|
Generasi Muda Lebih
Siap Melakukan Perubahan Friski Riana : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 19
Juli 2026
|
· Partai yang didominasi anak muda di
Thailand berperan penting sebagai oposisi pemerintahan junta militer. · Partai anak--anak muda mengubah wajah
parlemen Thailand lebih terbuka dalam membahas anggaran publik. · Praktik politik uang, termasuk di
Thailand, sulit diatasi karena banyak orang hidup dalam kemiskinan. MASIH
empat tahun lagi larangan berpolitik Kunthida Rungruengkiat dicabut. Mantan anggota
parlemen Thailand itu dilarang mengikuti kontestasi politik selama sepuluh
tahun setelah Mahkamah Konstitusi membubarkan Future Forward Party pada
Februari 2020. Dalam partai yang digandrungi anak muda karena mengusung
perubahan itu, Kunthida menjadi wakil ketua. Bersama
sejumlah koleganya, perempuan 42 tahun itu lalu membentuk Progressive
Movement Foundation yang berfokus pada penyusunan kebijakan. Mereka pun
mendorong calon kepala daerah yang dinilai bisa membawa perubahan. “Kami
ingin masyarakat melihat, pemerintahan yang lebih baik bisa diwujudkan,”
katanya di restoran Seroja, Jakarta, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Progressive
Movement membina dan melatih
anak muda, aktivis, dan politikus lokal serta mengelola perpustakaan yang
bisa dijangkau petani di berbagai daerah secara gratis. Kunthida juga
mendirikan Women Politicians Academy yang memberi pendidikan politik
untuk perempuan. Tiga alumnus akademi itu terpilih dalam pemilihan umum
parlemen nasional. Kepada
jurnalis Tempo, Friski Riana, Erwan Hermawan, dan Stefanus Pramono, serta
fotografer Tony Hartawan, Kunthida menjelaskan kondisi politik di Thailand
yang masih dipengaruhi junta militer. Dalam wawancara selama sekitar dua jam,
ia menilai Indonesia dan Thailand memiliki kemiripan. Termasuk soal represi
yang dihadapi oposisi dan masyarakat sipil. Alumnus
Princeton University, Amerika Serikat, itu juga bercerita soal gerakan anak
muda yang menghadapi jalan terjal. Hingga Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi
Thailand telah membubarkan 112 partai politik, termasuk Move Forward Party,
yang dibentuk setelah Future Forward runtuh. Mereka yang tersisa
kemudian membentuk People’s Party. Bagaimana
partai anak muda di Thailand bisa meraih dukungan pemilih? Kami
hadir sebagai partai politik yang benar-benar baru. Setelah Thailand berada
di bawah pemerintahan junta militer selama sepuluh tahun, kehadiran kami
terasa berbeda dan menyegarkan. Kami merepresentasikan generasi baru yang
punya kompetensi. Anggota dan pengurus partai berasal dari berbagai latar
belakang profesi dan keahlian. Masyarakat percaya figur utama yang kami
tempatkan dalam daftar calon menteri bisa membawa perubahan. Apa yang
kalian tawarkan kepada pemilih? Baik
Future Forward, Move Forward, maupun People’s Party datang dengan rencana
yang jelas. Setiap kali mengajukan kebijakan, kami tak hanya berkata,
misalnya, “Mari kita sediakan makan siang gratis di sekolah.” Kami
menjelaskan asal anggarannya, mekanisme penggunaannya, dan siapa yang akan
bertanggung jawab mengelolanya. Masyarakat bisa melihat bahwa kebijakan itu
benar-benar layak dilaksanakan atau feasible, bukan sekadar janji politik. Sebagai
pihak oposisi, bagaimana anak muda Thailand menjalankan pengawasan? Semua
anggota parlemen kami dan tim pendukung mereka mendapat pelatihan regulasi
anggaran, prosedur parlemen, dan berbagai aspek teknis lain. Keberagaman
keahlian orang-orang yang direkrut ke dalam partai politik sangat penting.
Dengan begitu, partai memiliki kapasitas mengawasi berbagai sektor. Tapi
pengawasan saja tak cukup. Kami harus memberikan usulan kepada pemerintah
soal apa yang harus dilakukan dan kebijakan apa yang lebih masuk akal. Ada
inisiatif yang sudah dijalankan? Yang
paling menonjol adalah ketika partai bekerja sama dengan organisasi
masyarakat sipil untuk mendesak Biro Anggaran mendigitalkan anggaran negara
hingga akhirnya tersedia dalam versi PDF. Kami juga mengajak banyak ahli
teknologi informasi mengubah dokumen ke dalam format CSV yang memungkinkan
data dihitung, diolah, dan dianalisis lebih mendalam. Apa
manfaatnya? Anggaran
negara benar-benar bisa diteliti secara rinci. Partai dan organisasi sipil
juga menyelenggarakan budget hackathon dengan berbagai tema. Masyarakat bisa
datang untuk belajar membaca anggaran sesuai dengan bidang yang mereka
minati. Semua gerakan ini sangat mengedepankan partisipasi publik. Partai
anak muda mampu membangkitkan harapan publik? Ketika
Future Forward Party didirikan, situasinya sangat mirip dengan Indonesia.
Saat itu masyarakat sudah kehilangan harapan terhadap parlemen. Mereka
berpikir: kenapa harus peduli pada politik, sementara hanya ada politikus
korup dan tidak bermanfaat bagi kehidupan? Bagaimana
cara politikus muda meyakinkan masyarakat yang kehilangan harapan? Kami
membawa tradisi baru dalam perdebatan di parlemen dengan menggunakan
presentasi, statistik, dan data. Kami membuat perdebatan di parlemen kembali
menarik bagi publik. Ketika masyarakat melihat parlemen membahas data dan
angka secara serius, mereka pun menjadi tertarik mengikuti politik. Mereka
mulai paham bahwa politik bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,
menentukan sekolah anak mereka, makanan yang dikonsumsi, dan kualitas hidup. Di
Indonesia, ada partai yang diisi banyak anak muda yang akhirnya terjebak pada
pragmatisme politik.... Tidak
ada jawaban yang mutlak bahwa kita sama sekali tidak boleh bersikap
pragmatis. Dalam politik, yang lebih penting adalah apakah Anda benar-benar
berbuat sesuatu demi kepentingan yang lebih besar atau tidak. Dengan sikap pragmatis,
apa biaya yang harus dibayar? Apa kompromi atau trade-off yang harus
dihadapi? Semua harus dipertimbangkan dengan matang. Anak muda juga harus
berpikir, langkah itu hanya untuk tujuan jangka pendek atau panjang. Pragmatisme
bisa mengurangi kekuatan perjuangan…. Bagi
saya, ini lebih berkaitan dengan bagaimana menyusun strategi dan memikirkan
setiap langkah menuju tujuan akhir yang hendak dicapai generasi muda
Indonesia. Untuk itu, butuh banyak diskusi; pengorganisasian; serta kemampuan
bertukar pendapat, menerima perbedaan pandangan, dan menemukan jalan yang
dapat disepakati bersama. Jika semuanya berjalan secara terpecah-pecah, akan
sangat sulit mencapai tujuan tersebut. Anda
percaya generasi muda bisa membuat perubahan? Generasi
muda memiliki peran yang sangat penting dan harus menjadi bagian dari proses
perubahan. Yang terpenting adalah apakah semua orang sudah memiliki pemahaman
yang sama, menyadari kondisi negara, dan menerima kenyataan bahwa negara
butuh pembenahan besar-besaran. Jika jawabannya “ya”, saya yakin
proses-proses berikutnya jauh lebih mudah. Mereka lebih siap melakukan
perubahan karena tidak ingin terus hidup dalam keputusasaan. Anak
muda Indonesia perlu membentuk partai seperti di Thailand? Generasi
muda dan suara mereka sangatlah penting. Mereka tidak hanya perlu didengar,
tapi juga harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di semua
tingkatan. Ini bukan hanya di parlemen, melainkan juga di pemerintahan daerah
ataupun mekanisme pengambilan keputusan lain. Dalam jangka panjang, merekalah
yang paling terkena dampak keputusan-keputusan tersebut. Di sini
tak mudah mendirikan partai baru.... Saya
paham bahwa sistem politik Indonesia juga menjadi hambatan bagi lahirnya
partai-partai baru. Ada begitu banyak aturan yang menjadi penghalang bagi
kekuatan politik baru untuk masuk sistem. Namun saya pikir yang paling
penting adalah memastikan bahwa ada anggota legislatif atau politikus daerah
yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Politikus
idealis sering kali kalah karena lawannya menggunakan politik uang.... Politik
uang sangat sulit diatasi. Bukan hanya karena ada uang, melainkan juga
lantaran banyak orang hidup dalam kemiskinan. Kita bisa memahami mengapa
mereka akhirnya menerima uang. Saya tidak tahu apakah ini sama dengan budaya
di Indonesia. Tapi, di Thailand, ketika seseorang menerima uang dari seorang
politikus, mereka sering merasa memiliki utang budi atau rasa sungkan kepada
pemberi uang tersebut. Seperti
apa praktik politik uang di Thailand? Politikus
lokal ataupun aparatur sipil daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Praktik jual-beli suara masih terjadi. Berbagai pelanggaran dan kecurangan
dalam pemilu juga masih ada dan biasanya terlihat jelas pada hari pemungutan
suara. Bagaimana
cara mengatasi politik uang? Menurut
saya, satu-satunya cara adalah secara perlahan membuktikan kepada masyarakat
bahwa para politikus yang datang membawa uang itu pada akhirnya tidak membuat
kehidupan mereka lebih baik. Proses ini akan berjalan lambat dan sangat sulit
dilakukan. Selain itu, ada faktor lain yang menjadi tantangan: para politikus
yang mengandalkan politik uang terus berkembang dan menemukan cara-cara baru
setiap hari. Di sini,
proyek beranggaran besar dan berpengaruh bagi masyarakat luas seperti makan
bergizi gratis menjadi ajang korupsi. Apa yang harus dilakukan anak muda
dalam menghadapi isu seperti ini? Anak-anak
muda harus terus menuntut adanya akuntabilitas dalam kasus-kasus tersebut.
Langkah pertama adalah memastikan mereka memiliki semua informasi, data, dan
angka yang diperlukan. Data tersebut dapat menjadi landasan yang kuat untuk
berdialog dengan birokrat, politikus, ataupun pemerintah. Selain itu, penting
untuk mengorganisasi dan memobilisasi masyarakat, bukan hanya aktivis,
melainkan juga masyarakat sipil dan kalangan akademikus, agar isu ini
memiliki skala yang lebih besar. Banyak
mahasiswa dan aktivis muda di sini mengalami represi.... Kreativitas
anak muda dalam melakukan advokasi selalu bisa diandalkan. Saya rasa masih
banyak cara yang bisa dilakukan. Bahkan, dalam situasi yang represif seperti
di Indonesia, saya masih melihat upaya-upaya tersebut tetap bisa dijalankan. Indonesia
dan Thailand menghadapi masalah yang sama, penguatan militerisme yang
menurunkan kualitas demokrasi…. Freedom
House (organisasi nirlaba yang mengevaluasi dan memberi nilai tingkat
kebebasan serta demokrasi di berbagai negara) mungkin akan menyebut demokrasi
Thailand cacat. Yang saya inginkan bagi Thailand adalah memiliki militer yang
profesional, yang benar-benar melayani rakyat. Negara tetap membutuhkan
angkatan bersenjata. Namun ukurannya harus lebih kecil dan efisien serta
tugas utamanya adalah melayani masyarakat, bukan justru menjadi musuh rakyat.
Bagaimana
cara agar tentara profesional? Mereka
harus mulai mengerjakan tugas yang memang tanggung jawab mereka. Selama ini
mereka melakukan banyak hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Mereka
menjalankan berbagai bisnis. Mereka seharusnya berfokus melakukan reformasi
internal agar lebih transparan dan profesional serta memaksimalkan kualitas
personelnya. Seberapa
jauh keterlibatan junta militer dalam sistem politik Thailand? Politik
Thailand sangat menarik karena para pemimpin junta membentuk partai dan
berpartisipasi dalam pemilu, bahkan melalui dua partai. Namun sekarang mereka
sudah tidak lagi berada di garis depan politik. Meski begitu, di balik layar,
mereka masih sangat berpengaruh. Anda
pernah menerima ancaman? Bukan
ancaman pembunuhan atau kematian. Saya pernah mengalami pengawasan
(surveillance). Mereka tidak berkata apa-apa karena hanya ingin menunjukkan
kehadiran mereka. Itu adalah bentuk tekanan psikologis yang mereka lakukan.
Sekarang tidak sesering dulu. Anda
menyesal terjun ke dunia politik? Tidak
pernah. Sejak kecil saya memang selalu ingin membawa perubahan. Ketika duduk
di kelas V sekolah dasar, saya menulis di buku harian bahwa saya ingin
memimpin sebuah demonstrasi. Mungkin saat itu saya belum benar-benar memahami
apa itu aksi protes, tapi saya ingin memimpin sebuah gerakan. ● Sumber :
https://www.tempo.co/wawancara/kunthida-rungruengkiat-partai-anak-muda-2276718 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar