|
KPK: Ada Kode A5
dalam Suap Audit BPK Muara Enim Fajar
Pebrianto : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 19
Juli 2026
|
· KPK memastikan Augusz Dewanggara alias
Angga, tersangka suap, merupakan orang dekat Anggota V BPK Bobby Adhityo
Rizaldi. · Penyidik menemukan kode ‘A5’ dalam
obrolan para tersangka suap audit BPK di Kabupaten Muara Enim. · KPK akan menjerat pihak yang
menghalangi penyidikan dengan pasal perintangan. KOMISI
Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut peran Anggota V Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi dalam kasus suap opini wajar tanpa
pengecualian (WTP) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Penyidik
telah menangkap orang dekat Bobby, Augusz Dewanggara alias Angga, dalam
operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 10 Juni 2026. Angga
sudah menjadi tersangka. Tapi KPK tak kunjung menyeret Bobby. Padahal
penyidik sudah menemukan petunjuk berupa kode “A5” dalam percakapan para
tersangka. Kode itu diduga bermakna Anggota V BPK. Pelaksana
Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein tak membantah soal ini.
Tapi dia tak ingin materi penyidikan bocor. Berikut
ini petikan wawancaranya dengan wartawan Tempo, Febriyan, Fajar Pebrianto,
Riani Sanusi Putri, dan Yosea Arga Pramudita, pada Selasa siang, 14 Juli
2026. Apa
sebenarnya kaitan antara Angga dan Bobby? Dia
tenaga ahli Bobby sejak di Dewan Perwakilan Rakyat. Secara formal Angga tak
tercatat di BPK sebagai tenaga ahli. Sudah kami cek. Karena sudah ada tiga
tenaga ahli tersendiri. Tapi mungkin ia masih terus membantu Bobby. Benarkah
Bobby sempat bertemu dengan Angga sebelum KPK menggelar OTT? Nanti
kami cek lagi, belum ada fakta itu. Fakta yang ada, Angga sempat bertemu
dengan tersangka lain sebelum OTT. Bagaimana
pemerintah daerah di Sumatera Selatan bisa terhubung dengan Angga? Lewat
Mulyono (saksi pihak swasta). Hanya orang-orang tertentu yang tahu cara
mendekati Angga. Tapi secara umum orang tahu Angga dekat sama Bobby. Apa saja
kesaksian Angga saat diperiksa mengenai peran Bobby? Dia
belum mau terbuka. Ada kode
“A5” dalam percakapan antara Angga dan salah satu tersangka. Apakah ini jadi
petunjuk kuat mengenai peran Bobby? Sedang
kami dalami. Kalau disampaikan duluan, bocor nanti. Saya tidak beri tahu isi
barang bukti. Tapi soal kode “A5” memang ada. Penyidik sedang mendalami. (Catatan:
Setelah sembilan jam diperiksa di KPK pada 16 Juli 2026, Bobby tak menjawab
semua tuduhan. Ia mengatakan semua sudah disampaikan kepada penyidik.) Apakah
Angga mengaku masih berkomunikasi dengan Bobby? Angga memang
mengaku pernah kerja bersama Bobby dulu di DPR. Di BPK pun masih
berkomunikasi. Itu makanya ada bukti chat yang kami lihat. Ini yang didalami
penyidik. Kami
mendengar kabar bahwa ada intervensi dari petinggi partai tertentu agar kasus
ini tak sampai menyeret Bobby.... Kami
tidak berbicara soal politik. Sejauh ini belum ada indikasi ke sana, bahwa
ada tekanan terhadap KPK dan penyidik. Kami murni menegakkan hukum. Tidak
lihat partainya. Kami
mendapat informasi bahwa tersangka Titin Rita Lestari (Pengendali Teknis BPK
Perwakilan Sumatera Selatan) juga mendapat intervensi agar tidak
buka-bukaan.... Saya
belum dengar, tapi pasti penyidik akan mendalami. Bila terbukti, bisa dikenai
pasal obstruction of justice (perintangan penyidikan). Ini sudah banyak
terjadi, paling banyak penasihat hukum. Mengapa
saat OTT digelar penyidik tidak langsung menggeledah kantor BPK? Semua
tergantung diskusi tim penyidik yang turun ke lapangan. Informasinya,
penyidik memandang sudah tidak perlu lagi karena mereka telah menangkap para
pihak pemerintah kabupaten. Sudah ada kesaksian bahwa suap diperuntukkan
terkait dengan audit BPK. Benarkah
KPK sedang menyasar suap audit di daerah lain di Sumatera Selatan? Penyidik
sudah menggeledah kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan. Tim sudah mendapat
hasil audit di Sumatera Selatan. Tidak mungkin kami mengusut Muara Enim saja.
Apakah terjadi di daerah lain atau pada periode lain. Apakah
penyidik meyakini memang ada suap audit BPK di Muara Enim? Ada
fakta bahwa Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, meminta, “Jangan sampai tahun
ini beda dengan kemarin.” Tahun sebelumnya mereka mendapat opini WTP. Ini
sedang kami telusuri. Apakah lewat Angga juga atau tidak. ● Sumber :
https://www.tempo.co/hukum/kode-suap-audit-bpkbobby-adhityo-rizaldi-2276721 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar