Momen
Ekonomi dan Bisnis
|
Pembahasan
RUU Migas Kembali Bergulir Fery Firmansyah
: Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 23 Agustus 2026
|
· RUU Migas bergulir kembali sebagai
aturan inisiatif DPR setelah pembahasannya tertunda sebelas tahun. · Danantara Development Management Fund
akan menggarap mobil listrik nasional bareng Pindad. · Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit
Indonesia untuk segmen retail demi mempermudah transaksi konsumsi. SETELAH
tertunda sebelas tahun, pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas
Bumi (RUU Migas) dilanjutkan Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam sidang paripurna
yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026, delapan fraksi DPR menyepakati RUU
Migas sebagai inisiatif lembaga legislatif. Meski
sepakat, semua fraksi memberikan catatan yang menekankan beberapa aspek,
seperti penataan kelembagaan, pemenuhan kebutuhan domestik, pengelolaan
penerimaan, dan penguatan manfaat bagi daerah penghasil. Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa, misalnya, meminta transformasi Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjadi badan
usaha khusus (BUK) migas segera dibahas. Fraksi
PKB meminta desain kelembagaan BUK migas disusun secara tegas agar tidak
menimbulkan tumpang-tindih kewenangan ataupun ketidakpastian tata kelola.
“Pengaturannya harus dipastikan tidak menimbulkan tumpang-tindih kewenangan,
ketidakpastian tata kelola, maupun beban fiskal baru yang tidak terukur,”
demikian keterangan tertulis Fraksi PKB seperti dikutip dari situs web DPR. Dalam
rapat panitia kerja pada Sabtu, 15 Agustus 2026, DPR menyepakati RUU Migas
disusun untuk mencabut dan menggantikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001.
Ketua panitia kerja sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Sturman
Panjaitan, mengatakan kesepakatan itu tercapai setelah panitia merampungkan
39 poin perbaikan teknis dalam naskah RUU. ● Danantara
Development Garap Mobil Listrik Nasional DANANTARA
Development Management Fund, entitas di bawah Badan Pengelola Investasi
Danantara, bakal terlibat dalam proyek mobil listrik nasional. Menurut
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian
Keuangan Ferry Ardiyanto, mobil listrik nasional yang diproduksi di Karawang,
Jawa Barat, ini bakal diluncurkan pada 2028. Pada 20
April 2026, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan
mobil nasional ini bakal diproduksi PT Pindad (Persero) di pabrik Karawang.
Dengan menggarap proyek ini, Pindad yang biasa memproduksi senjata merambah
bisnis otomotif. Adapun Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 13 Agustus
2026, meluncurkan Motor Listrik Nasional alias Molinas beserta ekosistem
pendukungnya. Peluncuran
tersebut diadakan di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group, Cikarang,
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Prabowo menilai peresmian ekosistem sepeda
motor listrik buatan dalam negeri ini sebagai momen penting bagi bangsa
Indonesia. “Karena ini merupakan tonggak atas inisiatif masing-masing para
pengusaha swasta yang memulai proyek ini,” ujar Prabowo. ● BI
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia BANK
Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen retail atau
masyarakat umum. Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan
kartu kredit tersebut menjadi alternatif pembayaran deferred payment
domestik. “Kehadiran KKI memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha
untuk masuk ke ekosistem digital dan menyediakan alternatif fasilitas kredit
untuk menopang konsumsi,” katanya seperti dikutip dari Antara pada Senin, 17
Agustus 2026. KKI
sebelumnya hanya digunakan oleh satuan kerja pemerintah pusat dan daerah
untuk mendukung transaksi belanja pemerintah. Sekarang KKI dapat digunakan
oleh individu dan korporasi baik untuk layanan konvensional maupun syariah
sesuai dengan produk yang disediakan penyelenggara jasa pembayaran (PJP)
penerbit. BI mengembangkan KKI bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran
Indonesia, Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, PJP penerbit, dan penyelenggara
infrastruktur sistem pembayaran. Kepala
Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ryan Rizaldy
menjelaskan, pada tahap awal, KKI tersedia dalam bentuk kartu digital dan
dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi melalui ekosistem Quick
Response Code Indonesian Standard (QRIS). Ekosistem itu meliputi QRIS
Merchant Presented Mode, QRIS Customer Presented Mode, dan QRIS TAP.
Selanjutnya, KKI akan memfasilitasi transaksi online dan offline menggunakan
kartu fisik. Ada tujuh PJP penerbit KKI, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI,
CIMB Niaga, Bank Permata, dan Bank Mega.
● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/ruu-migas-danantara-mobil-listrik-nasional-2283366 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar