|
Bagaimana
Bisnis Raffi Ahmad Terhubung dengan Haji Isam Hussein Abri Dongoran : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 09 Agustus 2026
|
· Raffi Ahmad bekerja sama dengan taipan
dan pejabat negara dalam membangun perusahaannya. · Ia, antara lain, berkongsi dengan Isam,
Kaesang Pangarep, dan Dony Oskaria. · Menjalankan roda perusahaan, Raffi
Ahmad diterpa kabar penampung dan pencucian uang. ANDI
Syamsuddin Arsyad alias Isam, pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan,
adalah orang yang paling dicari-cari Raffi Ahmad sewaktu mendekati acara
penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT RANS
Entertainment Indonesia Tbk yang digelar pada Jumat, 10 Juli 2026. Ini adalah
hajatan PT RANS yang melepas 2,5 miliar lembar saham ke publik dan mencatatkan
perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Raffi,
kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan
Pekerja Seni, lantas berbicara dengan Isam melalui sambungan telepon. Ia
meminta Isam menjadi salah seorang pemilik saham PT RANS. Jika Isam berkenan
masuk ke PT RANS, Raffi juga memohon kepada bos Jhonlin Group itu agar
bersedia datang ke seremoni penawaran perdana saham. “Saya memohon, tolonglah
Pak Haji,” kata Raffi dalam wawancara khusus dengan Tempo di Senayan, Jakarta,
pada Kamis, 6 Agustus 2026. Isam
memenuhi permintaan Raffi. Ia tidak hanya hadir dalam acara penawaran perdana
saham, tapi juga membeli 1 persen saham PT RANS. Dalam acara IPO itu, PT RANS
berpotensi menghimpun dana dari publik sebesar Rp 429 miliar. Mengelak
untuk mengungkap nilai investasi Isam di PT RANS, Raffi menjelaskan bahwa
valuasi saham itu bergantung pada nilai perusahaan. Ia mencontohkan, duit
Isam di perusahaan bisa mencapai Rp 30 miliar bila valuasi PT RANS mencapai
Rp 3 triliun. “Buat beliau, nilai itu tak ada apa-apanya,” tuturnya. “Cuma,
karena beliau sayang sama saya, maka ikut membantu,” Raffi menambahkan. Hubungan
Raffi dengan Isam terbentang sejak 18 tahun lalu, ketika Raffi masih
wira-wiri di layar kaca sebagai pembawa acara musik di stasiun televisi
swasta. Dalam program itu, Raffi tampil bersama dengan Olga
Syahputra—meninggal pada 2015—serta Luna Maya. Raffi
mengatakan Isam acap mengundangnya untuk mengisi acara di kampung halaman
pengusaha batu bara itu di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Isam, kata
Raffi, gandrung pada candaan yang dilontarkan Olga dan dirinya. Seorang
kolega Isam dan seorang politikus yang dekat dengan Raffi bercerita, Isam
tertarik menjajaki bisnis di sektor keuangan bersama PT RANS. Adapun Raffi mengatakan
ia memang punya proyeksi untuk masuk ke bisnis finansial, seperti perbankan.
Namun ia mengaku belum tahu cara mengelolanya. “Saya akan mencoba jika punya
opportunity,” ujarnya. Dimintai
tanggapan mengenai kongsi bisnisnya dengan Raffi, Isam belum merespons
panggilan telepon dan pesan ke nomor pribadinya hingga Jumat malam, 7 Agustus
2026. Tempo juga menghubungi pengacara Isam, Junaidi, untuk meminta
penjelasan soal hubungan pengusaha tambang itu dengan Raffi, tapi Junaidi
juga belum membalas. Di PT
RANS, bukan hanya Isam yang menjadi pemegang saham. Ada juga Chief Operating
Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Dony
Oskaria, serta putra bungsu mantan presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.
Dony memegang 2,74 persen saham, sedangkan Kaesang 0,91 persen. Raffi
bercerita, ia yang mengajak Dony bergabung dengan PT RANS. Raffi masih
berkerabat dengan Dony melalui sang istri, Nagita Slavina, yang merupakan
kemenakan Dony. Toh, Dony juga bukan wajah baru bagi PT RANS karena Kepala
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara itu juga terlibat penyiapan
penawaran perdana saham. “Pak Dony ikut melakukan set up, merapikan sistem,
dan membuat valuasi PT RANS menjadi bagus,” tutur Raffi. Raffi
dan Dony lebih dulu menjalin relasi bisnis sebelum bersama-sama di PT RANS.
Keduanya tercatat sebagai pemilik saham PT RFA Maju Internasional, yang
berdiri pada November 2022. Korporasi tersebut bergerak di sektor industri
seni kreatif, periklanan, jasa makelar perdagangan besar, dan restoran. Dony
menjelaskan, ia kerap memberi saran kepada Raffi agar PT RANS berkembang.
Pementoran itu terjadi ketika Dony masih berkecimpung di industri media dan
kreatif bersama CT Corp—korporasi milik pengusaha Chairul Tanjung. Dony sudah
lama memperkirakan PT RANS akan melenting karena profil Raffi sebagai
selebritas sekaligus pemengaruh yang populer di Indonesia. Kata
Dony, modal popularitas itulah yang menarik orang banyak untuk menaruh
perhatian pada PT RANS. “Anak muda dan pemengaruh terpacu membangun bisnis
serupa,” ujar Dony dalam jawaban tertulis kepada Tempo pada Kamis, 9 Juli
2026. Dony
menyebutkan kerja sama dengan Raffi berlangsung sebelum ia menjadi pejabat
publik. Kata dia, relasi bisnis dengan Raffi dijalankan secara profesional.
“Itu terjadi sebelum saya bertugas di sektor publik,” tutur mantan Wakil
Direktur Utama Garuda Indonesia tersebut. Selain
Dony, Kaesang—kini Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia—bergabung dengan
PT RANS. Raffi mengaku sudah lama mengenal adik Wakil Presiden Gibran
Rakabuming Raka itu, setidaknya sejak Indonesia menjadi tuan rumah Asian
Games dan Asian Para Games pada 2018. “Ada warna baru dengan kehadiran Mas
Kaesang,” ujarnya. Raffi
dan Kaesang mendirikan PT RANS Indonesia Hebat. Di korporasi itu, Raffi
menjadi komisaris dan Kaesang didapuk sebagai komisaris utama. Salah satu
lini bisnis PT RANS Indonesia Hebat adalah pusat kuliner di Bumi Serpong
Damai, kawasan hunian premium di Kabupaten Tangerang, Banten, yang
dikembangkan Sinar Mas Group. Food court itu bernama RANS Nusantara Hebat. Berdiri
pada 2024, pusat jajanan serbaada itu bertahan kurang dari setahun. Kini area
food court telah beralih fungsi menjadi lapangan padel. Raffi berdalih, ia
hanya menjadi duta merek pusat kuliner itu selama setahun dan tak menangani
bisnis secara langsung. Kongsi dengan anak pejabat, kata Raffi, tak otomatis
membuat bisnisnya sukses. “Pasti ada dinamikanya,” tuturnya. Raffi
juga berbisnis bersama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito
Ariotedjo alias Dito Ariotedjo, dengan membentuk PT RANS Prestisius Cakrawala
pada Juli 2021. Perusahaan ini menaungi klub bola basket profesional yang
bertarung di Indonesian Basketball League, yaitu RANS Simba Bogor. Sama
seperti Kaesang, Raffi mengajak Dito bergabung dengan RANS Prestisius karena
keduanya merupakan teman baik. Dito pernah menjadi saksi kasus korupsi kuota
haji di Kementerian Agama yang menjerat Menteri Agama 2020-2024, Yaqut Cholil
Qoumas. “Kita senang-senang saja masuk basket sama teman-teman,” ujar Raffi. Dito
menuturkan, ia bergabung dengan PT RANS Prestisius karena sedang mencari
mitra di bidang bola basket. “Kebetulan saya dan Mas Raffi baru membuat klub
sepak bola Liga 2,” kata Dito pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dito menjelaskan
model bisnis klub basket itu adalah mencari pendanaan dari sponsor dan menata
operasi klub sehingga menjadi efisien. Berlambaknya
perusahaan Raffi serta jaringan bisnisnya dengan sejumlah pebisnis dan
politikus memicu dugaan publik bahwa korporasi itu terkait dengan praktik
pencucian uang. Dugaan itu, misalnya, muncul saat kasus dugaan pencucian uang
yang menjerat mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,
Rafael Alun, mencuat pada 2023. Raffi terseret perkara itu karena menantu
Rafael bekerja di perusahaannya. Kabar
mengenai dugaan pencucian itu terus menggelinding. Pada 2024, National
Corruption Watch membuat konten video yang meminta penegak hukum memeriksa
aliran uang ke rekening Raffi. Raffi
mengatakan kekayaannya bersumber dari honorarium sebagai selebritas. Ia
mengaku bisa membawa pulang bayaran hampir Rp 100 juta setiap hari. Jika
ditotal, pendapatannya dari dunia hiburan bisa mencapai Rp 3-5 miliar
sebulan. Ia juga
mengaku mendapatkan uang yang jumlahnya mencapai Rp 270 miliar ketika PT RANS
melakukan pre-IPO, masa persiapan sebelum penerbitan perdana saham, pada
2021. Emtek Group masuk ke PT RANS dan Raffi mendapat Rp 270 miliar. “Mau
ngomong pencucian apa lagi? Apa perlu saya akuisisi usaha laundry beneran?”
tuturnya. ● Sumber :
https://www.tempo.co/politik/bisnis-raffi-ahmad-haji-isam-2280950 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar