Rabu, 22 Juli 2026

 

Berita Sepekan

Danantara Menggarap Proyek Gasifikasi Batu Bara

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 19 Juli 2026

 

 

                                                           

·      Danantara menggandeng Latitude Energy untuk menggarap proyek gasifikasi batu bara.

 

·      S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia berikut prospeknya.

 

·      Freeport Indonesia memperkirakan jumlah setoran kepada negara turun karena kerusakan tambang.

 

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggandeng perusahaan energi asal Amerika Serikat, Latitude Energy Holdings Inc, untuk membangun fasilitas pengolahan batu bara menjadi gas dimetil eter (DME). Kerja sama ini menandai upaya terbaru pemerintah menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara yang terhenti karena investor sebelumnya mengundurkan diri.

 

Chief Executive Officer PT Danantara Development Management Fund Sigit P. Santosa pada Ahad, 12 Juli 2026, mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan batu bara berkalori rendah. Latitude Energy akan menerapkan teknologi transport integrated gasification yang mampu mengubah batu bara menjadi gas sintetis, termasuk DME sebagai substitusi liquefied petroleum gas alias elpiji.

 

Di Indonesia, proyek pengolahan DME digagas pada 2018 melalui kerja sama PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan Air Products and Chemicals Inc dari Amerika Serikat. Proyek senilai sekitar US$ 15 miliar itu ditargetkan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun untuk mengurangi impor elpiji. Namun rencana tersebut terhenti setelah Air Products mengundurkan diri pada 2023. ●

 

S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

 

LEMBAGA pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan proyeksi stabil. Dalam laporan yang dirilis pada Senin, 13 Juli 2026, S&P mengatakan proyeksi yang stabil mencerminkan harapan mereka bahwa pendapatan pemerintah akan terus membaik pada tahun ini. S&P juga menyatakan ada harapan pemerintah terus mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

 

“Peringkat kami terhadap Indonesia mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang umumnya bijaksana, serta beban utang luar negeri dan pemerintah bersih yang relatif ringan dibandingkan dengan negara-negara sebanding,” demikian pernyataan S&P. Meski begitu, S&P juga menyebutkan Indonesia memiliki PDB per kapita yang moderat, basis ekspor dan pendapatan fiskal yang sempit, serta sektor keuangan domestik yang kurang mendalam.

 

S&P memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan, meskipun harga minyak melonjak. Dalam analisis, mereka menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia bisa mempengaruhi sentimen investasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun hal itu tidak menjadi skenario dasar S&P karena mereka percaya pemerintah merespons masukan dari industri dan telah menunjukkan fleksibilitas dalam implementasi kebijakan. ●

 

Utang Luar Negeri Naik

 

BANK Indonesia mencatat utang luar negeri pada Mei 2026 mencapai US$ 444,4 miliar, naik 2,1 persen dari US$ 439,8 miliar pada April. “Perkembangan tersebut dipengaruhi pertumbuhan utang luar negeri publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan utang luar negeri swasta yang lebih rendah,” demikian pernyataan Bank Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.

 

Utang luar negeri pemerintah pada Mei sebesar US$ 217,3 miliar, naik dari US$ 216,4 miliar pada bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan utang luar negeri pemerintah mencapai 3,7 persen. Bank Indonesia mencatat perkembangan utang pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada surat berharga negara internasional.

 

Sedangkan peningkatan utang luar negeri Bank Indonesia didorong kenaikan porsi kepemilikan investor asing terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. Di satu sisi, utang luar negeri swasta turun 0,1 persen. Perkembangan tersebut terutama didorong utang luar negeri kelompok peminjam lembaga keuangan yang secara tahunan mencatatkan kontraksi 0,8 persen. ●

 

Setoran Freeport Anjlok 39,5 Persen

 

PT Freeport Indonesia memproyeksikan penerimaan negara dari kegiatan operasional perusahaan turun sekitar 39,5 persen dari US$ 4,3 miliar pada 2025 menjadi US$ 2,6 miliar. Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan penerimaan negara pada 2026 terdiri atas pajak US$ 1 miliar, dividen US$ 1,1 miliar yang disalurkan kepada pemerintah melalui MIND ID, serta penerimaan negara bukan pajak dan royalti US$ 500 juta.

 

Menurut Tony, turunnya penerimaan negara sejalan dengan belum pulihnya produksi selepas tanah longsor di Tambang Grasberg, Mimika, Papua Tengah. Saat ini Freeport masih melakukan perbaikan dan memastikan keamanan seluruh area tambang sebelum meningkatkan produksi secara bertahap. Kapasitas produksi dari sisi hulu pada 2026 diperkirakan hanya 65 persen dari kapasitas penuh. "Proses ramp-up produksi berjalan lebih lambat dari yang kami perkirakan," tutur Tony dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat yang antara lain mengurusi energi pada Selasa, 14 Juli 2026.

 

Produksi bijih yang ditambang tahun ini ditargetkan rata-rata 124 ribu ton per hari, turun dibanding realisasi pada tahun lalu yang mencapai 139 ribu ton per hari. Penurunan tersebut dipicu terhentinya produksi di tambang Deep Mill Level Zone setelah terjadinya tanah longsor. Freeport Indonesia menargetkan produksi tahun ini mencapai 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas atau sekitar 21 ton emas. Seiring dengan pulihnya operasi tambang, Freeport memperkirakan kontribusinya kepada negara akan kembali meningkat mulai 2027. ●

 

Garuda Ubah Ketentuan Bagasi

 

GARUDA Indonesia mengubah layanan bagasi sesuai dengan rute dan kelas penerbangan. Maskapai penerbangan pelat merah ini akan memakai basis jumlah koli atau piece concept yang bisa memberikan tambahan bagasi hingga 64 kilogram.

 

Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan aturan ini berlaku bagi pemegang tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026. "Dengan ketentuan jumlah koli dan berat maksimum yang makin jelas, pengguna jasa dapat mempersiapkan barang bawaannya dengan lebih mudah,” ujarnya pada Senin, 13 Juli 2026.

 

Pada penerbangan domestik, penumpang kelas ekonomi memperoleh alokasi bagasi satu koli dengan berat maksimum 23 kilogram. Adapun pengguna jasa kelas bisnis dan first class mendapat alokasi dua koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kilogram atau total hingga 64 kilogram.

 

Pada penerbangan internasional, pengguna jasa kelas ekonomi memperoleh alokasi dua koli dengan berat maksimum masing-masing 23 kilogram atau total 46 kilogram. Adapun pengguna jasa kelas bisnis dan first class memperoleh dua koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kilogram atau total 64 kilogram. ●

 

Koperasi Bisa Garap Tambang dan Energi

 

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan memperluas peran koperasi ke berbagai sektor usaha strategis, termasuk pertambangan, energi, dan industri pengolahan. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan posisi koperasi sebagai salah satu penopang perekonomian nasional di samping badan usaha milik negara dan sektor swasta.

 

"Memperbolehkan koperasi sekarang untuk masuk ke berbagai sektor, mengelola sumur minyak rakyat atau sumur idle well. Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral," tutur Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Ahad, 12 Juli 2026.

 

Pemerintah juga mendorong koperasi masuk ke sektor penghiliran. Ferry menyebutkan Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik minyak sawit mentah (CPO) milik Koperasi Unit Desa Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Agustus 2026. Pemerintah juga akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 0,5-1 megawatt yang dikelola koperasi di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/danantara-garuda-indonesia-freeport-2276694

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar