Senin, 10 Agustus 2026

 

Magnet Keluarga Raffi Ahmad Pendulang Suara Partai

Daniel Ahmad Fajri :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026

 

 

                                                           

·      Raffi Ahmad mengaku tak berminat terjun ke dunia politik tapi mengizinkan keluarganya menjadi politikus partai.

 

·      Partai merekrut adik Raffi Ahmadi untuk menjadi pendulang suara dalam pemilihan umum.

 

·      Raffi turun tangan dengan mengkampanyekan adiknya dan Partai Amanat Nasional.

 

BUKAN kompetensi, melainkan popularitas yang mendorong Partai Amanat Nasional mencalonkan famili Raffi Ahmad dalam Pemilihan Umum 2024. Dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan dua tahun lalu, adik Raffi, Annisa Saadia Ifat alias Nisya Ahmad, serta iparnya, Ritchie Ismail alias Jeje Govinda, menjadi calon legislator dari partai berlambang matahari putih itu. Nisya memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, sedangkan Jeje bertarung di DPR pusat dari daerah pemilihan Jawa Barat II.

 

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan partai meyakini kerabat Raffi itu memiliki basis konstituen, khususnya di Jawa Barat yang punya pemilih berjumlah 35,7 juta. “Adik Raffi populer dan Raffi juga ingin adiknya menjadi calon legislator,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi itu kepada Tempo pada Jumat, 7 Agustus 2026.

 

Viva merupakan pengurus partai yang mengumumkan bergabungnya Nisya dan Jeje sebagai kader PAN, sekitar Agustus 2023. Ia waktu itu juga mengatakan keterlibatan Nisya dan Jeje di PAN menjadi simbol bahwa Raffi adalah anggota keluarga besar PAN. Raffi kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

 

Seorang pejabat teras PAN bercerita, ide menggaet keluarga Raffi sebagai kader partai berasal dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Partai, kata pengurus PAN ini, berharap adik-adik Raffi bisa ikut mendulang suara karena popularitas abang mereka. Raffi juga pernah ditawari masuk PAN, tapi selebritas asal Bandung itu menolak karena belum berminat terjun ke gelanggang politik sebagai kader partai.

 

Meski begitu, latar belakang sebagai kerabat Raffi tak membuat Nisya dan Jeje meraup suara yang cukup untuk lolos sebagai legislator. Nisya meraup 50.422 suara, tapi perolehan itu kalah oleh Thoriqoh Nashrullah Fitriyah yang meraih 58.495 suara. Sedangkan Jeje memperoleh 49.738 suara, tapi raihan itu belum cukup mengantarnya meraih kursi di Senayan.

 

Thoriqoh belakangan mengundurkan diri sebagai calon legislator terpilih. Ia bahkan belum sempat dilantik. Dengan begitu, Nisya yang berada di peringkat kedua menggantikan Thoriqoh sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN.

 

Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat mencermati penggantian Thoriqoh dengan Nisya. Anggota KPU Jawa Barat, Adie Saputro, mengatakan lembaganya mendapat surat dari Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jawa Barat soal pengunduran diri Thoriqoh beberapa pekan sebelum pelantikan. KPU sempat memanggil perwakilan PAN Jawa Barat dan Thoriqoh untuk mengklarifikasi keputusan itu. “Kami khawatir ada masalah hukum,” tutur Adie pada Senin, 13 Juli 2026.

 

Adie yang menjabat Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jawa Barat menyebutkan PAN dan Thoriqoh tak membeberkan alasan detail pengunduran diri tersebut. Kata Adie, Thoriqoh hanya menerangkan kepadanya bahwa ada hal penting yang mendorong ia mundur dari posisi legislator terpilih.

 

Seorang petinggi PAN yang mengetahui pengambilan keputusan itu bercerita, partai meminta Thoriqoh mundur dan menggantinya dengan adik Raffi karena partai hendak menghargai kerja keras Raffi dan kerabatnya. Thoriqoh, menurut pengurus PAN tersebut, diminta pengurus datang ke kantor pusat partai sebelum pengunduran diri. Thoriqoh belakangan didapuk menjadi Komisaris Independen PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara.

 

Viva Yoga tak menanggapi permintaan konfirmasi mengenai perintah partai kepada Thoriqoh. Ketua Fraksi PAN di DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, mengatakan Thoriqoh mendapat penugasan di luar partai sehingga mesti mundur dari posisi sebagai legislator terpilih. “Jika ada penugasan di luar partai, ia tak bisa jadi anggota DPRD aktif,” ujar Hasbullah pada Kamis, 9 Juli 2026.

 

Sementara itu, Jeje mencoba mengikuti pemilihan kepala daerah 2024 begitu gagal lolos menjadi anggota DPR. Dia bertarung melawan empat kandidat calon Bupati Bandung Barat, termasuk mantan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. Berpasangan dengan Asep Ismail, Jeje menang satu putaran dengan perolehan 341.225 suara.

 

Wakil Ketua PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad mengungkapkan, survei di lingkup internal partai awalnya menunjukkan angka keterpilihan Jeje masih di bawah Hengky yang berstatus inkumben. Namun profil Jeje yang merupakan kerabat Raffi menjadi nilai tambah selama kampanye. “Kami harus door-to-door meyakinkan orang bahwa yang maju adalah kader PAN murni,” tuturnya.

 

Sekretaris PAN Jawa Barat Ivan Fadilla mengakui pengaruh Raffi dalam kampanye pemenangan Jeje sebagai Bupati Bandung Barat. Raffi memboyong istrinya, Nagita Slavina, dalam kampanye, seperti di Lapangan Sinapeul, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, pada awal September 2024. “Masyarakat lebih melihat kandidat secara personal, bukan secara kepartaian,” kata Ivan.

 

Raffi Ahmad menjelaskan, Nisya bisa menjadi anggota DPRD Jawa Barat karena usaha sendiri. Raffi mengaku kaget terhadap perolehan suara Nisya yang bersaing dengan kader PAN lain. Ia mengklaim tak pernah mendorong dan memaksa adiknya berpolitik. “Saya hanya memberi semangat dan memotivasi,” ujar Raffi kepada Tempo di Senayan pada Kamis, 6 Agustus 2026.

 

Raffi mengatakan ia membantu PAN karena dekat dengan anak-anak Zulkifli Hasan, seperti Futri Zulya Savitri dan Zita Anjani. Futri merupakan teman sekelas istri Raffi, Nagita Slavina, ketika di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

 

Kata Raffi, Zulkifli dan anak-anaknya yang awalnya punya ide meminang Nisya menjadi kader partai sekaligus calon legislator. Ia mengaku tak cawe-cawe dalam keputusan Nisya masuk PAN. Lain halnya dengan Jeje. Raffi mengaku bahwa ia yang merekomendasikan Jeje kepada PAN. “Saya bantu jalannya saja,” tutur Raffi.

 

Raffi tak hanya membukakan jalan untuk adik-adiknya masuk ke dunia politik, khususnya di PAN. Dia terlibat dalam sejumlah kegiatan partai, baik acara internal maupun pada saat kampanye. Presenter yang total kekayaannya mencapai Rp 1 triliun itu turut mengisi kampanye anak Zulkifli Hasan di Lampung. Raffi, kata seorang petinggi PAN, diminta Zulkifli mengisi konten di media sosial partai untuk meningkatkan interaksi di dunia maya. Raffi punya 75 juta pengikut di akun Instagram @raffinagita1717.

 

Wakil Ketua PAN Viva Yoga Mauladi menjelaskan, dukungan selebritas kepada partainya merupakan hal lumrah, tak ada yang istimewa. “Kami melihat integritas dan apakah mereka mau berjuang atau tidak bagi partai,” ujar Viva Yoga. Sebelum Raffi dan keluarganya terlibat di PAN, ada selebritas seperti Desy Ratnasari, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya yang menjadi kader.

 

Meski keluarganya sudah terjun ke politik, Raffi menyebutkan belum berminat masuk partai. “Saya masih perlu belajar banyak menjadi politikus,” katanya. “Ilmu saya belum sampai ke sana,” dia menambahkan.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/politik/politik-keluarga-raffi-ahmad-pendulang-suara-partai-2280949

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar