Senin, 20 Juli 2026

 

KPK: Ada Kode A5 dalam Suap Audit BPK Muara Enim

Fajar Pebrianto :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 19 Juli 2026

 

 

                                                           

·      KPK memastikan Augusz Dewanggara alias Angga, tersangka suap, merupakan orang dekat Anggota V BPK Bobby Adhityo Rizaldi.

 

·      Penyidik menemukan kode ‘A5’ dalam obrolan para tersangka suap audit BPK di Kabupaten Muara Enim.

 

·      KPK akan menjerat pihak yang menghalangi penyidikan dengan pasal perintangan.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut peran Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi dalam kasus suap opini wajar tanpa pengecualian (WTP) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

 

Penyidik telah menangkap orang dekat Bobby, Augusz Dewanggara alias Angga, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 10 Juni 2026.

 

Angga sudah menjadi tersangka. Tapi KPK tak kunjung menyeret Bobby. Padahal penyidik sudah menemukan petunjuk berupa kode “A5” dalam percakapan para tersangka. Kode itu diduga bermakna Anggota V BPK.

 

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein tak membantah soal ini. Tapi dia tak ingin materi penyidikan bocor.

 

Berikut ini petikan wawancaranya dengan wartawan Tempo, Febriyan, Fajar Pebrianto, Riani Sanusi Putri, dan Yosea Arga Pramudita, pada Selasa siang, 14 Juli 2026.

 

Apa sebenarnya kaitan antara Angga dan Bobby?

 

Dia tenaga ahli Bobby sejak di Dewan Perwakilan Rakyat. Secara formal Angga tak tercatat di BPK sebagai tenaga ahli. Sudah kami cek. Karena sudah ada tiga tenaga ahli tersendiri. Tapi mungkin ia masih terus membantu Bobby.

 

Benarkah Bobby sempat bertemu dengan Angga sebelum KPK menggelar OTT?

 

Nanti kami cek lagi, belum ada fakta itu. Fakta yang ada, Angga sempat bertemu dengan tersangka lain sebelum OTT.

 

Bagaimana pemerintah daerah di Sumatera Selatan bisa terhubung dengan Angga?

 

Lewat Mulyono (saksi pihak swasta). Hanya orang-orang tertentu yang tahu cara mendekati Angga. Tapi secara umum orang tahu Angga dekat sama Bobby.

 

Apa saja kesaksian Angga saat diperiksa mengenai peran Bobby?

 

Dia belum mau terbuka.

 

Ada kode “A5” dalam percakapan antara Angga dan salah satu tersangka. Apakah ini jadi petunjuk kuat mengenai peran Bobby?

 

Sedang kami dalami. Kalau disampaikan duluan, bocor nanti. Saya tidak beri tahu isi barang bukti. Tapi soal kode “A5” memang ada. Penyidik sedang mendalami.

 

(Catatan: Setelah sembilan jam diperiksa di KPK pada 16 Juli 2026, Bobby tak menjawab semua tuduhan. Ia mengatakan semua sudah disampaikan kepada penyidik.)

 

Apakah Angga mengaku masih berkomunikasi dengan Bobby?

 

Angga memang mengaku pernah kerja bersama Bobby dulu di DPR. Di BPK pun masih berkomunikasi. Itu makanya ada bukti chat yang kami lihat. Ini yang didalami penyidik.

 

Kami mendengar kabar bahwa ada intervensi dari petinggi partai tertentu agar kasus ini tak sampai menyeret Bobby....

 

Kami tidak berbicara soal politik. Sejauh ini belum ada indikasi ke sana, bahwa ada tekanan terhadap KPK dan penyidik. Kami murni menegakkan hukum. Tidak lihat partainya.

 

Kami mendapat informasi bahwa tersangka Titin Rita Lestari (Pengendali Teknis BPK Perwakilan Sumatera Selatan) juga mendapat intervensi agar tidak buka-bukaan....

 

Saya belum dengar, tapi pasti penyidik akan mendalami. Bila terbukti, bisa dikenai pasal obstruction of justice (perintangan penyidikan). Ini sudah banyak terjadi, paling banyak penasihat hukum.

 

Mengapa saat OTT digelar penyidik tidak langsung menggeledah kantor BPK?

 

Semua tergantung diskusi tim penyidik yang turun ke lapangan. Informasinya, penyidik memandang sudah tidak perlu lagi karena mereka telah menangkap para pihak pemerintah kabupaten. Sudah ada kesaksian bahwa suap diperuntukkan terkait dengan audit BPK.

 

Benarkah KPK sedang menyasar suap audit di daerah lain di Sumatera Selatan?

 

Penyidik sudah menggeledah kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan. Tim sudah mendapat hasil audit di Sumatera Selatan. Tidak mungkin kami mengusut Muara Enim saja. Apakah terjadi di daerah lain atau pada periode lain.

 

Apakah penyidik meyakini memang ada suap audit BPK di Muara Enim?

 

Ada fakta bahwa Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, meminta, “Jangan sampai tahun ini beda dengan kemarin.” Tahun sebelumnya mereka mendapat opini WTP. Ini sedang kami telusuri. Apakah lewat Angga juga atau tidak.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/hukum/kode-suap-audit-bpkbobby-adhityo-rizaldi-2276721

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar