumah dengan membuka jendela dan pintu agar udara terus mengalir. Hindari berada di ruangan tertutup, khususnya dengan anggota yang sering keluar rumah. Jika perlu, kurangi interaksi dan sediakan kamar terpisah bagi anggota yang harus bekerja di luar rumah.

 

Bersihkan rumah dengan menyapu, mengepel, dan membersihkan barang-barang yang ada dengan cairan disinfektan secara rutin. Ajak anggota keluarga menerapkan pola hidup sehat sehingga kesehatan senantiasa terjaga.

 

Pastikan semua anggota dapat asupan makanan bergizi seimbang sehingga kekebalan tubuh kian terjaga. Perbanyak konsumsi sayur dan buah, lengkapi dengan vitamin C untuk daya tahan tubuh. Lakukan aktivitas fisik, seperti olahraga, untuk meningkatkan sistem kekebalan. Pastikan semua anggota keluarga istirahat cukup dan kelola stres dengan baik. Jika ada yang mengalami gejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. ●

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar