|
Magnet
Keluarga Raffi Ahmad Pendulang Suara Partai Daniel Ahmad Fajri : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026
|
· Raffi Ahmad mengaku tak berminat terjun
ke dunia politik tapi mengizinkan keluarganya menjadi politikus partai. · Partai merekrut adik Raffi Ahmadi untuk
menjadi pendulang suara dalam pemilihan umum. · Raffi turun tangan dengan
mengkampanyekan adiknya dan Partai Amanat Nasional. BUKAN
kompetensi, melainkan popularitas yang mendorong Partai Amanat Nasional
mencalonkan famili Raffi Ahmad dalam Pemilihan Umum 2024. Dalam pesta
demokrasi yang dilaksanakan dua tahun lalu, adik Raffi, Annisa Saadia Ifat
alias Nisya Ahmad, serta iparnya, Ritchie Ismail alias Jeje Govinda, menjadi
calon legislator dari partai berlambang matahari putih itu. Nisya
memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, sedangkan Jeje
bertarung di DPR pusat dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Wakil
Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan partai meyakini kerabat Raffi itu
memiliki basis konstituen, khususnya di Jawa Barat yang punya pemilih
berjumlah 35,7 juta. “Adik Raffi populer dan Raffi juga ingin adiknya menjadi
calon legislator,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi itu kepada Tempo pada
Jumat, 7 Agustus 2026. Viva
merupakan pengurus partai yang mengumumkan bergabungnya Nisya dan Jeje
sebagai kader PAN, sekitar Agustus 2023. Ia waktu itu juga mengatakan
keterlibatan Nisya dan Jeje di PAN menjadi simbol bahwa Raffi adalah anggota
keluarga besar PAN. Raffi kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang
Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Seorang
pejabat teras PAN bercerita, ide menggaet keluarga Raffi sebagai kader partai
berasal dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Partai, kata pengurus PAN ini,
berharap adik-adik Raffi bisa ikut mendulang suara karena popularitas abang
mereka. Raffi juga pernah ditawari masuk PAN, tapi selebritas asal Bandung
itu menolak karena belum berminat terjun ke gelanggang politik sebagai kader
partai. Meski
begitu, latar belakang sebagai kerabat Raffi tak membuat Nisya dan Jeje
meraup suara yang cukup untuk lolos sebagai legislator. Nisya meraup 50.422
suara, tapi perolehan itu kalah oleh Thoriqoh Nashrullah Fitriyah yang meraih
58.495 suara. Sedangkan Jeje memperoleh 49.738 suara, tapi raihan itu belum cukup
mengantarnya meraih kursi di Senayan. Thoriqoh
belakangan mengundurkan diri sebagai calon legislator terpilih. Ia bahkan
belum sempat dilantik. Dengan begitu, Nisya yang berada di peringkat kedua
menggantikan Thoriqoh sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN. Komisi
Pemilihan Umum Jawa Barat mencermati penggantian Thoriqoh dengan Nisya.
Anggota KPU Jawa Barat, Adie Saputro, mengatakan lembaganya mendapat surat
dari Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jawa Barat soal pengunduran diri Thoriqoh
beberapa pekan sebelum pelantikan. KPU sempat memanggil perwakilan PAN Jawa
Barat dan Thoriqoh untuk mengklarifikasi keputusan itu. “Kami khawatir ada
masalah hukum,” tutur Adie pada Senin, 13 Juli 2026. Adie
yang menjabat Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jawa Barat menyebutkan
PAN dan Thoriqoh tak membeberkan alasan detail pengunduran diri tersebut.
Kata Adie, Thoriqoh hanya menerangkan kepadanya bahwa ada hal penting yang
mendorong ia mundur dari posisi legislator terpilih. Seorang
petinggi PAN yang mengetahui pengambilan keputusan itu bercerita, partai
meminta Thoriqoh mundur dan menggantinya dengan adik Raffi karena partai
hendak menghargai kerja keras Raffi dan kerabatnya. Thoriqoh, menurut
pengurus PAN tersebut, diminta pengurus datang ke kantor pusat partai sebelum
pengunduran diri. Thoriqoh belakangan didapuk menjadi Komisaris Independen PT
PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara. Viva
Yoga tak menanggapi permintaan konfirmasi mengenai perintah partai kepada
Thoriqoh. Ketua Fraksi PAN di DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, mengatakan
Thoriqoh mendapat penugasan di luar partai sehingga mesti mundur dari posisi
sebagai legislator terpilih. “Jika ada penugasan di luar partai, ia tak bisa
jadi anggota DPRD aktif,” ujar Hasbullah pada Kamis, 9 Juli 2026. Sementara
itu, Jeje mencoba mengikuti pemilihan kepala daerah 2024 begitu gagal lolos
menjadi anggota DPR. Dia bertarung melawan empat kandidat calon Bupati
Bandung Barat, termasuk mantan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.
Berpasangan dengan Asep Ismail, Jeje menang satu putaran dengan perolehan
341.225 suara. Wakil
Ketua PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad mengungkapkan, survei di lingkup
internal partai awalnya menunjukkan angka keterpilihan Jeje masih di bawah
Hengky yang berstatus inkumben. Namun profil Jeje yang merupakan kerabat
Raffi menjadi nilai tambah selama kampanye. “Kami harus door-to-door
meyakinkan orang bahwa yang maju adalah kader PAN murni,” tuturnya. Sekretaris
PAN Jawa Barat Ivan Fadilla mengakui pengaruh Raffi dalam kampanye pemenangan
Jeje sebagai Bupati Bandung Barat. Raffi memboyong istrinya, Nagita Slavina,
dalam kampanye, seperti di Lapangan Sinapeul, Kecamatan Lembang, Bandung
Barat, pada awal September 2024. “Masyarakat lebih melihat kandidat secara
personal, bukan secara kepartaian,” kata Ivan. Raffi
Ahmad menjelaskan, Nisya bisa menjadi anggota DPRD Jawa Barat karena usaha
sendiri. Raffi mengaku kaget terhadap perolehan suara Nisya yang bersaing
dengan kader PAN lain. Ia mengklaim tak pernah mendorong dan memaksa adiknya
berpolitik. “Saya hanya memberi semangat dan memotivasi,” ujar Raffi kepada
Tempo di Senayan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Raffi
mengatakan ia membantu PAN karena dekat dengan anak-anak Zulkifli Hasan,
seperti Futri Zulya Savitri dan Zita Anjani. Futri merupakan teman sekelas
istri Raffi, Nagita Slavina, ketika di bangku sekolah dasar dan sekolah
menengah pertama. Kata
Raffi, Zulkifli dan anak-anaknya yang awalnya punya ide meminang Nisya
menjadi kader partai sekaligus calon legislator. Ia mengaku tak cawe-cawe
dalam keputusan Nisya masuk PAN. Lain halnya dengan Jeje. Raffi mengaku bahwa
ia yang merekomendasikan Jeje kepada PAN. “Saya bantu jalannya saja,” tutur
Raffi. Raffi
tak hanya membukakan jalan untuk adik-adiknya masuk ke dunia politik, khususnya
di PAN. Dia terlibat dalam sejumlah kegiatan partai, baik acara internal
maupun pada saat kampanye. Presenter yang total kekayaannya mencapai Rp 1
triliun itu turut mengisi kampanye anak Zulkifli Hasan di Lampung. Raffi,
kata seorang petinggi PAN, diminta Zulkifli mengisi konten di media sosial
partai untuk meningkatkan interaksi di dunia maya. Raffi punya 75 juta
pengikut di akun Instagram @raffinagita1717. Wakil
Ketua PAN Viva Yoga Mauladi menjelaskan, dukungan selebritas kepada partainya
merupakan hal lumrah, tak ada yang istimewa. “Kami melihat integritas dan
apakah mereka mau berjuang atau tidak bagi partai,” ujar Viva Yoga. Sebelum
Raffi dan keluarganya terlibat di PAN, ada selebritas seperti Desy Ratnasari,
Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya yang
menjadi kader. Meski
keluarganya sudah terjun ke politik, Raffi menyebutkan belum berminat masuk
partai. “Saya masih perlu belajar banyak menjadi politikus,” katanya. “Ilmu
saya belum sampai ke sana,” dia menambahkan. ● Sumber :
https://www.tempo.co/politik/politik-keluarga-raffi-ahmad-pendulang-suara-partai-2280949 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar