|
Zohran K. Mamdani: Walikota yang Aneh Shamsi Ali Al-Nuyorki : Putra Indonesia ini merupakan Imam yang
dihormati di AS. Dinobatkan sebagai salah satu tokoh agama berpengaruh di New
York. |
ORBIT
INDONESIA, 23 Juli 2026
|
Sejak terpilih dan
dilantik sebagai Walikota New York, kota dunia, rumah bagi PBB dan Wall
Street, Zohran Mamdani semakin menunjukkan bahwa ia tidak tunduk pada
nalar politik yang biasa-biasa saja.
Saya menyebutnya Walikota yang aneh. Karena tidak biasa, maka ia menjadi luar
biasa. Karena aneh, maka ia berbeda dari fenomena politik pada umumnya. Banyak hal yang bisa saya
kemukakan untuk membuktikan ke-luarbiasa-an itu. Tapi kali ini saya ingin
menggarisbawahi dua hal saja, karena keduanya sangat paradoks dengan realitas
dunia politik kita saat ini, khususnya dalam konteks New York dan Amerika. Menolak Kenaikan Gaji Baru-baru ini New York
City Council (DPRD Kota New York) mengusulkan resolusi untuk menaikkan gaji
pegawai kota sebesar 18%, sesuatu yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dilakukan.
Alasannya masuk akal: sangat tidak adil jika biaya hidup naik berlipat ganda,
sementara gaji pegawai kota tidak pernah disesuaikan. Rencana itu mendapat
dukungan hampir bulat dari anggota Dewan. Jajak pendapat pun menunjukkan
warga New York tidak keberatan. Mereka paham betul betapa kecilnya gaji
pegawai kota dibanding mahalnya biaya hidup di kota ini. Namun yang mengejutkan,
justru Walikota Zohran Mamdani yang menolak. Ketika ditanya alasannya,
ia menjawab dengan kalimat yang membuat semua terkagum: “Saya berkeliling ke
seluruh sudut kota ini, dan belum pernah saya mendengar keluhan bahwa gaji
Walikota tidak cukup. Yang justru saya dengar setiap hari adalah keluhan
warga bahwa penghasilan mereka jauh dari cukup. Karena itu fokus saya adalah
menaikkan pendapatan warga, bukan pendapatan Walikota.” Seketika warga New York
semakin kagum dan jatuh hati. Seorang Walikota muda, yang sebelum menjabat
hanya tinggal di apartemen satu kamar bersama istrinya, menolak kenaikan gaji
bahkan ketika itu datang melalui prosedur yang sepenuhnya legal. Kota New York dan
Penjahat Perang Walaupun tidak pernah
menjadi janji kampanye, prinsip dasar Zohran Mamdani tentang penegakan hukum tanpa pandang bulu memunculkan satu
sikap yang paling kontroversial: kemungkinan penangkapan PM Israel Benjamin
Netanyahu jika menginjakkan kaki di New York. Dalam berbagai wawancara,
termasuk dengan CNN, Zohran menegaskan: “Jika ada dasar hukum untuk menangkap
Netanyahu, saya akan perintahkan NYPD untuk menangkapnya.” Pernyataan ini langsung
menjadi perdebatan nasional. Di mata banyak politisi, pengamat, dan akademisi
Amerika, pernyataan semacam ini dianggap tabu, bahkan bunuh diri politik.
Tapi Zohran menyampaikannya dengan gagah berani. Dan ia menegaskan, ini
bukan penilaian pribadi. Ini berdasarkan fakta hukum internasional yang telah
menetapkan Netanyahu sebagai penjahat perang, dengan perintah penangkapan
dari ICC (International Criminal Court) dan ICJ (International Court of
Justice). Tentu dilemanya tidak
kecil. Pertama, ada ganjalan legal: Amerika Serikat bukan penandatangan
Statuta Roma, sehingga tidak terikat secara hukum untuk melaksanakan perintah
ICC dan ICJ. Kedua, jika Netanyahu datang ke New York atas undangan PBB, ia
mendapatkan jaminan kekebalan diplomatik dan keamanan. Terlepas dari kerumitan
itu, keberanian Zohran untuk menyuarakan rencana tersebut patut diapresiasi.
Apalagi kita tahu, di kota ini masih banyak pejabat berpengaruh yang
berafiliasi dengan Zionisme, termasuk di jajaran Kepolisian New York dan
Pimpinan DPRD Kota. Bahkan beberapa pejabat yang bekerja langsung di bawah
Mamdani pun dicurigai memiliki tendensi pro-Zionis Israel. Aneh dan Luar Biasa Dua hal di atas membawa
saya pada satu kesimpulan: Zohran Mamdani memang Walikota yang aneh. Aneh, karena di saat
banyak politisi menggunakan setiap kesempatan, baik di waktu lapang maupun
sempit untuk memperkaya diri dan keluarga, Zohran justru menolak kenaikan
gajinya sendiri, padahal jalannya sepenuhnya legal. Berbanding terbalik
dengan pejabat di banyak tempat lain, di mana jabatan dijadikan ladang untuk
memperkaya diri, keluarga, kerabat, dan kroni, bahkan dengan memberikan
posisi tanpa melihat kapasitas. Dan ia luar biasa karena
berani melawan arus dengan keyakinan penuh bahwa kebenaran dan keadilan
adalah fondasi moralitas dan integritas jabatan. Di sebuah kota yang sangat
kuat dikontrol oleh lobi Zionis, ia berani menyatakan akan menangkap Perdana
Menteri negara penjajah. Akhirnya, mari kita
doakan Walikota tercinta kita, saudara kita Zohran Mamdani, semoga selalu
diberi petunjuk dari langit, dikuatkan dalam mengambil langkah-langkah untuk
kebaikan Kota New York dan warganya, dan yang paling penting, dijaga dari
segala ancaman dan bahaya dari mereka yang berniat buruk. Amin! ● Sumber : https://orbitindonesia.com/detail/HmkErbxHy8/zohran-k-mamdani-walikota-yang-aneh |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar