|
Buka-bukaan Raffi
Ahmad Friski Riana : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 09
Agustus 2026
|
· Dulu Raffi Ahmad dikenal sebagai
presenter acara televisi yang berusaha tampil ngocol. · Ia kini menjadi triliuner yang berada
di lingkaran kekuasaan Presiden Prabowo. · Dalam wawancara ini Raffi menjawab
berbagai tudingan, seperti melakukan pencucian uang dan menjadi makelar
jabatan. SEWAKTU
masih menjadi pegawai di sebuah media televisi pada 2013, saya selalu
bersemangat tiap kali berangkat kerja. Sebagai reporter olahraga dengan jam
kerja cukup fleksibel, saya lebih sering sampai di kantor pukul 8 pagi.
Padahal teman lain biasa datang menjelang tengah hari. Bukan
saya rajin atau mau naik pangkat dengan cepat. Motivasi saya saat itu cuma
kepengen menonton syuting program musik Dahsyat yang dipandu Raffi Ahmad
bersama Ayu Dewi dan Denny Cagur. Kebetulan tempat saya bekerja itu satu
gedung dengan studio Dahsyat. Di ruang kerja saya di lantai 2, ada sebuah
jendela kaca pemisah yang menghadap ke studio tersebut. Tempat
itu menjadi spot favorit saya menyaksikan penampilan musikus yang menjadi
bintang tamu. Kayak nonton konser gratis, gitu. Dari situ saya juga bisa
melihat para penonton Dahsyat menyerukan yel-yel nye-nye-nye, eh la-la-la,
ye-ye-ye. Sering kali mereka sambil berjoget dengan gerakan seperti mencuci
baju. Kesenangan
itu hanya berjalan dua tahun. Saya resign, lalu bekerja di Tempo. Sejak saat
itu pula, saya hampir tak pernah ketemu dengan artis. Kalaupun berjumpa, itu
pasti karena mereka terjun ke dunia politik atau diundang politikus—kategori
narasumber yang lebih sering saya temui selama sebelas tahun bekerja di
Tempo. Pada
Kamis, 6 Agustus 2026, saya kembali berjumpa dengan Raffi Ahmad. Bukan dari
kejauhan seperti sebelumnya, melainkan di depan muka saya persis. Bersama
jurnalis Desk Nasional Tempo, Francisca Christy Rosana, Hussein Abri
Dongoran, dan Daniel Ahmad Fajri, saya mewawancarai pendiri RANS
Entertainment itu. Raffi
sekarang bukan hanya artis. Ia pengusaha dengan aset setidaknya senilai Rp 1
triliun. Raffi pun berada di lingkaran Presiden Prabowo Subianto . Sebagai
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, ia
berelasi dengan banyak petinggi negara dan tokoh politik. Mirip dengan saya.
Bedanya, saya masih tetap wartawan dengan kekayaan secukupnya, ha-ha-ha.... Sosok
Raffi Ahmad memang tak pernah lepas dari sorotan kamera dan mata publik. Gaya
hidup hingga percintaannya selalu menjadi perbincangan. Sekarang, publik
menyoroti bisnis dan relasinya dengan penguasa. Ia, misalnya, dituding
terlibat dalam pencucian uang. Anggota keluarga dan kerabatnya kini menjadi
pejabat daerah dan komisaris badan usaha milik negara. Selama
sekitar dua jam, Raffi Ahmad menjawab berbagai pertanyaan kami. Ia
menceritakan awal mula terjun ke dunia politik. Raffi pun menjawab tudingan
bahwa ia menjadi makelar jabatan dan melakukan pencucian uang. Meski
pertanyaannya galak-galak, ia menjawab dengan rileks dan sering ngebanyol. Ia
bahkan berseloroh mau mengakuisisi usaha laundry betulan. Anda
bisa menikmati wawancara kami bersama Raffi dalam artikel berjudul “Raffi
Ahmad: Makelar dari Mana? Saya Hanya Menghubungkan… ” Selamat membaca. Oh
ya, saya bukan pengikut Raffi Ahmad. Saya follower Cipunk, anak keduanya. ● Sumber :
https://www.tempo.co/wawancara/wawancara-raffi-ahmad-pembawa-pesan-kekuasaan-2280979 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar