|
Raffi
Ahmad Sang Pembawa Pesan Kekuasaan Raymundus Rikang
: Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026
|
· Selebritas yang masuk partai untuk
menjadi calon anggota DPR dan kepala daerah sudah lazim. · Raffi Ahmad mengaku enggan masuk
partai, tapi ia punya jaringan politik dan bisnis dengan pejabat tinggi serta
taipan. · Lebih dari sepuluh narasumber bercerita
tentang kiprah Raffi di arena politik dan bisnis. ARTIS
yang melompat dari panggung hiburan ke arena politik dengan menjadi anggota
Dewan Perwakilan Rakyat, bupati, wali kota, dan bahkan gubernur sudah sering
kita jumpai. Dengan basis penggemar dan popularitas, mereka berpotensi
menjadi pendulang suara ketika pemilihan umum berlangsung. Namun,
ketika membicarakan kiprah politik Raffi Ahmad , saya cenderung tak
mengelompokkan pejabat dengan harta kekayaan menyentuh Rp 1 triliun itu ke
dalam himpunan selebritas yang pertama. Dilantik menjadi Utusan Khusus
Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni oleh Presiden
Prabowo Subianto, Raffi menjalankan peran yang unik. Ia acap
membawa pesan dari seorang penyelenggara negara yang dekat dengan Presiden
Prabowo kepada pejabat negara lain. Liputan tim Desk Politik yang
dikoordinasi Redaktur Tempo Francisca Christy Rosana, misalnya, mendapat
cerita dari empat narasumber yang berlatar belakang petinggi badan usaha
milik negara dan pejabat tinggi pemerintah bahwa Raffi pernah meminta seorang
direktur utama perusahaan pemerintah untuk mundur. Raffi juga pernah menawari
seorang mantan direktur utama BUMN menduduki jabatan komisaris utama. Raffi
mengaku bahwa ia hanya utusan yang diminta bertemu dengan sejumlah pejabat.
Pendiri perusahaan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk itu juga menampik
tudingan cawe-cawe dalam penentuan pejabat BUMN. Justru di sinilah letak
keunikan peran Raffi dalam politik Indonesia hari ini. Sebagai
Utusan Khusus Presiden, ia tak memproduksi kebijakan, tak berkompetisi
memperebutkan kekuasaan elektoral, atau tak menjalankan fungsi birokrasi seperti
menteri dalam Kabinet Merah Putih. Modalnya hanya popularitas yang
memungkinkan Raffi masuk ke ruang-ruang elite politik dan menjadi “jembatan”
bagi pejabat—peran yang ia akui sendiri dalam wawancara khusus dengan
jurnalis Tempo di Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dengan
perspektif politik tersebut, Raffi boleh disebut sebagai selebritas pembawa
pesan. Ia merupakan individu yang mendapat posisi institusional untuk
menjembatani penguasa dengan publik dengan model ketenaran. Ditambah dengan
puluhan juta pengikut di media sosial, Raffi adalah mesin komunikasi penguasa
yang paling efektif. Mekanisme
“jembatan” yang sama juga bekerja dalam praktik bisnis Raffi. Ia belum lama
ini membawa perusahaannya, PT RANS, melantai di bursa. Dalam penawaran umum
perdana saham itu, pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin
Arsyad alias Isam; Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya
Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria; serta Ketua Umum Partai
Solidaritas Indonesia sekaligus anak mantan presiden Joko Widodo, Kaesang
Pangarep, ikut ambil bagian. Cerita
mengenai jaringan politik-bisnis dari Raffi ini kami kumpulkan dalam tiga
pekan. Tim Desk Politik menemui lebih dari sepuluh narasumber untuk menggali
cerita mengenai kiprah politik dan bisnis selebritas asal Bandung, Jawa
Barat, tersebut. Narasumber kami merupakan menteri, penyelenggara negara,
pengurus partai pendukung Prabowo, petinggi Danantara, hingga mantan bos
badan usaha milik negara. Dari
mereka, kami menyajikan liputan mengenai tentakel politik dan bisnis Raffi
dalam artikel berjudul “Seberapa Besar Kuasa Raffi Ahmad dalam Politik dan
Bisnis ”. Kami juga menuliskan bisnis Raffi dengan para konglomerat dan
pejabat dalam laporan berjudul “Bagaimana Bisnis Raffi Ahmad Terhubung dengan
Haji Isam ” serta kiprah kerabat Raffi di dunia politik dalam tulisan
berjudul “Magnet Keluarga Raffi Ahmad Pendulang Suara Partai ”. ● Sumber :
https://www.tempo.co/politik/raffi-ahmad-pembawa-pesan-prabowo-2280981 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar