Rabu, 22 Juli 2026

 

Generasi Muda Lebih Siap Melakukan Perubahan

Friski Riana :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 19 Juli 2026

 

 

                                                           

·      Partai yang didominasi anak muda di Thailand berperan penting sebagai oposisi pemerintahan junta militer.

 

·      Partai anak--anak muda mengubah wajah parlemen Thailand lebih terbuka dalam membahas anggaran publik.

 

·      Praktik politik uang, termasuk di Thailand, sulit diatasi karena banyak orang hidup dalam kemiskinan.

 

MASIH empat tahun lagi larangan berpolitik Kunthida Rungruengkiat dicabut. Mantan anggota parlemen Thailand itu dilarang mengikuti kontestasi politik selama sepuluh tahun setelah Mahkamah Konstitusi membubarkan Future Forward Party pada Februari 2020. Dalam partai yang digandrungi anak muda karena mengusung perubahan itu, Kunthida menjadi wakil ketua.

 

Bersama sejumlah koleganya, perempuan 42 tahun itu lalu membentuk Progressive Movement Foundation yang berfokus pada penyusunan kebijakan. Mereka pun mendorong calon kepala daerah yang dinilai bisa membawa perubahan. “Kami ingin masyarakat melihat, pemerintahan yang lebih baik bisa diwujudkan,” katanya di restoran Seroja, Jakarta, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

 

Progressive Movement membina dan melatih anak muda, aktivis, dan politikus lokal serta mengelola perpustakaan yang bisa dijangkau petani di berbagai daerah secara gratis. Kunthida juga mendirikan Women Politicians Academy yang memberi pendidikan politik untuk perempuan. Tiga alumnus akademi itu terpilih dalam pemilihan umum parlemen nasional.

 

Kepada jurnalis Tempo, Friski Riana, Erwan Hermawan, dan Stefanus Pramono, serta fotografer Tony Hartawan, Kunthida menjelaskan kondisi politik di Thailand yang masih dipengaruhi junta militer. Dalam wawancara selama sekitar dua jam, ia menilai Indonesia dan Thailand memiliki kemiripan. Termasuk soal represi yang dihadapi oposisi dan masyarakat sipil.

 

Alumnus Princeton University, Amerika Serikat, itu juga bercerita soal gerakan anak muda yang menghadapi jalan terjal. Hingga Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi Thailand telah membubarkan 112 partai politik, termasuk Move Forward Party, yang dibentuk setelah Future Forward runtuh. Mereka yang tersisa kemudian membentuk People’s Party.

 

Bagaimana partai anak muda di Thailand bisa meraih dukungan pemilih?

 

Kami hadir sebagai partai politik yang benar-benar baru. Setelah Thailand berada di bawah pemerintahan junta militer selama sepuluh tahun, kehadiran kami terasa berbeda dan menyegarkan. Kami merepresentasikan generasi baru yang punya kompetensi. Anggota dan pengurus partai berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Masyarakat percaya figur utama yang kami tempatkan dalam daftar calon menteri bisa membawa perubahan.

 

Apa yang kalian tawarkan kepada pemilih?

 

Baik Future Forward, Move Forward, maupun People’s Party datang dengan rencana yang jelas. Setiap kali mengajukan kebijakan, kami tak hanya berkata, misalnya, “Mari kita sediakan makan siang gratis di sekolah.” Kami menjelaskan asal anggarannya, mekanisme penggunaannya, dan siapa yang akan bertanggung jawab mengelolanya. Masyarakat bisa melihat bahwa kebijakan itu benar-benar layak dilaksanakan atau feasible, bukan sekadar janji politik.

 

Sebagai pihak oposisi, bagaimana anak muda Thailand menjalankan pengawasan?

 

Semua anggota parlemen kami dan tim pendukung mereka mendapat pelatihan regulasi anggaran, prosedur parlemen, dan berbagai aspek teknis lain. Keberagaman keahlian orang-orang yang direkrut ke dalam partai politik sangat penting. Dengan begitu, partai memiliki kapasitas mengawasi berbagai sektor. Tapi pengawasan saja tak cukup. Kami harus memberikan usulan kepada pemerintah soal apa yang harus dilakukan dan kebijakan apa yang lebih masuk akal.

 

Ada inisiatif yang sudah dijalankan?

 

Yang paling menonjol adalah ketika partai bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil untuk mendesak Biro Anggaran mendigitalkan anggaran negara hingga akhirnya tersedia dalam versi PDF. Kami juga mengajak banyak ahli teknologi informasi mengubah dokumen ke dalam format CSV yang memungkinkan data dihitung, diolah, dan dianalisis lebih mendalam.

 

Apa manfaatnya?

 

Anggaran negara benar-benar bisa diteliti secara rinci. Partai dan organisasi sipil juga menyelenggarakan budget hackathon dengan berbagai tema. Masyarakat bisa datang untuk belajar membaca anggaran sesuai dengan bidang yang mereka minati. Semua gerakan ini sangat mengedepankan partisipasi publik.

 

Partai anak muda mampu membangkitkan harapan publik?

 

Ketika Future Forward Party didirikan, situasinya sangat mirip dengan Indonesia. Saat itu masyarakat sudah kehilangan harapan terhadap parlemen. Mereka berpikir: kenapa harus peduli pada politik, sementara hanya ada politikus korup dan tidak bermanfaat bagi kehidupan?

 

Bagaimana cara politikus muda meyakinkan masyarakat yang kehilangan harapan?

 

Kami membawa tradisi baru dalam perdebatan di parlemen dengan menggunakan presentasi, statistik, dan data. Kami membuat perdebatan di parlemen kembali menarik bagi publik. Ketika masyarakat melihat parlemen membahas data dan angka secara serius, mereka pun menjadi tertarik mengikuti politik. Mereka mulai paham bahwa politik bagian dari kehidupan mereka sehari-hari, menentukan sekolah anak mereka, makanan yang dikonsumsi, dan kualitas hidup.

 

Di Indonesia, ada partai yang diisi banyak anak muda yang akhirnya terjebak pada pragmatisme politik....

 

Tidak ada jawaban yang mutlak bahwa kita sama sekali tidak boleh bersikap pragmatis. Dalam politik, yang lebih penting adalah apakah Anda benar-benar berbuat sesuatu demi kepentingan yang lebih besar atau tidak. Dengan sikap pragmatis, apa biaya yang harus dibayar? Apa kompromi atau trade-off yang harus dihadapi? Semua harus dipertimbangkan dengan matang. Anak muda juga harus berpikir, langkah itu hanya untuk tujuan jangka pendek atau panjang.

 

Pragmatisme bisa mengurangi kekuatan perjuangan….

 

Bagi saya, ini lebih berkaitan dengan bagaimana menyusun strategi dan memikirkan setiap langkah menuju tujuan akhir yang hendak dicapai generasi muda Indonesia. Untuk itu, butuh banyak diskusi; pengorganisasian; serta kemampuan bertukar pendapat, menerima perbedaan pandangan, dan menemukan jalan yang dapat disepakati bersama. Jika semuanya berjalan secara terpecah-pecah, akan sangat sulit mencapai tujuan tersebut.

 

Anda percaya generasi muda bisa membuat perubahan?

 

Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dan harus menjadi bagian dari proses perubahan. Yang terpenting adalah apakah semua orang sudah memiliki pemahaman yang sama, menyadari kondisi negara, dan menerima kenyataan bahwa negara butuh pembenahan besar-besaran. Jika jawabannya “ya”, saya yakin proses-proses berikutnya jauh lebih mudah. Mereka lebih siap melakukan perubahan karena tidak ingin terus hidup dalam keputusasaan.

 

Anak muda Indonesia perlu membentuk partai seperti di Thailand?

 

Generasi muda dan suara mereka sangatlah penting. Mereka tidak hanya perlu didengar, tapi juga harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di semua tingkatan. Ini bukan hanya di parlemen, melainkan juga di pemerintahan daerah ataupun mekanisme pengambilan keputusan lain. Dalam jangka panjang, merekalah yang paling terkena dampak keputusan-keputusan tersebut.

 

Di sini tak mudah mendirikan partai baru....

 

Saya paham bahwa sistem politik Indonesia juga menjadi hambatan bagi lahirnya partai-partai baru. Ada begitu banyak aturan yang menjadi penghalang bagi kekuatan politik baru untuk masuk sistem. Namun saya pikir yang paling penting adalah memastikan bahwa ada anggota legislatif atau politikus daerah yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

 

Politikus idealis sering kali kalah karena lawannya menggunakan politik uang....

 

Politik uang sangat sulit diatasi. Bukan hanya karena ada uang, melainkan juga lantaran banyak orang hidup dalam kemiskinan. Kita bisa memahami mengapa mereka akhirnya menerima uang. Saya tidak tahu apakah ini sama dengan budaya di Indonesia. Tapi, di Thailand, ketika seseorang menerima uang dari seorang politikus, mereka sering merasa memiliki utang budi atau rasa sungkan kepada pemberi uang tersebut.

 

Seperti apa praktik politik uang di Thailand?

 

Politikus lokal ataupun aparatur sipil daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat. Praktik jual-beli suara masih terjadi. Berbagai pelanggaran dan kecurangan dalam pemilu juga masih ada dan biasanya terlihat jelas pada hari pemungutan suara.

 

Bagaimana cara mengatasi politik uang?

 

Menurut saya, satu-satunya cara adalah secara perlahan membuktikan kepada masyarakat bahwa para politikus yang datang membawa uang itu pada akhirnya tidak membuat kehidupan mereka lebih baik. Proses ini akan berjalan lambat dan sangat sulit dilakukan. Selain itu, ada faktor lain yang menjadi tantangan: para politikus yang mengandalkan politik uang terus berkembang dan menemukan cara-cara baru setiap hari.

 

Di sini, proyek beranggaran besar dan berpengaruh bagi masyarakat luas seperti makan bergizi gratis menjadi ajang korupsi. Apa yang harus dilakukan anak muda dalam menghadapi isu seperti ini?

 

Anak-anak muda harus terus menuntut adanya akuntabilitas dalam kasus-kasus tersebut. Langkah pertama adalah memastikan mereka memiliki semua informasi, data, dan angka yang diperlukan. Data tersebut dapat menjadi landasan yang kuat untuk berdialog dengan birokrat, politikus, ataupun pemerintah. Selain itu, penting untuk mengorganisasi dan memobilisasi masyarakat, bukan hanya aktivis, melainkan juga masyarakat sipil dan kalangan akademikus, agar isu ini memiliki skala yang lebih besar.

 

Banyak mahasiswa dan aktivis muda di sini mengalami represi....

 

Kreativitas anak muda dalam melakukan advokasi selalu bisa diandalkan. Saya rasa masih banyak cara yang bisa dilakukan. Bahkan, dalam situasi yang represif seperti di Indonesia, saya masih melihat upaya-upaya tersebut tetap bisa dijalankan.

 

Indonesia dan Thailand menghadapi masalah yang sama, penguatan militerisme yang menurunkan kualitas demokrasi….

 

Freedom House (organisasi nirlaba yang mengevaluasi dan memberi nilai tingkat kebebasan serta demokrasi di berbagai negara) mungkin akan menyebut demokrasi Thailand cacat. Yang saya inginkan bagi Thailand adalah memiliki militer yang profesional, yang benar-benar melayani rakyat. Negara tetap membutuhkan angkatan bersenjata. Namun ukurannya harus lebih kecil dan efisien serta tugas utamanya adalah melayani masyarakat, bukan justru menjadi musuh rakyat.

 

Bagaimana cara agar tentara profesional?

 

Mereka harus mulai mengerjakan tugas yang memang tanggung jawab mereka. Selama ini mereka melakukan banyak hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Mereka menjalankan berbagai bisnis. Mereka seharusnya berfokus melakukan reformasi internal agar lebih transparan dan profesional serta memaksimalkan kualitas personelnya.

 

Seberapa jauh keterlibatan junta militer dalam sistem politik Thailand?

 

Politik Thailand sangat menarik karena para pemimpin junta membentuk partai dan berpartisipasi dalam pemilu, bahkan melalui dua partai. Namun sekarang mereka sudah tidak lagi berada di garis depan politik. Meski begitu, di balik layar, mereka masih sangat berpengaruh.

 

Anda pernah menerima ancaman?

 

Bukan ancaman pembunuhan atau kematian. Saya pernah mengalami pengawasan (surveillance). Mereka tidak berkata apa-apa karena hanya ingin menunjukkan kehadiran mereka. Itu adalah bentuk tekanan psikologis yang mereka lakukan. Sekarang tidak sesering dulu.

 

Anda menyesal terjun ke dunia politik?

 

Tidak pernah. Sejak kecil saya memang selalu ingin membawa perubahan. Ketika duduk di kelas V sekolah dasar, saya menulis di buku harian bahwa saya ingin memimpin sebuah demonstrasi. Mungkin saat itu saya belum benar-benar memahami apa itu aksi protes, tapi saya ingin memimpin sebuah gerakan.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/wawancara/kunthida-rungruengkiat-partai-anak-muda-2276718

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar