|
Iran Bermain dengan Waktu, Sampai Seluruh Kemampuan AS untuk
Menyerang Bisa Kering Tengku Zulkifli
Usman : Analis Geopolitik. |
ORBIT INDONESIA, 30 Juli 2026
|
Saat
Netanyahu bertemu dengan Trump di gedung Putih, Iran merudal pangkalan
militer AS di Jordan. Padahal AS tidak menyerang Iran dalam dua hari ini. Pesan
Iran sangat jelas, serangan ke basis AS di Jordan kali ini adalah sinyal ke
Netanyahu yang sekarang ada di gedung putih untuk memprovokasi Trump, agar
kembali memulai perang besar dengan Iran. Netanyahu
datang dengan bekal suplai data dari Mossad. Bahwa nuklir Iran masih aktif di
bawah gunung, dan Netanyahu meminta Trump mengebom situs itu segera. Di
gedung putih, Netanyahu sedang melakukan presentasi ke Trump agar perang
dengan Iran dilanjutkan, dia meyakinkan Trump untuk menyerang Iran kembali. Sedangkan
di Israel, menteri pertahanan Israel Katz memprovokasi Iran, Katz mengatakan
serangan AS ke Iran dilakukan melalui tanah Israel, Katz menginginkan Iran
terprovokasi dan menyerang Israel duluan. Tapi Iran tidak masuk dalam jebakan
ini. Iran
bermain dengan waktu, sampai seluruh kemampuan AS untuk menyerang bisa
kering, baik amunisi maupun kalkulasi politik Trump. Iran
tetap fokus membangun kekuatan militer dan balistik mereka tanpa terganggu
dengan provokasi Netanyahu atau Menteri Israel. Iran hanya menyampaikan pesan
yang jelas: siapapun yang mulai menyerang Iran lagi, maka Iran akan membalas
serangan dengan keras. Begitu
juga provokasi dari Ukraina yang beberapa hari lalu menyerang kapal Iran,
walaupun pemerintah Ukraina telah meminta maaf, Iran tetap akan membalas
Ukraina dengan cara yang tepat di waktu yang tepat. Itu sikap Iran yang
disampaikan Menlu Iran Abbas kepada Ukraina. Ada
keinginan saat ini dari AS dan Israel, untuk membawa perang Iran lebih besar
dari sebelumnya, menarik NATO dan sekutunya, menarik eropa dll agar semua
bergerak mensetop Iran. Ini taktik yang Iran sudah paham betul modus operandi
nya. Berhentinya
AS menyerang Iran selama 3hari ini, setelah mereka menyerang Iran secara
intensif 2 pekan ke belakang adalah fakta yang sangat jelas, bahwa AS
kehilangan arah dalam perang ini, dan semakin tidak jelas tujuannya. Iran
memakai taktik jangka panjang, Iran ingin mengalahkan Israel dan AS bukan
lewat jalur konfrontasi militer, tapi lewat politik dan diplomasi. Dengan
cara inilah, Netanyahu dan Trump bisa dikalahkan dalam pemilu AS dan Israel
dalam waktu dekat. Iran
tidak sedang bermain dengan militer, tapi Iran fokus pembalasan politik,
ekonomi, dan diplomasi. Sambil sesekali tetap memakai jalur militer terutama
jika sedang mendapatkan serangan dari AS secara langsung. Makanya
Iran tetap tidak menyerang Israel terlebih dahulu walaupun Netanyahu dan
Menteri nya memprovokasi Iran agar menyerang lebih dulu. Netanyahu
dan pejabat Israel saat ini butuh Iran menyerang Israel duluan, agar
Netanyahu punya alasan menyerang Iran sampai Oktober dan memperkuat posisinya
di dalam politik domestik Israel dan harapannya bisa kembali menang pemilu. Perang
Iran ini bukan kepentingan AS yang utama, perang ini adalah kepentingan
Israel paling utama. AS dan Trump hanya dimanfaatkan oleh Israel untuk
kepentingan jangka panjang mereka, melumpuhkan Iran yang merupakan satu
satunya kekuatan tandingan Israel yang paling kuat di kawasan itu. Netanyahu
bukan hanya ingin Iran tumbang, tapi dia menginginkan AS dan Trump
mengobarkan perang salib baru lawan dunia Islam, dengan Iran sebagai sasaran
utama karena dia yang paling kuat yang ada saat ini. Itulah
kenapa, Menlu AS Marco Rubio dan Menteri perang AS Pete Hegseth berkali kali
pernah mengatakan, bahwa baik Sunni atau Syiah tidaklah penting, yang penting
adalah Islam adalah musuh AS. Ini adalah copy paste pidatonya Netanyahu. Dunia
Islam memang masih sangat bodoh dengan realitas GeoPolitik saat ini, terutama
para pemimpin Arab yang menjadi boneka Israel saat ini mayoritas terus
menerus abu abu dalam melihat realitas, bahwa mereka hanya kaki tangan AS dan
Israel untuk kepentingan GeoPolitik salib, yang dipakai untuk memukul dunia
Islam. Ironisnya, mereka sendiri yang membantu Israel dan AS merealisasikan
misi "salib" itu. Perang
GeoPolitik tidak selamanya adalah perang agama, tapi agama adalah salah satu
faktor utama yang mendorong perang GeoPolitik, terutama dalam konteks perang
dengan tujuan melenyapkan Iran. Muslim banyak yang belum siuman soal ini. Iran
saat ini yang terus berupaya tegak di tengah gempuran AS dan Israel, pada
dasarnya sedang mempertahankan tiang yang kokoh dari ancaman petaka kejatuhan
dunia Islam secara keseluruhan di depan proyek Israel dan AS. Perang
yang ada di Iran saat ini tidak sederhana, terencana dengan baik oleh para
pemikir GeoPolitik AS dan Israel secara detail, tapi pemimpin dunia Islam
yang masih tidur atau lemah di depan realitas ini. Perang
terhadap Iran bukan sekedar perang GeoPolitik semata, tapi perang ini
bertujuan jauh kedepan untuk melumpuhkan dunia Islam lebih dalam, dalam
halaman baru tatanan global baru dimasa mendatang. Semua
rencananya ini masih tidak berjalan mulus, karena Iran masih tegak berdiri
sampai detik ini. Ini perlu dipahami dengan baik oleh kita semua. ● Sumber : https://orbitindonesia.com/detail/DGaFZJEDEr/tengku-zulkifli-usman-iran-bermain-dengan-waktu-sampai-seluruh-kemampuan-as-untuk-menyerang-bisa-kering
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar